Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengelola Trauma dan Stres akibat Gaslighting

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Trauma akibat perilaku gaslighting merupakan masalah yang sering diabaikan namun sangat berdampak buruk pada kesehatan mental seseorang. Gaslighting sendiri merupakan sebuah bentuk penipuan psikologis yang dilakukan seseorang terhadap orang lain dengan cara meragukan kebenaran atau kewarasan dari apa yang dikatakan atau dilakukan oleh korban. Sehingga, korban merasa kebingungan dan tidak percaya diri hingga memberikan luka trauma.

Gaslighting biasanya terjadi dalam hubungan interpersonal, seperti hubungan romantis, keluarga, atau hubungan kerja. Korban dari gaslighting sering merasa kebingungan dan terus-menerus meragukan diri sendiri. Mereka juga dapat mengalami gejala-gejala seperti depresi, kecemasan, dan trauma yang berkelanjutan.

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka menjadi korban dari gaslighting. Hal ini karena gaslighting sering dilakukan secara perlahan dan terus-menerus sehingga korban tidak menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban dari perilaku ini.

Bagaimana Gaslighting Bisa Meninggalkan Trauma? 

Gaslighting biasanya dilakukan secara sistematis dan berulang-ulang dengan tujuan untuk mengendalikan dan memanipulasi korban. Tindakan gaslighting dapat mengakibatkan trauma pada korban yang berdampak pada kesehatan mental mereka. Berikut adalah beberapa cara bagaimana perilaku gaslighting bisa mengakibatkan trauma bagi korbannya.

1. Mengubah Persepsi dan Kebenaran

Tindakan gaslighting seringkali dimulai dengan mengubah persepsi dan kebenaran korban tentang suatu kejadian atau situasi. Korban kemudian mulai meragukan ingatannya dan keyakinannya sendiri sehingga mereka merasa tidak stabil secara emosional.

Mereka mungkin mulai merasa takut, cemas, dan mudah tersinggung, bahkan pada situasi yang sebelumnya tidak menyebabkan kecemasan atau ketakutan. Hal ini dapat memicu terjadinya trauma pada korban.

Baca juga: Peran Penting Mainan Stimulus dalam Perkembangan Kognitif Anak

2. Merasa Tidak Dihargai

Tindakan gaslighting dapat membuat korban merasa tidak dihargai dan merasa tidak ada artinya. Korban mungkin merasa bahwa tindakan mereka tidak pernah benar dan selalu salah, sehingga mereka merasa tidak memiliki nilai dalam hubungan tersebut.

Selain itu, korban juga mungkin merasa tidak diakui atau dihargai oleh orang lain, bahkan jika mereka telah melakukan hal-hal yang berharga atau memberikan kontribusi yang positif. Hal ini dapat membuat korban merasa tidak aman dan tidak stabil secara emosional.

3. Mengalami Kekacauan Emosional

Tindakan gaslighting dapat memicu terjadinya kekacauan emosional pada korban. Korban mungkin merasa kehilangan kendali atas perasaan mereka sendiri dan merasa cemas, takut, atau depresi tanpa alasan yang jelas.

Hal ini dapat membuat korban merasa tidak nyaman dan tidak stabil secara emosional. Pada kasus yang lebih parah, tindakan gaslighting dapat memicu terjadinya gangguan kecemasan, gangguan mood, atau bahkan gangguan stres pascatrauma.

4. Merasa Terisolasi

Tindakan gaslighting dapat membuat korban merasa terisolasi dan tidak memiliki dukungan dari orang lain. Korban mungkin merasa tidak mampu untuk mempercayai orang lain atau meminta bantuan.

Mereka merasa bahwa orang lain tidak akan mempercayai mereka atau tidak akan memahami situasi yang mereka alami. Hal ini dapat memperparah perasaan kesepian dan mengisolasi korban secara sosial.

Pemulihan Trauma Akibat Gaslighting

Gaslighting dapat terjadi selama bertahun-tahun atau dekade sebelum seseorang menyadari apa yang sedang terjadi. Akibatnya, perilaku ini bisa meninggalkan luka trauma bagi korbannya.

Bagi para korban, mungkin akan kesulitan untuk menghilangkan ingatan akan perilaku gaslighting yang mereka terima. Hingga keadaan ini membuat mereka menjadi depresi. Sehingga langkah awal yang tepat adalah keinginan untuk sembuh dengan menemui ahli psikiater.

Pemulihan dari gaslighting pun juga membutuhkan waktu. Sehingga seseorang mungkin perlu mencoba beberapa pendekatan untuk membangun kembali perasaan dirinya.

Dikutip dari Medical News Today, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda tekankan pada diri Anda untuk memulihkan diri dari perilaku gaslighting :

-Ingat mereka tidak bertanggung jawab atas perilaku kasar

– Hindari berdebat tentang apa yang benar dengan orang yang melakukan kekerasan

– Berlatih mendengarkan pikiran, perasaan, dan insting diri sendiri

Mungkin sulit untuk melakukan ini sejak awal. Beberapa orang mungkin mendapat manfaat dari mendapat dukungan dari terapis dengan pelatihan tentang pemulihan dan trauma pelecehan.

Selain itu, beberapa pasien yang menjadi korban dari gaslighting akan mendapatkan terapi. Salah satu contohnya dengan terapi perilaku kognitif (CBT) yang dilakukan dengan mengentikan pikiran negatif kemudian mengubahnya.

Menghadiri sesi kelompok untuk mendapatkan dukungan serta mendengarkan pengalaman yang serupa dari peserta lain juga bisa bermanfaat untuk pemulihan. Juga dengan membangun kembali hubungan dengan keluarga dan teman akan menjadi bagian dari pemulihan.

Langkah ini bisa jadi sulit jika orang yang melakukan kekerasan mengatakan kebohongan kepada orang lain untuk mendiskreditkan atau mengucilkan seseorang. Namun, mungkin membantu pemulihan untuk mendapatkan dukungan sosial.

Baca juga: Pentingnya Perasaan Cinta Bagi Kesejahteraan dan Kesehatan Mental

 

Sumber :

Bridges to Recovery. (2020, October 11). I Was the Victim of Gaslighting: How Treatment Helped Me Heal After a Nervous Breakdown. https://www.bridgestorecovery.com/blog/i-was-the-victim-of-gaslighting-how-treatment-helped-me-heal-after-a-nervous-breakdown/

Crna, R. N. M. (2020, June 29). What are the long-term effects of gaslighting?https://www.medicalnewstoday.com/articles/long-term-effects-of-gaslighting

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengelola Trauma dan Stres akibat Gaslighting — DeepTalk