Deeptalk.co.id – Hadirnya buah hati di kehidupan orang tua tentu akan sangat membahagiakan mereka. Karena itu pula kehadiran sang buah hati ini selalu dinanti-nantikan oleh kebanyakan pasangan. Sayangnya, terdapat beberapa kondisi yang membuat orang tua berkecil hati. Hal ini terkait dengan kondisi kesehatan anak yang ternyata tidak sesuai dengan harapan orang tua.
Pada dasarnya setiap orang tua berharap anak lahir dengan kondisi fisik dan mental yang sehat. Dengan begitu anak akan mampu melalui setiap proses perkembangannya dengan baik seperti anak-anak pada umumnya. Meski setiap orang tua mengharapkan hal serupa, namun tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa situasi tidak sesuai dengan kenyataan.
Contohnya anak yang lahir dengan kondisi down syndrome. Kondisi ini memang tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Meski demikian, kondisi down syndrome sering kali mendatangkan kekecewaan dan kesedihan bagi orang tua. Masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak dengan down syndrome tidak mampu tumbuh dengan baik.
Untuk itu, artikel ini dibuat secara khusus membahas mengenai down syndrome agar menjadi bahan edukasi bagi masyarakat. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini tidak untuk dijadikan patokan melakukan self diagnosis. Diagnosis hanya bisa dilakukan oleh ahlinya seperti Psikolog ataupun Psikiater.
Apa Itu Down Syndrome?
Down syndrome merupakan kondisi kelainan kromosom dimana anak saat lahir memiliki kelainan kromosom pada kromosom ke-21. Kelainan ini membuat anak mengalami keterlambatan pertumbuhan baik secara fisik maupun mental. Beberapa anak dengan down syndrome bahkan mengalami kecacatan.
Walaupun memiliki kecacatan dan keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental, penderita down syndrome tetap bisa hidup lebih baik dan menjadi produktif. Namun tentu saja dibutuhkan terapi dan dukungan sedini mungkin. Karena itu pula kondisi ini perlu ketahui sedini mungkin.
Walaupun cukup jarang ditemukan di masyarakat, namun kondisi down syndrome sebenarnya tidak termasuk gangguan yang langkah. Di Amerika sendiri setidaknya terdapat 1 : 691 bayi yang lahir dengan kondisi down syndrome. Sedangkan di Indonesia tercatat bahwa kurang lebih 1 : 1000 bayi yang lahir dengan kondisi down syndrome.
Ciri-Ciri Down Syndrome

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa kondisi down syndrome ini perlu dideteksi sedini mungkin agar bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Untungnya karena kemajuan teknologi, kondisi down syndrome bahkan bisa dideteksi sebelum anak tersebut lahir. Hal ini bisa dilihat dari ciri-ciri fisik dari hasil USG. Meski demikian, tetap harus dilakukan pemeriksaan kembali setelah anak tersebut lahir.
Berikut beberapa ciri-ciri anak dengan down syndrome:
Ciri-ciri sebelum lahir
Anak dengan down syndrome cenderung memiliki kepala yang lebih kecil atau yang bisa dikenal dengan mikrosefalus, bagian kepala cenderung datar, bentuk telinga kecil atau tidak normal, sudut mata luar naik ke atas, dan juga lidah pecah-pecah.
Baca juga : Kenali Bahaya dan Cara Mengatasi Intermittent Explosive Disorder
Ciri-ciri setelah lahir
Mengetahui apakah anak mengalami down syndrome setelah kelahiran cenderung lebih mudah. Adapun ciri-ciri fisiknya berupa berat dan panjang bayi dibawah rata-rata bayi baru lahir pada umumnya, mata cenderung miring ke atas dan keluar, hanya memiliki satu lipatan di telapak tangan, tangan lebar dengan jari yang relatif pendek, memiliki tulang hidung yang rata, kepala yang kecil, dan lidah menonjol ke luar.
Walaupun terdapat beberapa ciri-ciri di atas, namun untuk memastikan apakah anak benar-benar mengidap down syndrome tentu diperlukan pemeriksaan medis secara lebih lanjut. Untuk itu, tetap tidak disarankan melakukan self diagnosis.
Penyebab Down Syndrome

Pada umumnya setiap manusia memiliki 23 pasang kromosom yang masing-masing berasal dari Ayah dan Ibu. Penyebab utama dari kondisi down syndrome ini yaitu adanya kelainan atau abnormal terhadap pasangan kromosom ke-21. Dimana terjadi pembelahan sel secara abnormal pada kromosom ke-21 yang mengakibatkan kelebihan pada jumlah kromosom.
Selain itu, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko bayi lahir dengan kondisi down syndrome, yaitu:
Genetik
Faktor genetik dipercaya sangat meningkatkan resiko bayi mengalami down syndrome. Terdapat sekitar 4% kasus down syndrome yang merupakan warisan dari orang tua. Dengan demikian, orang tua yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi down syndrome akan beresiko memiliki anak dengan kondisi yang sama. Selain itu, seorang Ibu yang pernah melahirkan anak dengan down syndrome beresiko melahirkan anak dengan kondisi yang sama di kehamilan berikutnya.
Hamil usia tua
Selain genetik, usia Ibu saat mengandung juga bisa meningkatkan resiko melahirkan anak dengan kondisi down syndrome. Ibu yang mengandung di usia 35 tahun keatas lebih beresiko melahirkan anak dengan kondisi down syndrome dibandingkan dengan Ibu dibawah usia 35 tahun.
Kurang asupan asam folat
Ibu hamil perlu memperhatikan keseimbangan gizi yang ada di dalam tubuhnya. Hal ini dikarenakan akan berdampak pada kondisi bayinya. Jika saat mengandung Ibu kekurangan asupan asam folat, maka akan meningkatkan resiko melahirkan anak dengan kondisi down syndrome.
Seperti itulah penjelasan singkat mengenai kondisi down syndrome. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.
Baca juga : Lakukan Beberapa Tindakan Berikut Jika Kamu Mengalami Serangan Panik!
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



