Semua artikel
Relationship

Mengenal 4 Tipe Attachment Style: Bagaimana Gaya Kelekatan Terbentuk Sejak Masa Kanak-Kanak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Masa kanak-kanak memang cenderung memiliki kontribusi besar terhadap kehidupan kita di masa lampau. Mungkin kamu pernah mendengar istilah golden age, dimana pada usia tertentu anak akan menyerap banyak sekali informasi untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya. Maka dari itu, banyak orang tua yang berupaya keras untuk memaksimalkan proses tumbuh kembang anak.

Salah satu faktor yang cukup penting di masa kanak-kanak yang dapat mempengaruhi masa depannya adalah attachment style. Faktor yang satu ini banyak berperan dalam kehidupan sosial, seperti interaksi, menjalin hubungan romantis, dan fungsi di masyarakat. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang attachment style dan jenis-jenis dari attachment style itu sendiri.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental, maupun masalah terkait attachment style. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Attachment Style

Attachment style atau dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan gaya keterikatan adalah pola hubungan emosional yang terbentuk antar individu dengan orang yang mengasuhnya, dalam hal ini kebanyakan oleh orang tua.  Pola hubungan emosional ini lebih mengarah kepada masa kanak-kanak yang tidak sedikit berdampak di usia dewasa, khususnya dalam hubungan interpersonal seperti hubungan romantis.

Teori tentang attachment style sendiri pertama kali dikembangkan oleh John Bowlby dan kemudian diperluas oleh Mary Ainsworth. Dengan mempelajari attachment style ini,  kita bisa lebih mengenal diri sendiri, dan memahami cara orang lain dalam bersikap. Walaupun attachment style  terbentuk di masa kanak-kanak, namun secara tidak sadar semua itu tersimpan di alam bawah sadar dan mempengaruhi masa depan anak. Maka dari itu, mempelajari attachment style  juga bisa membuat individu menjadi orang tua maupun pengauh yang bijak.

Baca juga: Move On dengan Sehat: Strategi Psikologis Mengelola Emosi Setelah Putus Cinta

4 Tipe Attachment Style 

Attachment style sendiri terbagi ke dalam 4 tipe utama, yaitu:

Secure attachment (gaya keterikatan aman)

Tipe pertama dari attachment style adalah secure attachment atau gaya keterikatan aman. Seperti namanya, attachment style yang satu ini lebih terbentuk oleh adanya rasa aman dari orang tau maupun pengasuh di masa kanak-kanak. Artinya, individu dengan secure attachment tumbuh dengan pola hubungan emosional yang positif.

Orang tua maupun pengasuh mampu memberikan hubungan emosional yang responsif dan juga konsisten. Individu dengan secure attachment memiliki kecenderungan untuk mendapatkan hubungan yang stabil, sehat, dan memuaskan di masa depan. Berikut beberapa ciri-ciri individu dengan tipe secure attachment:

  • Memiliki kepercayaan terhadap orang lain, dan mampu untuk mengandalkan orang tersebut.

  • Bisa dengan nyaman untuk mendapatkan kedekatan secara emosional dengan orang-orang disekitarnya.

  • Memiliki kemampuan pengelolaan emosi yang baik, khususnya dalam sebuah hubungan.

  • Mampu menjalin dan bertahan dalam hubungan yang sehat.

Anxious attachment (Gaya keterikatan cemas)

Tipe attachment style kedua adalah anxious attachment atau gaya keterikatan cemas. Tipe attachment style yang satu ini terbentuk dari pola asuh yang tidak konsisten dalam memberikan perhatian kasih sayang. 

Individu dengan anxious attachment cenderung sangat membutuhkan validasi orang lain, dan sangat mendambakan hubungan yang kuat. Pasalnya, di masa kecil bisa jadi mereka terlalu berlebihan dalam mendapatkan kasih sayang sehingga ingin seperti itu terus, atau kekurangan kasih sayang dan ingin mendapatkannya di usia dewasa. Berikut ciri-ciri individu dengan anxious attachment:

  • Taku ditinggalkan, dan sangat membutuhkan validasi dari orang lain.

  • Cenderung posesif, overthinking, dan manja dengan orang-orang terdekatnya.

  • Merasa terlalu sensitif terhadap penolakan.

Avoidant attachment (gaya keterikatan menghindar)

Tipe attachment style ketiga adalah avoidant attachment atau gaya keterikatan menghindar. Attachment style yang satu ini biasanya terbentuk oleh pola asuh yang tidak responsif atau menolak kedekatan. Misalnya dari orang tua atau pengasuh yang tidak memiliki kedekatan secara emosional dengan anak. Berikut beberapa ciri-ciri individu dengan avoidant attachment:

  • Merasa tidak nyaman dengan kedekatan emosional, dan cenderung menjaga jarak dengan hal-hal yang berhubungan dengan emosional.

  • Sulit untuk mempercayai orang lain atau menganggap kedekatan emosional bukan hal penting dalam sebuah hubungan.

  • Menghindari terbentuknya kedekatan emosional dengan orang lain, dan lebih memiliki hidup secara mandiri.

Disorganized attachment (gaya keterikatan tak terorganisir)

Tipe attachment style adalah disorganized attachment atau gaya keterikatan tak terorganisir. Jenis attachment style yang satu ini biasanya terbentuk oleh pola asuh yang membingungkan, menyakiti, atau bahkan membuat anak takut. Pola asuh semacam itu bisa membuat anak mengalami konflik internal dalam menjalin hubungan di masa depan. Berikut beberapa ciri-ciri individu dengan disorganized attachment:

  • Mengalami ketakutan untuk menjalin hubungan dengan ikatan emosional di dalamnya.

  • Memiliki ketertarikan dalam sebuah hubungan, namun lebih besar rasa takut. Sehingga menjadi terlalu rasional yang inkonsisten.

  • Umumnya memiliki pengalaman traumatis, seperti menjadi korban kekerasan, atau pengabaian di masa kanak-kanak.

Itu dia sedikit penjelasan tentang attachment style dan tipe-tipe dari attachment style itu sendiri. Jika kamu mengalami masalah psikologis yang terkait dengan attachment style, cobalah mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana.

Baca juga: Mindfulness dan Move On: Menghadapi Masa Kini Tanpa Dibelenggu Masa Lalu

 

Sumber:

Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.

Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. (1978). Patterns of Attachment: A Psychological Study of the Strange Situation. Hillsdale, NJ: Erlbaum.

Hazan, C., & Shaver, P. R. (1987). Romantic love conceptualized as an attachment process. Journal of Personality and Social Psychology, 52(3), 511–524.
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. The Guilford Press.
Karen, R. (1994). Becoming Attached: First Relationships and How They Shape Our Capacity to Love. Oxford University Press.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal 4 Tipe Attachment Style: Bagaimana Gaya Kelekatan Terbentuk Sejak Masa Kanak-Kanak — DeepTalk