Semua artikel
Perilaku

Mengenal Ciri-Ciri Hikikomori (Fenomena Mengasingkan Diri)

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Hikikomori adalah sebuah fenomana yang cukup sering terjadi di negara Jepang, dimana fenomena ini menggambarkan sebuah perilaku mengurung diri atau menarik diri dari lingkungan sosial dalam jangka waktu enam bulan bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Istilah Hikikomori sendiri memang cukup asing di telinga kita. Selain karena fenomena tersebut berasa dari negara Jepang, warga negara Indonesia juga terkenal dengan keramah tamahannya dan kebiasaan bersosialisasi yang cukup tinggi. Hal ini mengakibatkan kondisi Hikikomori rasanya cukup sulit untuk mewabah di negara ini.

Namun, jika mengingat perkembangan teknologi yang cukup pesat, dan kesibukkan dan tingkat stress yang makin tinggi, kondisi Hikikomori ini bukan hal yang mustahil lagi untuk dialami oleh warga negara Indonesia. Untuk itu, penting bagi kita memahami seperti apa fenomena Hikikomori itu sendiri.

Walaupun fenomena Hikikomori umumnya dialami oleh orang dewasa, namun gejala dari kondisi Hikikomori itu sendiri bisa dilihat sejak masa remaja. Agar dapat mengantisipasi menyebarnya fenomena ini di Indonesia, ada baiknya kita mengenal ciri-ciri dari Hikikomori. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas ciri-ciri Hikikomori.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang di sekitar mu memiliki gejala yang sama seperti yang dijelaskan dalam artikel ini, maka tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa gejala Hikikomori bisa muncul sejak usia remaja. Bahkan berdasarkan survey yang dilakukan di Jepang, terdapat sekitar 541 ribu orang dengan usia 15-39 tahun yang mengalami Hikikomori.

Walaupun fenomena Hikikomori cukup jarang dijumpai di Indonesia, namun itu bukan alasan untuk kita tidak mengenal fenomena yang satu ini. Pasalnya, seiring dengan perkembangan zaman, fenomena ini bisa saja merambat di Indonesia. Untuk itu, berikut beberapa ciri-ciri dari kondisi fenomena Hikikomori:

Menghabiskan Banyak Waktu Di Dalam Rumah

Orang-orang yang mengalami fenomena Hikikomori memiliki kecenderungan untuk menghabiskan banyak waktu di dalam rumah. Untuk bisa melanjutkan hidup, beberapa dari mereka akan mengandalkan penghasilan dari pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan dari rumah, dan berbelanja kebutuhan harian dengan media online.

Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang ada saat ini sangat mendukung penderita Hikikomori. Walaupun ini baik, namun bukan berarti kondisi Hikikomori bisa dibiarkan begitu saja. Dalam kasus Hikikomori yang cukup parah, penderita bahkan enggan untuk keluar kamar dan berinteraksi dengan keluarganya sendiri. Meski begitu, menarik diri dari lingkungan sosial bukan berarti mereka memiliki fobia atau ketakutan terhadap sosial, melainkan mereka hanya lebih merasa nyaman jika sendiri.

Baca juga : Hikikomori : Mengisolasi Diri Ala Orang Jepang

Tidak Memiliki Teman

Jika dipikir kembali menggunakan logika, bagaimana penderita Hikikomori bisa mendapatkan teman jika mereka sendiri memutuskan kontak dari lingkungan sosialnya? Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ciri berikutnya dari penderita Hikikomori adalah tidak memiliki teman.

Sayangnya, ciri yang satu ini justru dapat membuat kondisi Hikikomori menjadi lebih parah. Hal itu dikarenakan mereka tidak memiliki tempat untuk bertukar pikiran atau sekedar berkeluh kesah. Maka dari itu, beberapa orang yang mengalami Hikikomori juga memiliki komplikasi gangguan mental seperti depresi dan lain sebagainya.

Mengalami Gangguan Tidur

Selalu berada di dalam rumah, khususnya di dalam kamar akan membuat seseorang mengalami gangguan tidur. Hal ini dikarenakan minimnya aktivitas fisik yang bisa dilakukan. Penderita Hikikomori bisa saja mengalami gangguan tidur seperti terlalu banyak tidur.

Disisi lain, penderita Hikikomori juga biasanya akan disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan gadget, seperti bermain video game, menonton film, scrolling sosial media, dan lain sebagainya. Sinar biru dari layar gadget ini dapat membuat mata lebih aktif dan kesulitan untuk tidur.

Tidak Semangat atau Bahkan Menghindari Aktivitas Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial tentu sangat sulit untuk terhindar dari berbagai macam aktivitas sosial. Contohnya saja sejak kecil kita sudah dimasukkan ke berbagai jenjang pendidikan untuk belajar dan berinteraksi dengan anak-anak seusia kita.

Sayangnya, penderita Hikikomori seakan tidak memiliki semangat untuk melakukan aktivitas-aktivitas sosial seperti sekolah atau bekerja. Bahkan beberapa dari mereka cenderung menghindari aktivitas tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, penderita Hikikomori cenderung memiliki pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah atau mengikuti homeschooling.

Mengisolasi Diri Setidaknya 6 Bulan

Terkadang setiap orang memang membutuhkan waktu untuk sendiri. Lantas apakah setiap orang pernah mengalami Hikikomori? Jawabannya belum tentu, karena seseorang bisa dikatakan mengalami Hikikomori jika mereka mengisolasi diri setidaknya selama 6 bulan atau bahkan lebih.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai ciri-ciri Hikikomori. Perlu diketahui bahwa kondisi ini memang belum termasuk dalam gangguan mental, namun tidak menuntut kemungkinan Hikikomori justru dapat mengakibatkan berbagai masalah mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Apa Betul Gen Z Adalah Generasi Bermental Lemah?

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Ciri-Ciri Hikikomori (Fenomena Mengasingkan Diri) — DeepTalk