Deeptalk.co.id – Agorafobia (Agoraphobia) merupakan jenis gangguan kecemasan yang melibatkan rasa takut terhadap tempat atau situasi yang menyebabkan kepanikan dan perasaan terjebak, tidak berdaya atau malu. Seseorang mungkin takut dengan situasi aktual atau yang akan datang. Misal, ketakutan ketika menggunakan transportasi umum, berada di ruang terbuka atau tertutup dengan ramai orang.
Kecemasan pada fobia ini disebabkan oleh rasa takut bahwa tidak ada cara mudah untuk melarikan diri atau mendapatkan pertolongan jika kecemasan tersebut semakin berlebihan. Ini memungkinkan seseorang untuk menghindari situasi karena takut akan tersesat, jatuh, atau hal-hal lain yang bisa saja menimbulkan perhatian orang banyak. Kebanyakan orang yang menderita agorafobia mengembangkan gejala lainnya setelah mengalami satu atau lebih serangan panik, yang kemudian menyebabkan mereka khawatir akan mengalami serangan lagi. Mereka kemudian menghindari tempat-tempat di mana hal itu dapat terjadi lagi.
Agoraphobia sering mengakibatkan kesulitan merasa aman di tempat umum mana pun, terutama di tempat berkumpulnya orang banyak dan di lokasi yang tidak dikenal. Penderita agoraphobia mungkin merasa membutuhkan pendamping, seperti anggota keluarga atau teman, untuk menemaninya pergi ke tempat umum. Ketakutan bisa begitu luar biasa sehingga mereka mungkin merasa tidak bisa meninggalkan rumah.
Gejala Agorafobia

Tingkat keparahan agorafobia dapat bervariasi secara signifikan pada setiap individu. Misalnya, seseorang dengan agorafobia parah mungkin tidak dapat keluar rumah, sedangkan seseorang dengan agorafobia ringan mungkin dapat melakukan perjalanan jarak pendek tanpa masalah.
Gejala agorafobia secara luas dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni fisik, kognitif, dan perilaku. Gejala fisik agorafobia biasanya hanya terjadi ketika seseorang berada dalam situasi atau lingkungan yang menyebabkan kecemasan. Namun, kebanyakan dari mereka jarang mengalami gejala fisik karena sengaja menghindari situasi yang membuatnya cemas.
Gejalanya mungkin mirip dengan panic attack, yakni termasuk detak jantung yang cepat dengan diikuti pernapasan yang cepat juga, merasa panas dan berkeringat, hingga terasa sakit atau nyeri pada bagian dada. Selain itu, bahkan ada yang sampai mengalami kesulitan untuk menelan, diare, pusing, gemetaran, telinga berdenging, hingga tubuh yang menjadi lemas tak berdaya.
Sedangkan pada gejala kognitif terkait dengan perasaan atau pikiran yang dapat, namun tidak selalu, terkait dengan gejala fisik agorafobia. Gejala kognitif ini meliputi serangan panik yang membuat seseorang menjadi terlihat bodoh atau merasa malu di depan orang lain. Ini juga bisa mengancam jiwa, misal kemungkinan khawatir jika jantung mereka akan berhenti atau tidak dapat bernapas. Saat mengalami serangan panik, penderita pun akan kesulitan untuk mengendalikan dirinya di depan umum atau bahkan hilang kewarasannya, sehingga tidak dapat melarikan diri dari situasi.
Lalu, pada serangan panik yang menyertai gejala agorafobia, ada juga gejala psikologis yang tidak berhubungan dengannya. Seperti merasa tidak akan dapat berfungsi atau bertahan hidup tanpa bantuan orang lain, rasa takut ditinggal sendirian di rumah (monophobia), serta perasaan umum kecemasan atau ketakutan.
Untuk gejala pada perilaku, penderita agorafobia mungkin kerap mengalami penghindaran situasi yang dapat menyebabkan serangan panik, seperti tempat dengan keramaian atau kerumunan manusia. Mereka juga merasa tidak bisa pergi menginggalkan rumah untuk waktu yang lama dan perlu seseorang yang menemaninya ketika berpergian.
Walaupun demikian, beberapa orang mampu memaksakan diri untuk menghadapi situasi yang tidak nyaman. Namun tetap saja mereka masih merasa sangat takut dan cemas saat melakukannya.
Baca juga: Cara Mengubah Pola Pikir yang Memicu Procrastination
Penyebab Agorafobia

Agoraphobia dapat berkembang sebagai komplikasi dari gangguan panik, terutama jika seseorang mengalami ini dalam situasi atau lingkungan tertentu. Mereka mulai sangat khawatir akan mengalami serangan panik lagi sehingga mereka merasakan gejala serangan panik kembali ketika mereka berada dalam situasi atau lingkungan yang sama.
Hal ini menyebabkan orang tersebut memilih untuk menghindari situasi atau lingkungan tertentu tersebut. Lebih lanjut lagi, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, penyebab pasti dari gangguan panik tidak sepenuhnya dipahami. Namun, sebagian besar ahli berpendapat kombinasi faktor biologis dan psikologis mungkin terlibat.
Faktor Biologis
Respons ‘fight-or-flight’ – Gangguan panik terkait erat dengan respons “fight-or-flight” (melawan atau lari) yang alami dimiliki tubuh Anda. Ini merupakan cara melindungi Anda dari situasi stres dan berbahaya.
Kecemasan dan ketakutan menyebabkan tubuh Anda melepaskan hormon, seperti adrenalin, dan pernapasan serta detak jantung Anda meningkat. Ini adalah cara alami tubuh Anda untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang berbahaya atau membuat stres. Pada orang dengan gangguan panik, diperkirakan respons melawan atau lari lebih intens, yang mengakibatkan serangan panik.
Faktor Psikologi
Faktor psikologis yang meningkatkan risiko Anda mengembangkan agorafobia meliputi:
Pengalaman traumatis – ini biasanya dialami seseorang ketika mereka masih berada di usia kanak-kanak yang kemudian membekas hingga dewasa. Diantaranya seperti kematian orang tua atau dilecehkan secara seksual.
Peristiwa yang membuat stres – seperti kematian, perceraian, atau kehilangan pekerjaan.
Riwayat penyakit mental – seperti depresi, anoreksia nervosa atau bulimia.
Penyalahgunaan alkohol atau penyalahgunaan narkoba.
Permasalahan hubungan – tepatnya Anda sedang berada dalam hubungan yang tidak bahagia, atau dalam hubungan di mana pasangan Anda sangat mengontrol.
Agorafobia juga terkadang bisa terjadi tanpa gangguan panik. Pada jenis agorafobia ini dapat dipicu oleh sejumlah ketakutan irasional (fobia) yang berbeda, seperti ketakutan akan menjadi korban kejahatan kekerasan atau serangan teroris jika Anda meninggalkan rumah, terinfeksi oleh penyakit serius jika Anda mengunjungi tempat-tempat ramai, atau melakukan sesuatu secara tidak sengaja yang akan membuat Anda mempermalukan atau mempermalukan diri sendiri di depan orang lain.
Baca juga: Mood Swing : Apa yang Dapat Memicu Perubahan Mood?
Sumber:
Agoraphobia – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2023, January 7). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/agoraphobia/symptoms-causes/syc-20355987
NHS. (2023). Causes – Agoraphobia. nhs.uk. https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/agoraphobia/causes/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



