Deeptalk.co.id – Gaslighting menjadi istilah yang populer belakangan ini. Dengan merujuk pada kondisi yang terjadi pada toxic relationship, gaslighting ditandai dengan serangkaian perilaku manipulatif dengan tujuan untuk mendapatkan kendali korbannya. Ini pun membuat si korban gaslighting menjadi tidak nyaman hingga menyimpan rasa bersalah.
Gaslighter akan menyalahkan korban atas perasaan mereka, memberi tahu apa yang Anda lihat atau dengar tidak benar, mengadu domba Anda dengan keluarga dan teman, memberi tahu orang bahwa Anda gila, dan mengasingkan Anda. Perilaku abusive ini terjadi dalam hubungan , tetapi gaslighting orang tua dan gaslighting di tempat kerja juga umum terjadi.
Setelah Anda meninggalkan hubungan gaslighting, Anda mungkin merasakan berbagai macam emosi—kemarahan, kelegaan, kesedihan, dan bahkan keputusasaan. Semua perasaan ini normal setelah putus cinta, terutama akan lebih terasa bila setelah putus cinta dengan gaslighter.
Anda tidak hanya bergulat dengan kehilangan seseorang yang mungkin sangat Anda sayangi, tetapi Anda juga memproses rasa sakit karena disakiti oleh orang itu. Anda mempercayakan hati Anda kepada seseorang yang tidak sesuai perkiraan Anda, dan mereka melakukan upaya bersama untuk menipu, merusak kepercayaan diri, hingga membuat Anda mempertanyakan realitas diri Anda.

Menghilangkan Rasa Bersalah Akibat Gaslighting
Memulihkan rasa diri itu bukanlah tugas yang mudah, jadi jangan merasa sedih jika awalnya Anda merasa sangat tersesat dan kerap merasa bersalah. Perlu diingat bahwa Anda pasti bisa sembuh dari keadaan ini.
Berikut adalah enam langkah paling penting untuk mendapatkan kembali kewarasan Anda setelah Anda terkena gaslighting :
1. Akui dan Tegaskan Kembali Value Diri Anda
Penting untuk dipahami bahwa seorang gaslighter memiliki pola yang jelas dalam perilakunya. Mereka mungkin memperlakukan korbannya seperti raja/ratu di awal pertemuan, lalu kemudian memperlakukannya dengan rendah.
Anda tidak melakukan kesalahan apapun yang menyebabkan mereka memperlakukan Anda seperti itu. Gaslighter memiliki jurang kebutuhan yang tak berdasar, dan merasa kuat dengan adanya diri Anda. Oleh karena itu, jangan pernah menyalahkan diri sendiri, karena itu bukan salah Anda.
Diingat juga, semakin Anda lemah, maka semakin mudah Anda dimanfaatkan. Tingkatkan value diri Anda untuk melawan para gaslighter dan untuk menghilangkan perasaan bersalah pada diri Anda.
Baca juga: Memahami Bagaimana Bullying Mempengaruhi Kesehatan Mental
2. Cut Off Orang-Orang Toxic
Orang-orang toxic disini termasuk pelaku gaslighting. Semakin jauh Anda dengan mereka, maka semakin mudah untuk Anda sembuh.
Namun sayangnya, gaslighter memiliki kemampuan “hoovering” yang mencoba menyedot Anda kembali agar tetap memiliki hubungan dengan mereka. Jangan terkecoh dan tetap ingat bahwa hubungan dengan gaslighter merupakan hal yang buruk, terlepas dari seberapa banyak mereka mengatakan bahwa mereka telah berubah.
Block seluruh kontaknya, baik nomor telepon, email, atau akun media sosialnya. Jangan menjawab nomor telepon atau menerima pesan dari pengguna yang tidak dikenal.
3. Jangan Sering Bandingkan Diri dengan Orang Lain
Ingat pada aturan pertama untuk tetap pada value diri Anda. Ini akan membantu diri Anda terhindar dari rasa bersalah akibat perlakuan gaslighting. Oleh karena itu, jangan sering membandingkan diri Anda dengan orang lain, karena Anda jelas berbeda dan istimewa.
Apalagi jika berhubungan dengan gaslighter dengan kehidupan barunya. Akan sia-sia juga jika Anda terlalu membandingkan diri dengan orang baru yang ditemui gaslighting tersebut.
Mereka mungkin setelah terbebas dengan Anda, akan menjalin hubungan dengan orang baru. Gaslighter memulai hubungan baru dengan orang lain selain Anda tentu bukan salah Anda. Itu tidak ada hubungannya dengan seberapa baik atau berharganya Anda sebagai pribadi, tidak peduli apa yang mungkin dikatakan oleh gaslighter itu kepada Anda.
Gaslighter terkenal karena berselingkuh atau memulai hubungan baru segera setelah “kebaruan” dari hubungan aslinya memudar. Mereka akan melakukan ini pada pasangan berikutnya juga. Gaslighter akan melakukan apa saja untuk memenuhi lubang kebutuhan yang tak berdasar itu.
4. Luangkan Waktu Untuk Terhubung Kembali dengan Identitas Anda
Gaslighting seringkali membuat Anda kehilangan pandangan, tidak hanya pada kenyataan tetapi juga diri Anda sendiri. Bergantung pada lamanya hubungan, gaslighter mungkin telah memanipulasi Anda sedemikian rupa sehingga Anda bahkan tidak yakin lagi dengan suka dan tidak suka Anda.
Sekarang, saatnya untuk berhubungan kembali dengan diri sendiri. Salah satu cara yang bagus untuk memulai adalah dengan menulis tentang diri Anda sendiri, yang membantu Anda menghubungi Anda yang mungkin telah hilang. Tuliskan apa yang Anda sukai, apa yang membuat Anda gila, dan apa yang Anda takuti.
Anda juga dapat membuat jurnal tentang bagaimana gaslighter menyakiti Anda dan perasaan apa yang Anda alami setelah putus. Menuliskan perasaan membantu mengeluarkannya dari kepala kita dan membantu kita tidak menganalisis secara berlebihan.
Selain itu, luangkan waktu untuk menuliskan apa yang Anda peroleh dengan melalui pengalaman ini. Anda pelan-pelan akan belajar bahwa Anda memiliki sumber kekuatan di dalam diri Anda.
5. Berlatihlah Memaafkan
Memaafkan bukan berarti menolerir apa yang dilakukan gaslighter terhadap Anda. Pemberian maaf ini adalah sebagai bentuk melepaskan harapan bahwa masa lalu bisa berbeda. Hal ini merupakan proses yang berkelanjutan.
Anda tidak memaafkan pelaku gaslighting demi mereka, tetapi ini dilakukan demi kesejahteraan Anda sendiri. Memaafkan artinya Anda dapat menerima apa yang terjadi sehingga Anda bisa mulai melangkah untuk maju.
Baca juga: Cara Memulihkan Diri Setelah Mengalami Kondisi Trauma
Sumber:
Mindbodygreen. (2021, June 25). How To Regain Your Sanity After You’ve Been Gaslighted. Mindbodygreen. https://www.mindbodygreen.com/articles/what-to-do-when-youve-been-gaslighted
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



