Semua artikel
Relationship

Mengalami Putus Cinta Tidak Baik Untuk Kesehatan Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Jatuh cinta merupakan perasaan yang sangat membahagiakan. Berada di dekat orang yang kita cintai akan membuat kita merasa aman dan nyaman. Hal ini tidak mengherankan mengingat hormon serotonin meningkat saat kamu merasakan jatuh cinta. Hormon serotonin ini dapat mengurangi gejala depresi, stress, dan kecemasan.

Tidak hanya bertemu dengan orang yang kita cintai, sekedar membayangkan atau melihat fotonya saja sudah membuat kita merasa bahagia. Sayangnya, banyak kasus yang membuat kebahagiaan itu sirna. Cukup banyak manusia yang mengalami putus cinta, bahkan hingga berkali-kali dalam waktu yang singkat.

Sebaliknya, jika jatuh cinta membuat kamu merasa bahagia, putus cinta akan membuat kamu merasakan kesedihan yang mendalam. Tidak semua orang memiliki manajemen emosi yang baik, hal ini membuat beberapa orang terpuruk terlalu dalam akibat putus cinta.

Putus cinta tidak hanya membuat seseorang sakit hati, melainkan juga dapat membuat fisik dan mentalnya sakit. Kesedihan yang terlalu mendalam ini seringkali berdampak kepada pola makan dan pola hidup yang berantakan, tidak heran mengapa fisik juga bisa sakit karenanya.

Mental yang terganggu saat putus cinta akan membuat seseorang tidak bisa berpikir dengan jernih. Tidak jarang seseorang mengalami stress hingga depresi akibat putus cinta. Dalam beberapa kasus, orang juga akan mengalami trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, mental orang yang mengalami putus cinta juga akan terganggu.

Bahaya Putus Cinta

Seperti yang sudah dipaparkan di atas bahwa putus cinta mendatangkan berbagai macam bahaya untuk kesehatan fisik dan juga mental. Berikut beberapa bahaya lainnya yang ditimbulkan akibat putus cinta:

Kurang tidur atau kebanyakan tidur

Seseorang yang mengalami putus cinta cenderung akan mengalami gangguan pada pola tidurnya. Kasus pada masing-masing orang mungkin akan berbeda. Beberapa orang justru mengalami susah tidur akibat pikiran yang selalu aktif dikarenakan putus cinta. Beberapa lainnya akan kebanyakan tidur sebagai pelarian dari perasaan putus cinta yang dialami.

Tidur yang terganggu ini akan membuat seseorang memiliki emosi yang tidak baik. Hal ini tentu akan mendatangkan dampak negatif bagi kesehatan mental orang tersebut.

Tidak nafsu makan atau kebanyakan makan

Sama dengan pola tidur, orang yang mengalami putus cinta juga cenderung mengalami gangguan pada pola makannya. Kasus setiap orang akan berbeda-beda, ada yang menjadikan makan sebagai pelarian hingga membuatnya makan dalam jumlah yang besar, ada yang justru tidak nafsu makan akibat terlalu terpuruk.

Pola makan yang tidak teratur ini dapat mengganggu keseimbangan berat badan. Makanya beberapa orang mengalami penurunan berat badan yang drastis setelah putus cinta, beberapa lainnya justru mengalami kenaikan berat badan.

Memicu sindrom patah hati

Sindrom pata hati atau yang juga disebut dengan broken heart syndrome merupakan kelainan pada jantung yang diakibatkan oleh stress berlebih karena patah hati. Sindrom inilah yang membuat jantung berdebar tidak beraturan saat seseorang mengalami patah hati.

Gejala yang ditimbulkan akibat sindrom patah hati ini adalah nyeri dada, sesak nafas, detak jantung tidak beraturan, dan tubuh terasa lemas. Meski demikian, sindrom tersebut akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih seminggu.

Namun, jika kamu mengalami gejala yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama, ada baiknya memeriksakan kondisi tersebut ke dokter atau para ahli. Pasalnya, setiap orang memiliki penyembuhan yang berbeda-beda dari perasaan putus cinta yang mereka alami.

Keinginan untuk bunuh diri

Putus cinta pada beberapa orang akan membuat mereka merasakan keterpurukkan yang mendalam. Cukup banyak orang yang menyalahkan dirinya sendiri akibat kejadian yang telah dialami. Hal ini seringkali mengundang pikiran untuk mengakhiri kehidupan.

Walaupun dialami oleh semua orang, namun banyak kasus yang akhirnya memilih untuk bunuh diri. Baik itu putus cinta akibat ditinggalkan pasangan atau putus cinta akibat ditinggalkan orang-orang terkasih. Untuk itu, sangat diperlukan support dari lingkungan untuk tidak menghadirkan pikiran bunuh diri ini.

Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik

Tips Mengantisipasi Bahaya Putus Cinta

Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa banyak sekali bahaya yang ditimbulkan oleh putus cinta. Untuk itu, diperlukan penanganan khusus agar bahaya tersebut tidak terjadi dalam kehidupan kita.

Jika kamu mengalami putus cinta, langkah awal yang harus kamu lakukan adalah bangkit dan jangan menutup diri. Tidak ada salahnya berbagi masalah yang sedang kamu hadapi. Jika kamu tidak memiliki teman curhat, menulis jurnal bisa menjadi media pelampiasan emosimu.

Tidak apa-apa untuk menangis dan sesekali bersedih. Jangan memendam perasaan tersebut, keluarkan dan ekspresikan segala emosi yang kamu rasakan. Setelah itu, tetap jalani kehidupan mu, sebagaimana sebelumnya kamu hidup.

Untuk beberapa orang, bantuan dari para ahli akan sangat berguna. Kamu tidak perlu takut mengunjungi psikolog untuk sekedar berbagi cerita. Beberapa kasus, putus cinta membutuhkan sedikit penanganan dari psikolog. Contohnya pada kasus kehilangan atau meninggalnya orang yang dicintai. Hal ini dilakukan untuk mengatasi PTSD atau post traumatic stress disorder.

Putus cinta bukanlah hal yang bisa dihindari. Kita tidak tahu kapan dan seberapa besar akibat dari putus cinta yang akan kita alami kelak. Untuk itu, memiliki manajemen stress yang baik akan sangat membantu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Personality Disorder: Kenali Gangguan Kepribadian Histrionik

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengalami Putus Cinta Tidak Baik Untuk Kesehatan Mental — DeepTalk