Semua artikel
Gangguan Psikologi

Mengapa Anak Perempuan dengan ADHD Sulit Terdeteksi Gejala ADHD Sejak Kecil?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar tentang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)? ADHD adalah gangguan neurobiologis yang umumnya terlihat pada masa kanak-kanak. Gejala utama ADHD meliputi ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, impulsivitas, serta hiperaktivitas. Meskipun gejala-gejala ini dapat terjadi pada anak laki-laki dan perempuan. Namun ada fakta menarik yang patut untuk diperhatikan. Bahwa anak perempuan dengan ADHD cenderung lebih sulit didiagnosis dibandingkan dengan anak laki-laki. Artikel ini akan membahas beberapa alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Mari kita simak bersama!

Fakta dan Anggapan yang Salah

Di lansir dari situs BBC, Menurut Elizabeth Owens, seorang asisten dosen klinis di jurusan psikologi University of California, Berkeley. Dalam penelitian ini telah membuktikan bahwa tingkat inatentif antara anak laki-laki dan perempuan adalah sama. Artinya, gejala ADHD pada kedua jenis kelamin ini tidak memiliki perbedaan signifikan. Namun, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa anak laki-laki lebih cenderung mengalami ADHD daripada anak perempuan. Sehingga, ada kecenderungan untuk lebih memperhatikan gejala ADHD pada anak laki-laki. Disisi lain, kurang peka terhadap anak perempuan yang mungkin mengalami gangguan ini.

Akibatnya, anak perempuan dengan ADHD seringkali terabaikan dalam proses diagnosisnya. Mereka mungkin lebih mudah dianggap sebagai anak yang pemalu, pendiam, atau bahkan dianggap hanya memiliki sifat manja. Padahal, pada kenyataannya, gejala ADHD pada anak perempuan bisa sangat mirip dengan anak laki-laki.

Baca juga: Dampak Psikologis Intergenerational Trauma

Stereotip Gender yang Memengaruhi Diagnosis

Peran stereotip gender juga turut berperan dalam kesulitan mendeteksi gejala ADHD pada anak perempuan. Dalam masyarakat, seringkali diharapkan bahwa anak perempuan harus berperilaku lebih lembut, tenang, dan tertutup daripada anak laki-laki. Sebaliknya, anak laki-laki diharapkan lebih energik, aktif, dan cenderung lebih impulsif. Pandangan ini menyebabkan orang dewasa cenderung bereaksi berlebihan ketika melihat gejala ADHD pada anak laki-laki. Sementara gejala yang sama pada anak perempuan sering kali diabaikan.

Hal ini bisa menyebabkan kesalahan dalam diagnosis. Sehingga banyak anak perempuan yang seharusnya terdeteksi sejak ini menjadi tidak terdiagnosis. Akibatnya, mereka tidak mendapatakan penanganan awal yang seharusnya mereka dapatkan. Faktanya, banyak anak perempuan dengan ADHD yang pada akhirnya hanya dianggap sebagai gadis yang manja atau malas belajar.

Harapan Perilaku Berbeda untuk Anak Laki-laki dan Perempuan

Anak perempuan sering diharapkan untuk berperilaku lebih lembut, tenang, dan sopan. Sementara anak laki-laki diharapkan lebih energik, aktif, dan cenderung lebih impulsif. Sebagai contoh, anak perempuan yang lebih pendiam dan cenderung menghabiskan waktu dalam aktivitas-aktivitas yang tenang. Bagi orang dewasa akan menganggap sebagai anak yang patuh dan mudah diatur. Sementara perilaku yang sama pada anak laki-laki mungkin dianggap sebagai tanda hiperaktivitas.

Ketika seorang anak perempuan menunjukkan gejala ADHD, seperti kesulitan berkonsentrasi atau impulsivitas. Bisa jadi gejala-gejala ini tidak segera diidentifikasi sebagai gejala ADHD karena tidak sesuai dengan harapan perilaku “tipikal” seorang gadis.

Kurangnya Kesadaran tentang ADHD pada Anak Perempuan

Stereotip gender juga dapat menyebabkan kurangnya kesadaran tentang ADHD pada anak perempuan. Karena orang dewasa cenderung lebih memperhatikan gejala-gejala ADHD pada anak laki-laki, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Anak perempuan dengan ADHD seringkali terabaikan. Mereka dianggap sebagai anak yang pemalu, penurut, atau hanya memiliki masalah perilaku yang kurang serius.

Kurangnya kesadaran ini juga berdampak pada bertambahnya gejala psikologis yang muncul saat dewasa. Jika tidak ada kesadaran tentang potensi gejala ADHD pada anak perempuan. Maka diagnosa dan pengobatan untuk gangguan ini mungkin tidak diberikan tepat waktu.

Kemampuan Anak Perempuan dalam Mengatasi Gejala ADHD

Salah satu alasan mengapa anak perempuan dengan ADHD sulit terdeteksi adalah karena mereka cenderung lebih baik dalam mengimbangi gejala ADHD mereka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak perempuan cenderung memiliki gejala ADHD yang lebih ringan dibandingkan dengan anak laki-laki. Mereka mungkin lebih terampil dalam menutupi ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau hiperaktivitas yang dimilikinya.

Anak perempuan seringkali belajar untuk mengatasi hambatan-hambatan ini secara internal. Mereka mungkin mencari cara untuk tetap fokus atau mencari cara alternatif untuk melepaskan energi tanpa terlihat terlalu hiperaktif. Akibatnya, gejala ADHD pada anak perempuan tidak terlalu mencolok, sehingga sulit untuk terdeteksi.

Jadi, ADHD adalah gangguan yang dapat mempengaruhi anak-anak. Namun, anak perempuan dengan ADHD seringkali diabaikan gejalanya karena berbagai faktor yang telah disebutkan di atas.

Dengan kesadaran yang lebih baik tentang ADHD pada anak perempuan. Diharapkan kita dapat memberikan perhatian dan dukungan yang tepat kepada mereka yang membutuhkan. Sehingga, mereka dapat mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dan berkembang dengan baik sesuai potensi masing-masing.

Baca juga: Trauma Yang Diwariskan Oleh Keluarga: Intergenerational Trauma

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengapa Anak Perempuan dengan ADHD Sulit Terdeteksi Gejala ADHD Sejak Kecil? — DeepTalk