Deeptalk.co.id – Di balik fenomena Diogenes Syndrome, terdapat lapisan-lapisan misteri yang membutuhkan pemahaman yang lebih dalam. Kondisi ini, yang seringkali diidentifikasi dengan perilaku pengumpulan sampah yang berlebihan, isolasi sosial yang ekstrem, dan perawatan diri yang buruk, menjadi lebih kompleks ketika kita mencoba menggali penyebab yang mendasari munculnya diogenes syndrome pada seseorang.
Artikel ini akan memperkenalkan kita pada sisi tersembunyi dari Diogenes Syndrome, membongkar apa yang mungkin memicu kondisi ini, serta memberikan wawasan tentang bagaimana penyebab-penyebab ini dapat memengaruhi individu yang terkena dampak dan masyarakat di sekitarnya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang akar permasalahan Diogenes Syndrome, kita dapat memainkan peran dalam memberikan dukungan, memahami, dan mungkin mencari solusi untuk membantu individu yang terkena dampaknya, yang seringkali terpinggirkan dan memerlukan perhatian khusus.
Mengenai Diogenes Syndrome

Diogenes syndrome adalah gangguan kesehatan mental yang memuat kondisi penderitanya mengabaikan perawatan diri hingga menimbulkan penimbunan barang di tempat tinggalnya. Gangguan kesehatan mental ini identik dialami oleh para lansia, meskipun tidak menutup kemungkinan orang muda bisa mengalaminya. Kondisi ini diambil dari nama seorang filsuf Yunani Kuno, Diogenes yang hidup di tong pada masa hidupnya.
Sindrom diogenes merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan kebiasaan penimbunan, kebersihan pribadi yang buruk, serta tempat tinggal yang tidak rapi. Ini cenderung memengaruhi pria dan wanita lansia sehingga dikenal juga dengan istilah sindrom kemelaratan pikun. Mereka yang mengalami diogenes syndrome ini tidak menunjukkan kepedulian terhadap perawatan diri atau menjaga kebersihan lingkungan hidupnya. Penderita sindrom ini juga tampaknya tidak peduli dengan kondisinya sendiri dan membiarkan reaksi orang lain terhadap hidupnya.
Diogenes dianggap sebagai reaksi terhadap tragedi di akhir kehidupan dalam beberapa kasus, seperti kematian pengasuh atau pasangan seumur hidup. Perawatan biasanya rumit karena orang tersebut tidak ingin ada orang yang mengganggu cara hidupnya, sehingga menyebabkan kurangnya kerja sama dan perlawanan.
Budaya yang berbeda memiliki perspektif berbeda mengenai perlindungan dan kebersihan diri. Akibatnya, banyak orang yang mengidap diogenes syndrome sulit didiagnosis dan diobati. Sedangkan jika kondisi tersebut tidak ditangani, kebersihan yang buruk dan pengabaian diri dapat menimbulkan bahaya bagi orang tersebut.
Ada 2 jenis diogenes syndrome, yakni primer dan sekunder:
Diogenes syndrome primer : sindrom diogenes tipe primer tercatat tidak disebabkan oleh kondisi medis saat ini, yang berarti terjadi secara tiba-tiba dan mungkin memiliki alasan khusus untuk kejadian tersebut.
Diogenes syndrome sekunder : tipe sekunder ini menandakan diogenes syndrome yang berasal dari penyakit kesehatan mental lainnya.
Sindrom pengabaian diri, sindrom gangguan sosial pikun atau ekstrem, sindrom Messy House, dan sindrom kemelaratan pikun adalah istilah lain untuk sindrom Diogenes.
Baca juga: Mengenal Euforia : Gangguan Kegembiraan yang Berlebihan
Penyebab Diogenes Syndrome

Untuk penyebab pasti dari gangguan kesehatan mental diogenes syndrome ini oleh peneliti masih belum jelas, dan hingga kini para ahli masih meneliti penyebabnya. Sebagian besar dari apa yang diketahui dari studi kasus individual di mana pola perilaku tertentu menjadi jelas. Sehingga ada dugaan bahwa diogenes syndrome berkembang sebagai respons terhadap peristiwa yang penuh tekanan atau traumatis, seperti kehilangan pasangan lama yang selalu menemani kehidupannya. Penurunan sementara dalam perawatan diri selama masa berkabung tampaknya akan diperpanjang tanpa batas waktu pada penderita diogenes syndrome.
Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang tampaknya berlaku sebagai penyebab dari adanya diogenes syndrome, yakni:
- Usia tua
- Hidup sendiri, karena perceraian, ditinggalkan, atau kematian orang yang dicintai
- Kecenderungan ke arah introversi dan penarikan diri dari pergaulan
- Riwayat penyakit mental
- Demensia
- Kerusakan pada lobus frontal, pusat pengambilan keputusan di otak
- Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan
Yang terakhir ini merupakan faktor penyebab yang sangat penting pada gangguan diogenes syndrome. Perilaku adiktif umum terjadi pada penderita sindrom ini yang mungkin sebagai mekanisme mengatasi depresi, kesepian, dan isolasi sosial.
Diagnosa Diogenes Syndrome
Dikarenakan banyak penderita diogenes syndrome yang hidup terisolasi, sering kali salah satu anggota keluarga harus memberitahukan kondisinya kepada petugas medis. Alternatif lainnya dimana diogenes syndrome ini menimbulkan konflik dengan tetangga karena bau, hama, atau lingkungan yang rusak kadang-kadang akan mengakibatkan keterlibatan polisi atau otoritas sipil lainnya, yang dapat mendorong keterlibatan medis, terutama jika ada bahaya bagi masyarakat.
Peneliti medis belum mengembangkan diagnosis yang direkomendasikan atau rencana pengobatan untuk diogenes syndrome. Seorang dokter atau penyedia layanan kesehatan mental mungkin ingin mendokumentasikan gejala-gejalanya, mempelajari riwayat kesehatan individu, dan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab non-psikiatrik dari pengabaian diri, penimbunan, dan perilaku lain yang diamati. Hal ini mungkin melibatkan penggunaan teknologi pencitraan untuk menentukan adanya kerusakan otak di lobus frontal.
Dokter atau penyedia layanan kesehatan mental juga akan mencari tanda-tanda kondisi kesehatan perilaku lainnya, termasuk alkoholisme dan penyalahgunaan obat-obatan. Perawatan terhadap kondisi tersebut akan mengikuti diagnosis lebih lanjut.
Baca juga: Kenali 2 Jenis Body Dysmorphia Disorder Berikut Ini
Sumber:
Diogenes Syndrome: What You Need To Know. (2022, June 3). Aston Gardens. https://www.astongardens.com/senior-living-blog/diogenes-syndrome-what-you-need-to-know/
Diogenes Syndrome (Senile Squalor Syndrome) | Baptist Health. (2023). Baptist Health. https://www.baptisthealth.com/care-services/conditions-treatments/diogenes-syndrome
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



