Deeptalk.co.id – Istilah prokrastinasi memang terbilang cukup asing di telinga orang-orang pada umumnya. Meski demikian, istilah tersebut pada kenyataannya menggambarkan suatu perilaku yang cukup sering kita jumpai. Prokrastinasi sendiri merupakan istilah untuk menggambarkan kebiasaan menunda pekerjaan atau tugas. Kamu tentu pernah menjumpai seseorang dengan kebiasaan tersebut, atau justru kamu yang memiliki kebiasaan prokrastinasi?
Para pelaku prokrastinasi cenderung memiliki beribu alasan mengapa mereka menunda pekerjaan atau tugas yang dibebankan untuknya. Meski demikian, sebagian besar alasan tersebut hanya sebagai pembela akan tindakan yang tidak seharusnya mereka lakukan.
Pelaku prokrastinasi pada dasarnya tetap mengerjakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan untuknya. Meski demikian, pengerjaan tugas tersebut dilakukan saat sudah mendekati deadline pengumpulan tugas. Hasilnya, tugas yang dikerjakan cenderung tidak maksimal.
Lantas timbul suatu pertanyaan, apakah kamu atau orang-orang sekitarmu termasuk dalam pelaku prokrastinasi? Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai ciri-ciri dan contoh pelaku prokrastinasi.
Namun sebelum kita masuk ke topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah kesehatan mental atau timbulnya perilaku menyimpang, maka segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Perlu diketahui bahwa self diagnosis merupakan langkah yang sangat tidak dianjurkan. Selain karena dapat memperbesar kemungkinan kesalahan diagnosis dan penanganan, self diagnosis juga bisa memicu kecemasan berlebih akibat overdiagnosis.
Berikut pembahasan mengenai ciri-ciri dan contoh dari pelaku prokrastinasi.
Ciri-Ciri Pelaku Prokrastinasi

Tidak sedikit pelaku prokrastinasi yang justru tidak menyadari bahwa tindakan yang dilakukan sudah masuk dalam kategori prokrastinasi. Bahkan karena terlalu sering melakukan tindakan menunda pekerjaan tersebut, beberapa orang menganggap bahwa perilaku itu cukup normal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun pada dasarnya prokrastinasi tidak masuk dalam kategori gangguan mental, namun tindakan ini dapat memicu gangguan mental dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu sangat penting bagi kita mengenal seperti apa ciri-ciri dari prokrastinasi itu sendiri.
Berikut beberapa ciri-ciri pelaku prokrastinasi yang dikemukakan oleh Burka dan Yuen yang ditulis dalam American College Dictionary:
Lebih suka menunda pekerjaan atau tugas-tugasnya
Seperti pengertian dari prokrastinasi itu sendiri, para pelaku prokrastinasi lebih menyukai untuk menunda tugas atau pekerjaan mereka. Bagi para pelaku prokrastinasi ini, mengerjakan tugas atau pekerjaan mendekati deadline pengumpulan tugas akan lebih menantang. Walaupun pada kenyataannya hasil dari pekerjaan mereka jauh dari kata sempurna.
Pandangan bahwa menunda pekerjaan bukan suatu masalah
Walaupun para pelaku prokrastinasi ini sudah mendapatkan dampak dari menunda tugas atau pekerjaan, mereka masih saja menganggap remeh tindakan tersebut. Ada saja alasan yang menguatkan mereka untuk bisa menunda pekerjaan. Terlebih lagi adanya pemikiran bahwa menunda pekerjaan bukanlah suatu masalah besar selama mereka tetap mengerjakan tugas atau pekerjaan tersebut.
Baca juga : Prokrastinasi : Kebiasaan Menunda Tugas atau Pekerjaan
Mengulang perilaku prokrastinasi
Para pelaku prokrastinasi bukan tidak tahu dampak dari tindakan mereka, hanya saja mereka seakan sudah terkait dengan kebiasaan buruk yang satu itu. Hasilnya, walaupun mereka tahu akan merasa tidak nyaman karena harus berkejaran dengan waktu, mereka akan terus mengulang kebiasaan buruk tersebut.
Kesulitan dalam mengambil keputusan
Beberapa pelaku prokrastinasi juga mengalami kesulitan dalam pengambilan keputusan. Hal inilah yang tidak jarang membuat mereka lambat dalam memulai pekerjaan. Dengan demikian, kesulitan dalam mengambil kepututsan ini juga dapat memperburuk kebiasaan menunda pekerjaan yang mereka miliki.
Contoh Perilaku Prokrastinasi

Pada kenyataannya, kita bisa saja menemukan para pelaku prokrastinasi hampir di setiap aspek kehidupan, misalnya:
Pendidikan
Dunia pendidikan bisa dikategorikan sebagai dunia yang paling mudah mendapatkan pelaku prokrastinasi. Banyaknya tugas yang perlu dikerjakan memungkinkan beberapa orang menjadi pelaku prokrastinasi.
Perilaku prokrastinasi di dunia pendidikan biasanya dikenal dengan prokrastinasi akademik. Contoh prokrastinasi akan demiki sendiri juga cukup banyak, misalnya menunda dalam mengerjakan tugas dari guru / dosen, menunda membayar uang pendidikan, menunda mengumpulkan tugas, dan masih banyak lagi.
Corporate
Selain di dunia pendidikan, dunia corporate juga cukup mudah bagi kita menemukan para pelaku prokrastinasi. Sama halnya dengan pendidikan, di corporate juga kita akan dibebankan banyak tugas dan tanggung jawab yang memungkinkan kita untuk menunda dalam pengerjaannya.
Contoh prokrastinasi dalam dunia corporate juga tidak kalah banyak dari dunia pendidikan, misalnya menunda mengerjakan tugas dari atasan, menunda pelaporan hasil pengerjaan tugas, menunda bertemu client, dan masih banyak lagi.
Kehidupan sehari-hari
Selain pendidikan dan corporate, sebenarnya kita bisa menemukan pelaku prokrastinasi dari sekedar menjalani kehidupan sehari-hari. Tanpa kamu sadari, kamu atau saudara, atau orang sekitar mu mungkin pernah melakukan prokrastinasi dalam menjalani hidup. Contoh menunda makan, menunda untuk mandi atau membersihkan diri, menunda membersihkan rumah, dan masih banyak lagi.
Itu dia penjelasan mengenai ciri-ciri dan contoh perilaku prokrastinasi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Tipe Orang yang Suka Menunda Pekerjaan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



