Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah wajar peri? Jika belum pernah, wajah peri merupakan julukan yang diberikan kepada penderita williams beuren syndrome. Dimana pada kondisi tersebut seseorang cenderung memiliki wajah yang selalu terlihat tersenyum. Karena inilah mereka akhirnya mendapatkan julukan wajah peri.
Sayangnya, kondisi williams beuren syndrome merupakan sebuah kelainan genetik yang akhirnya mempengaruhi banyak bagian tubuh. Untuk mengenal lebih dalam mengenai kondisi yang satu ini, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai williams beuren syndrome. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca atau orang sekitar memiliki kondisi williams beuren syndrome, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Selain itu, kondisi ini juga perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin.
Pengertian Williams Beuren Syndrome

Williams beuren syndrome atau yang dikenal juga dengan istilah sindrom williams ini merupakan kelainan genetik yang umumnya tidak diturunkan dari orang tua atau kerabat terdekat. Walaupun beberapa kasus williams beuren syndrome memang terjadi akibat turunan, tapi tidak banyak.
Williams beuren syndrome adalah gangguan genetik yang paling langkah dan dapat mengakibatkan gangguan pada perkembangan serta pertumbuhan anak. Selain itu, penderita williams beuren syndrome juga ditandai dengan adanya kepribadian yang khas, kelainan pada bentuk wajah, kelainan jantung, serta kelainan pada pembuluh darah.
Penderita williams beuren syndrome umumnya membutuhkan penanganan dan kontrol rutin dengan dokter seumur hidup mereka. Meski demikian, penderita williams beuren syndrome juga bisa menjalani hidup normal selama mereka mendapatkan penanganan yang tepat.
Williams beuren syndrome juga dikenal sebagai keterlambatan pertumbuhan sebelum dan sesudah lahir atau dalam istilah medis disebut dengan retardasi pertumbuhan prenatal dan postnatal. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja.
Penderita williams beuren syndrome umumnya memiliki kelemahan dalam kemampuan tugas visual-spasial. Dengan demikian, anak dengan williams beuren syndrome akan kesulitan dalam menggambar dan menyusun puzzle. Meski demikian, mereka cenderung baik dalam kemampuan bahasa lisan, musik, pengulangan kata, dan lain sebagainya.
Penyebab Williams Beuren Syndrome
Williams beuren syndrome disebabkan oleh perubahan atau mutasi genetik pada kromosom ke-7. Sayangnya perubahan atau mutasi genetik tersebut belum diketahui penyebab pastinya hingga saat ini. Meski demikian beberapa penderita williams beuren syndrome mengalami kondisi ini karena warisan dari riwayat keluarga atau juga bisa terjadi secara spontan.
Baca juga : Fakta Menarik Mengenai Anak Pengidap Down Syndrome
Gejala dan Ciri-Ciri Williams Beuren Syndrome

Kondisi williams beuren syndrome sebenarnya sangat mudah untuk diketahui. Pasalnya kondisi ini memiliki beberapa ciri-ciri yang tampak oleh mata. Walaupun demikian, pemeriksaan secara medis tetap perlu dilakukan untuk memastikan hal tersebut.
Adapun gejala dan ciri-ciri penderita williams beuren syndrome bisa dilihat dari beberapa hal berikut:
Kondisi fisik
Penderita williams beuren syndrome umumnya menunjukkan ciri-ciri fisik berupa dahi yang lebar, mata sembab, adanya lipatan kulit di sudut mata, matang hidung yang pesek dan cenderung besar pada ujung hidung, mulut lebar dan selalu terlihat tersenyum, gigi yang berukuran kecil, pipi bulat, dan dagu kecil.
Kelainan pada peredaran darah
Penderita williams beuren syndrome juga cenderung memiliki kelainan pada peredaran darah seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyempitan pada pembuluh arteri terbesar (aorta) dan arteri paru-paru, serta penyakit jantung.
Gangguan pertumbuhan
Anak dengan kondisi williams beuren syndrome juga memiliki gangguan pada pertumbuhan mereka. Hal tersebut mengakibatkan anak memiliki tinggi dan berat badan di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, anak dengan williams beuren syndrome juga memiliki masalah pada nafsu makannya yang akhirnya memperburuk kondisi tersebut.
Gangguan belajar
Kebanyakan anak dengan williams beuren syndrome mengalami gangguan belajar. Mereka cenderung terlambat bicara dan memahami hal-hal baru. Meski demikian, mereka tidak memiliki masalah dalam kemampuan bahasa seperti membaca dan menulis, musik, dan kemampuan dalam menghafal atau pengulangan kata.
Ceria
Penderita williams beuren syndrome memiliki kepribadian yang ceria dan ramah. Mereka senang berinteraksi dengan orang lain dan dikenal menyenangkan. Selain itu, mereka juga mudah tersenyum dan menampilkan ekspresi yang positif.
Seperti itulah ciri-ciri penderita williams beuren syndrome. Namun perlu diketahui bahwa ciri-ciri di atas tidak bisa menjadi patokan bahwa orang tersebut benar-benar mengalami williams beuren syndrome. Tetap perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Untuk itu, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya seperti Psikolog atau Psikiater agar dapat memastikan kondisi anak. Selain ini, dari konsultasi tersebut dapat ditentukan penanganan apa yang tepat untuk membantu anak tumbuh dengan baik. Pada dasarnya seseorang dengan williams beuren syndrome tetap bisa beraktivitas dengan normal selama mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Komplikasi dan Pencegahan Down Syndrome
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



