Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengapa Penderita Borderline Personality Disorder Sering Melakukan Self-Harm?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id –Kamu mungkin pernah mendengar tentang borderline personality disorder (BPD)? Lalu apakah kamu tau tindakan self-harm yang terkait dengan penderita borderline personality disorder? Fenomena ini mungkin sulit dipahami, tetapi kita bisa mencoba memahami mengapa penderita BPD sering melakukan self-harm.

Dalam artikel ini, kita akan memahami alasan di balik perilaku self-harm pada penderita BPD. Mari kita jawab pertanyaan tersebut bersama.

Keterampilan Emosional yang Terbatas 

Salah satu alasan mengapa penderita Borderline Personality Disorder (BPD) sering melakukan self-harm adalah karena mereka memiliki keterampilan emosional yang terbatas. BPD ditandai dengan kesulitan dalam mengatur dan mengelola emosi secara efektif. Mereka seringkali merasakan emosi yang intens dan tidak stabil. Mereka juga sulit untuk mengekspresikan emosi tersebut secara verbal seperti orang lain. Akibatnya, mereka mencari cara alternatif untuk meredakan rasa sakit yang mereka rasakan. Dan self-harm mungkin menjadi salah satu cara yang mereka temukan.

Dalam situasi di mana penderita BPD merasa terjebak dalam kekacauan emosional yang sulit. Dimana mereka sulit menjelaskan dengan kata-kata. Maka self-harm dapat berfungsi sebagai mekanisme untuk mengungkapkan rasa sakit secara fisik. Dalam beberapa kasus, melukai diri sendiri memberikan rasa pemusatan perhatian pada rasa sakit fisik. Yang lebih mudah dipahami dan diatasi daripada rasa sakit emosional yang rumit. Meskipun self-harm memberikan perasaan sesaat. Bahwa mereka memiliki kendali atas tubuh mereka. Penting untuk diingat bahwa self-harm bukanlah solusi yang sehat atau efektif dalam mengatasi masalah yang dihadapi penderita BPD.

Baca juga: Mengapa Diagnosa Dini Penting dalam Mengatasi Borderline Personality Disorder?

Mengungkapkan Rasa Sakit secara Fisik

Penderita BPD seringkali mengalami rasa sakit emosional yang mendalam dan intens. Mereka mungkin merasa terperangkap dalam labirin emosi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dalam situasi-situasi seperti ini, self-harm dapat berperan sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit emosional. Sehingga mengubahnya menjadi rasa sakit fisik yang lebih dapat dipahami.

Rasa sakit fisik dapat menjadi bentuk ekspresi yang lebih terlihat dan dapat dirasakan secara konkret. Pada penderita BPD, mereka merasa hancur, tak berdaya secara emosional dan merasakan rasa sakit fisik. Tapi melalui self-harm memberikan sensasi yang lebih terkendali. Dalam beberapa kasus, tindakan self-harm dapat memberikan pemusatan perhatian pada rasa sakit fisik yang dirasakan. Sehingga mengalihkan fokus dari rasa sakit emosional yang mungkin terasa terlalu berat dan tidak terkendali.

Mencari Perhatian dan Bantuan

Saat penderita Borderline Personality Disorder (BPD) merasa terisolasi dan kesulitan dalam menyampaikan apa yang mereka rasakan. Maka self-harm dapat menjadi panggilan untuk mendapatkan perhatian dan bantuan. Mereka merasa bahwa orang di sekitar mereka tidak memahami kondisi mereka secara mendalam. Sehingga self-harm menjadi cara untuk menunjukkan dengan tegas bahwa mereka sedang berjuang dan membutuhkan bantuan.

Perasaan terisolasi merupakan hal umum bagi penderita BPD. Mereka sering merasa kesulitan membagikan pengalaman dan emosi mereka kepada orang lain. Dalam situasi ini, self-harm menjadi cara untuk menarik perhatian orang lain. Agar memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. Dengan melukai diri sendiri, mereka berharap orang lain akan menyadari bahwa mereka sedang mengalami penderitaan yang mendalam. Sehingga orang di sekitar mereka akan mengambil tindakan untuk membantu mereka.

Membawa Rasa Kontrol

Ketika dunia di sekitar kita terasa kacau dan tidak terkendali. Mengapa kita tidak mencoba mencari sedikit kontrol dalam diri kita sendiri? Penderita BPD sering merasa kehilangan kendali atas emosi dan kehidupan mereka. Dalam situasi seperti ini, self-harm dapat memberikan sensasi sementara bahwa mereka memiliki kendali atas tubuh mereka. Ini mungkin terdengar kontradiktif, tetapi bagi mereka, melukai diri sendiri memberikan rasa kontrol yang sesaat.

Mengalihkan Perhatian dari Masalah Lain

Seringkali, penderita BPD dihadapkan pada berbagai masalah dan konflik dalam kehidupan mereka. Mungkin mereka mengalami hubungan yang rumit, tekanan dari pekerjaan, atau masalah pribadi yang sulit diatasi. Dalam kondisi-kondisi ini, self-harm bisa menjadi mekanisme yang digunakan untuk mengalihkan perhatian dari masalah-masalah yang lebih kompleks dan sulit.

Mereka merasa terisolasi dan takut menghadapi konsekuensi dari masalah-masalah yang ada. Penderita BPD mungkin menemukan pengalihan dari masalah yang mereka punya dengan self-harm. Tindakan menyakiti diri sendiri dapat memberikan fokus dan perhatian pada rasa sakit fisik yang langsung terasa. Sehingga mengalihkan mereka dari beban masalah-masalah yang lebih mendalam dan kompleks. Dalam situasi-situasi ini, self-harm berperan sebagai alat penenang sementara. Tujuannya menghilangkan emosi yang dirasakannya.

Sekarang, kamu memiliki pemahaman tentang borderline personality disorder. Pertanyaan mengenai, Mengapa penderita borderline personality disorder sering melakukan self-harm.

Penting untuk diingat bahwa self-harm bukanlah solusi yang sehat bagi penderita BPD. Jika kamu atau seseorang yang kamu kenal mengalami masalah ini. Penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental yang berpengalaman.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Borderline Personality Disorder

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Penderita Borderline Personality Disorder Sering Melakukan Self-Harm? — DeepTalk