Deeptalk.co.id – Kalian pernah mendengar tentang bipolar? Bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang secara signifikan.
Penderita bipolar mengalami perubahan suasana hati yang drastis, mulai dari episode manik yang ekstrem hingga episode depresi yang sangat dalam. Namun, apakah kamu sudah benar-benar memahami apa itu bipolar dan gejalanya?
Yuk, mari kita pelajari lebih dalam tentang kondisi kesehatan mental yang satu ini. Dalam artikel ini, kamu akan mendapatkan penjelasan mengenai apa itu bipolar, karakteristik umum penderita bipolar, serta gejala-gejala yang biasa dialami oleh penderita bipolar sesuai dengan DSM 4 TR.
Selain itu, artikel ini juga akan membahas tentang pengobatan dan bagaimana kita dapat mendukung orang-orang yang hidup dengan kondisi ini. Yuk, simak artikel selengkapnya!
Apa Itu Bipolar?

Bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang cepat dan drastis, mulai dari fase depresi hingga fase manik. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah gangguan afektif bipolar.
Kamu mungkin bertanya-tanya apa yang membedakan bipolar dengan gangguan mood lainnya. Salah satu ciri khas dari bipolar adalah perubahan suasana hati yang drastis dan terkadang tidak bisa dijelaskan secara logis. Selain itu, bipolar juga ditandai dengan adanya periode waktu yang jelas antara fase depresi dan fase manik.
Penderita bipolar memiliki karakteristik umum yang berbeda dengan orang pada umumnya. Mereka cenderung memiliki emosi yang lebih intens dan labil. Kita sering mendengar cerita tentang orang dengan bipolar yang merasa sangat sedih pada satu waktu dan kemudian menjadi sangat gembira dalam hitungan detik kemudian.
Baca juga: Meningkatkan Kreativitas Melalui Teknik Relaksasi
Gejala Bipolar

Gejala bipolar sangat bervariasi tergantung pada fase yang sedang dialami oleh penderita. Menurut DSM 4 TR, fase-fase bipolar dibagi menjadi dua, yaitu fase manik dan fase depresi.
Fase manik ditandai dengan perasaan sangat bahagia, energik, dan euforia yang berlebihan. Penderita bipolar pada fase manik seringkali melakukan hal-hal yang berisiko, seperti belanja secara impulsif, mengambil keputusan besar tanpa pertimbangan yang matang, atau berpartisipasi dalam perilaku seksual yang berbahaya.
Sementara itu, fase depresi ditandai dengan perasaan sedih, lelah, dan kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya dinikmati oleh penderita. Selama fase depresi, penderita bipolar dapat merasa cemas, mudah tersinggung, dan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Apakah Gejala-Gejala Ini Bisa Ditemukan Pada Gangguan Mood Lainnya Juga?
Ya, benar. Tapi, yang membedakan bipolar adalah adanya periode waktu yang jelas antara fase manik dan fase depresi. Selain itu, gejala-gejala yang dialami oleh penderita bipolar cenderung lebih intens dan ekstrim dibandingkan dengan gangguan mood lainnya.
Apakah Semua Orang dengan Bipolar Mengalami Kedua Fase Ini Secara Bergantian?
Tidak, sebenarnya ada beberapa tipe bipolar yang memiliki pola perubahan suasana hati yang berbeda.
Tipe bipolar pertama adalah bipolar I, di mana penderita mengalami setidaknya satu episode manik yang berlangsung selama minimal satu minggu. Selain itu, penderita juga dapat mengalami episode depresi yang berlangsung selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.
Tipe bipolar kedua adalah bipolar II, di mana penderita mengalami episode depresi yang berulang dan satu atau lebih episode hipomanik. Hipomania adalah tingkat mania yang lebih ringan, di mana penderita masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan relatif normal. Episode hipomanik biasanya tidak membutuhkan perawatan medis, tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan orang-orang di sekitarnya.
Selain itu, ada juga tipe bipolar yang dikenal sebagai siklotimia. Penderita siklotimia mengalami perubahan suasana hati yang lebih ringan, dengan periode manik dan depresi yang lebih pendek dan tidak terlalu ekstrim.
Bipolar dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita dan orang-orang di sekitarnya. Penderita bipolar seringkali kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal, bekerja dengan efektif, dan menjaga stabilitas emosional. Selain itu, kondisi ini juga dapat mempengaruhi kualitas tidur dan pola makan, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Kita harus memahami bahwa bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang serius dan memerlukan perawatan medis yang tepat. Pengobatan bipolar dapat mencakup terapi obat-obatan, terapi bicara, atau kombinasi keduanya. Terapi obat-obatan bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah terjadinya episode manik atau depresi. Sementara itu, terapi bicara dapat membantu penderita bipolar dalam mengembangkan strategi untuk mengelola emosi dan mengatasi stres.
Jika kamu atau orang yang kamu kenal mengalami gejala-gejala bipolar, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis yang berpengalaman. Jangan pernah mengabaikan gejala bipolar atau mencoba untuk mengobatinya sendiri, karena hal tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan dan berisiko untuk mengalami episode manik atau depresi yang lebih parah.
Terakhir, kita harus terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang bipolar dan gangguan kesehatan mental lainnya. Kita dapat melakukan hal ini dengan cara membuka diskusi, membagikan informasi yang akurat, dan mendukung orang-orang yang mengalami kondisi ini. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung untuk semua orang, termasuk mereka yang hidup dengan bipolar.
Baca juga: Siklotimia, Tipe Bipolar yang Lebih Ringan?
Sumber:
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



