Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengenal Dampak dan Cara Menangani Penderita Gangguan Siklotimia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Siklotimia atau siklotimik merupakan salah satu bagian dari gangguan suasana hati yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati atau emosi secara drastis, namun masih dalam skala ringan. Gangguan siklotimia sering kali disalah artikan sebagai gangguan bipolar.

Gangguan bipolar dan gangguan siklotimia merupakan yang sama-sama ditandai dengan adanya perubahan suasana hati. Namun gangguan bipolar memiliki gejala dengan skala ringan, dimana penderita akan melalui fase depresi menjadi mania atau sebaliknya. Sedangkan pola yang ditunjukkan oleh penderita siklotimia adalah depresi – normal – hipomania atau sebaliknya.

Depresi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam hingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Depresi pada penderita siklotimia tidak mendorong mereka untuk melakukan tindakan bunuh diri, hal ini berbeda dengan penderita gangguan bipolar. Selain itu, penderita siklotimia juga masih menjalani aktivitas sehari-harinya. Walau dilakukan dengan semangat yang sangat minim.

Fase hipomania merupakan fase dimana kondisi emosi memuncak. Kondisi ini masih dibawah fase mania pada penderita bipolar. Meski demikian, saat penderita gangguan siklotimia mengalami fase hipomania, mereka akan sangat bersemangat sampai melupakan waktu untuk beristirahat.

Gangguan siklotimia bisa dialami oleh jenis kelamin apa saja, baik laku-laki maupun perempuan. Namun, perempuan akan beresiko lebih tinggi mengalami gangguan siklotimia. Selain itu, gangguan siklotimia pada anak kembar identik akan beresiko berkembang 2-3 kali lebih cepat. karena hal tersebut faktor genetik dianggap memberi sumbangsi dalam peningkatan resiko siklotimia.

Gangguan siklotimia memang tidak separah bipolar. Beberapa akhi juga mengatakan siklotimia merupakan gangguan bipolar ringan. Meski demikian, gangguan siklotimia perlu untuk didiagnosis sedini mungkin. Pasalnya, gangguan siklotimia yang tidak mendapatkan penanganan tepat akan mengalami perkembangan menjadi gangguan bipolar tipe 1 atau bipolar tipe dua.

Dampak Gangguan Siklotimia

Gangguan siklotimia seringkali membawa dampak negatif bagi para pengidapnya. Hal inilah yang membuat mereka makin perlu mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Berikut beberapa dampak dari gangguan siklotimia:

Hubungan sosial

Gangguan siklotimia membuat penderita mengalami emosi yang tidak stabil. Hal ini tentu akan berdampak pada hubungan sosialnya. Saat di fase depresi, penderita cenderung akan menarik diri atau membatasi diri dengan lingkungan sosialnya. Sedangkan pada fase hipomania, penderita cenderung kesulitan untuk berhenti berbicara. Mereka akan berbicara terlalu cepat sehingga sulit untuk dicerna.

Produktivitas kerja

Penderita gangguan siklotimia akan melalui fase depresi. Pada fase ini penderita gangguan siklotimia akan kehilangan semangat untuk menjalankan aktivitasnya. Walaupun mereka tetap melakukan tugas dan tanggung jawabnya, namun tidak semaksimal biasanya. Mereka akan mengalami perlambatan dalam bekerja.

Prestasi akademik

Pada pelajar atau mahasiswa, gangguan siklotimia akan sangat mengganggu prestasi akademik. Pasalnya, suasana hati yang tidak stabil ini akan membuat mereka tiba-tiba menjadi rajin dan tidak lama kemudian kehilangan semangat. Hal tersebut tentu akan berdampak pada prestasi akademik penderita gangguan siklotimia.

Hubungan asmara

Pada fase depresi, penderita gangguan siklotimia akan menarik diri, mudah marah,dan juga menjadi lebih sensitif. Hal tersebut akan mengganggu hubungan asmara penderita. Selain itu pada fase hipomania, penderita gangguan siklotimia akan memiliki semangat yang tinggi sehingga terkadang menjadi terlalu mengganggu.

Gangguan tidur

Tidak sedikit penderita gangguan siklotimia mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur dalam hal ini bisa jadi tidur terlalu banyak atau kesulitan untuk tidur.

Perilaku impulsif

Perilaku impulsif pada penderita gangguan siklotimia berhubungan dengan fase hipomania. Dimana mereka sering kali gegabah dalam menentukan pilihan hidup, mengalami masalah hukum, bahkan kesulitan dalam keuangan.

Penyalahgunaan zat berbahaya

Penderita gangguan siklotimia juga erat kaitannya dengan penyalahgunaan zat. Hal ini bisa jadi mengkonsumsi obat-obatan terlarang, atau alkohol secara berlebihan.

Resiko gangguan bipolar

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, gangguan siklotimia yang tidak mendapatkan penanganan tepat bisa berevolusi menjadi gangguan bipolar tipe 1 atau bipolar tipe 2. Untuk itu, penanganan sedini mungkin perlu didapatkan oleh penderita gangguan siklotimia.

Baca juga: Ini Dia Dampak dan Cara Menangani Anak Penderita Disleksia

Penanganan Penderita Gangguan Siklotimia

Kondisi emosi yang mengalami perubahan cukup drastis ini tentu membutuhkan penanganan yang tepat. Sayangnya, gangguan siklotimia seringkali tidak disadari oleh pengidapnya. Untuk itu, perlu diperhatikan gejala-gejala yang sudah dituliskan pada artikel sebelumnya yang berjudul “Mood Disorder : Mengenal Gangguan Siklotimia”.

Jika seseorang mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pasalnya, gangguan siklotimia menunjukkan gejala yang hampir sama dengan beberapa gangguan mental lainnya.

Diagnosis yang tepat dibutuhkan untuk menentukan penanganan yang tepat pula. Pada Psikolog, penanganan biasanya berupa psikoterapi. Sedangkan Psikiater akan memberikan penanganan dengan meresepkan beberapa obat-obatan.

Jenis psikoterapi yang sering digunakan untuk penderita gangguan siklotimia adalah terapi perilaku kognitif. Terapi tersebut bertujuan untuk menunjukkan pola hidup sehat dan cara berpikir positif.

Sedangkan obat-obatan yang sering digunakan untuk penderita siklotimia adalah obat anti kejang, obat anti cemas, obat anti depresi, dan juga obat- obatan lain yang termasuk antipsikotik atopikal. Meski demikian, obat-obatan tersebut tidak dijual bebas dan hanya bisa dibeli melalui peresepan oleh Dokter/Psikiater.

Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga: Mood Disorder: Mengenal Gangguan Siklotimia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Dampak dan Cara Menangani Penderita Gangguan Siklotimia — DeepTalk