Semua artikel
Perilaku

Mengapa Seseorang Oversharing? Berikut Alasan Psikologis yang Mendorongnya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengeluarkan atau melampiaskan perasaan untuk mengurangi tekanan dalam hidup adalah hal yang sangat dianjurkan oleh para terapis atau ahli psikolog. Ini bisa dilakukan dengan curhat pada orang terdekat atau mungkin melakukan konsultasi dengan terapis. Namun, ada beberapa orang yang merasa bahwa mereka harus membagikan segalanya dengan alasan lainnya, sehingga berakhir pada kebiasaan oversharing.

Oversharing atau berbagi secara berlebihan mengacu pada tindakan berbagi terlalu banyak nformasi pribadi, yang seringkali dilakukan dengan cara yang tidak pantas atau sembrono. Di sisi lain, ini berbeda dengan curhat yang mengacu pada kesediaan untuk terbuka dan jujur tentang perasaan, pikiran dan pengalaman seseorang, yang bahkan ketika melakukannya mungkin sulit atau tidak nyaman.

Keduanya melibatkan pembagian informasi pribadi, tetapi perbedaan utamanya terletak pada maksud dan konteks di mana informasi tersebut dibagikan. Oversharing dapat dimotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan perhatian atau validasi dan mungkin tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap diri sendiri atau orang lain. Sedangkan curhat melibatkan kesediaan untuk terbuka dan jujur tentang pengalaman seseorang dengan cara yang memupuk hubungan dan pemahaman yang lebih dalam.

Keadaan Emosional Ketika Oversharing

Kebanyakan mereka yang terbiasa oversharing mengalami emosi yang kuat. Ini mungkin termasuk kebutuhan akan validasi atau perhatian, perasaan rentan atau tidak nyaman, hingga keinginan untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat yang lebih dalam.

Adanya kemungkinan keadaan emosional ini muncul sebagai akibat dari tantangan pribadi atau peristiwa kehidupan yang signifikan, dan berbagi secara berlebihan dapat berfungsi sebagai mekanisme penanggulangan untuk memproses dan mengatur emosi ini. Dimana mereka ingin orang lain juga mengetahui bahwa perasaan ini adalah alami, dan itu adalah bagian penting dari menjadi manusia.

Berbagi informasi pribadi dengan orang lain bisa menjadi cara yang sehat dan tepat untuk memproses dan mengatur emosi, terhubung dengan orang lain, dan mendapatkan dukungan. Namun sebelum berbagi detail intim, ada baiknya untuk bertanya pada diri sendiri mengapa merasa perlu untuk melakukannya. Ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana mendekati pengungkapan diri dengan cara yang sehat.

Baca juga: Pelukan Memberikan Manfaat Bagi Kesehatan dan Kebahagiaan Jiwa, Benarkah?

Alasan Psikologis Seseorang Melakukan Oversharing

Ada beragam alasan psikologis seseorang yang mendasari seseorang melakukan oversharing. Mereka mungkin melakukannya akibat keinginan untuk mendapatkan perhatian atau validasi, kurangnya batasan, kebutuhan akan regulasi emosional, norma sosial yang mendorong berbagi, atau masalah kesehatan mental. Oversharing juga bisa menjadi cara bagi orang untuk mendapatkan perhatian atau kekaguman dari orang lain, atau tanda kurangnya batasan yang sehat dalam hubungan.

Selain itu, ada beberapa alasan psikologis lainnya yang mendorong seseorang berani untuk berbagi berlebihan atau oversharing, bahkan dengan orang yang tidak dekat sekalipun. Diantaranya yakni sebagai berikut.

Rasa Keintiman yang Salah

Ada alasan psikologis yang salah ketika orang yang jauh dari circle Anda, seperti tukang cukur rambut sekalipun, bisa mendengarkan diri Anda oversharing dengan membagikan detail intim kehidupan Anda. Saat seseorang menyentuh Anda, itu bisa menciptakan rasa keintiman yang palsu.

Bahkan Anda mungkin tidak mengetahui nama orang tersebut, tetapi Anda telah merasa intim dengannya akibat mereka yang berada di ranah pribadi Anda melalui sentuhan. Bagi banyak orang, sentuhan fisik itu memberi mereka “izin” untuk mulai berbicara seolah-olah sedang berkomunikasi dengan teman dekat atau pasangan.

Terhibur Dengan Orang Asing

Orang cukup sering memberi tahu orang asing tentang rahasia terdalam dan tergelap mereka. Bahkan orang tersebut baru ditemui hari itu juga, karena duduk disamping Anda karena sama-sama menunggu antrian, misal. Ada perasaan nyaman ketika seseorang lebih memilih orang asing untuk mendengarkan pengalaman pribadi Anda.

Ini dikarenakan orang asing tidak akan menghakimi Anda, dan mungkin itu menjadi hal yang tidak penting jika mereka pun tetap melakukannya. Anda mungkin berpikir tidak akan melihat orang itu lagi. Bagi sebagian orang, menceritakan rahasia yang memalukan dan kenangan menyakitkan kepada orang asing adalah alternatif terapi yang lebih murah.

Upaya Salah Arah untuk Mempercepat Hubungan

Saat Anda bertemu seseorang yang baru, akan ada sedikit kecanggungan dan ketegangan saat Anda mulai merundingkan hubungan tersebut. Anda harus mencari petunjuk untuk menguraikan apakah orang tersebut menyukai Anda atau tertarik untuk mengenal Anda lebih baik.

Banyak orang menemukan bahwa fase awal ini memicu kecemasan. Dalam upaya untuk melewati periode “mari kita saling mengenal” ini, mereka mengungkapkan masalah dengan fungsi tubuh atau fobia aneh. Mereka berharap berbagi detail pribadi akan dengan cepat membawa hubungan ke tingkat selanjutnya.

Batasan yang Buruk

Oversharers atau para pembagi informasi yang kebanyakan itu terkadang tidak memiliki batasan pribadi. Mereka tidak tahu bahwa tidak pantas memberi tahu rekan kerja tentang masalah hubungan atau mengungkapkan masalah keuangan mereka kepada orang asing.

Orang yang tidak memiliki batasan terkadang tidak memiliki hubungan dekat, dan kemungkinan besar karena mereka telah membuat orang menjauh. Akibatnya, mereka sering kekurangan orang kepercayaan dekat yang tertarik mendengar tentang masalah pribadi mereka.

Upaya Terburu-buru Untuk Membuat Orang Lain Merasa Nyaman

Ketika seseorang mengungkapkan masalah pribadi yang terasa intim, pendengar yang tidak menaruh curiga ditempatkan di tempat yang canggung. Pendengar yang peduli akan sering mencoba membantu orang yang berbagi terlalu banyak merasa lebih nyaman dengan membagikan detail pribadinya sendiri.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Luka Inner Child

 

Sumber:

Morin, A. (2016, July 21). 5 Reasons We Tell People More Than We Should. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201607/5-reasons-we-tell-people-more-than-we-should

Katsha, H. (2023, January 9). The Psychology Of The Overshare – And How To Be Healthily Vulnerable. HuffPost UK. https://www.huffingtonpost.co.uk/entry/why-we-overshare-healthy-vulnerability_uk_63b83c23e4b0d6f0b9fa87f2

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Seseorang Oversharing? Berikut Alasan Psikologis yang Mendorongnya — DeepTalk