Deeptalk.co.id – Fenomena fatherless atau kehilangan sosok ayah pada anak-anak perlu menjadi perhatian bagi masyarakat. Terutama di Indonesia yang menempati posisi ketiga sebagai negara fatherless di dunia. Juga di Amerika yang berdasarkan sensus, sebanyak 43% anak Amerika Serikat hidup tanpa kehadiran ayah mereka secara fisik. Ini termasuk ayah yang absen secara emosional, yang telah terbukti memberikan dampak yang sama bagi perkembangan psikologis anak.
Tingginya statistik tersebut mencerminkan prevalensi ayah yang tidak hadir secara signifikan lebih besar. Bukan bermaksud untuk menyalahkan salah satu pihak, namun ketika salah satu dari orang tua tidak ada, atau ketika mereka bercerai tentu akan meninggalkan kekurangan yang mendalam. Statistik yang luas dan mengganggu ini mengungkapkan konsekuensi yang tidak menguntungkan karena kekurangan ini.
Perlu penanganan lebih bagi anak yang telah mengalami pengalaman hidup tanpa kehadiran ayah mereka demi perkembangannya di masa depan. Pun ketika sudah dewasa, kekurangan akan fenomena fatherless ini bisa menghambat saat melakukan aktivitas sehari hari, dan berikut adalah beberapa rekomendasi untuk mengobati luka akibat fatherless atau kehilangan sosok ayah saat anak-anak.
1. Percaya pada Kekuatan Anda Untuk Menyembuhkan

Hanya dnegan memahami kapasitas luar biasa yang Anda miliki untuk mau tumbuh dan berubah, serta menyembuhkan dan memaafkan, Anda dapat benar-benar memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Anda dapat menciptakan realitas terlepas dari apa yang terjadi pada luar diri Anda.
Percaya pada diri sendiri menjadi tingkat kekuatan dan tanggung jawab yang radikal atas kehidupan Anda sendiri, namun tetap berhasil. Tidak peduli trauma yang Anda alami, Anda memiliki kebutuhan batin yang tak tergoyahkan.
Baca juga: Bagaimana Pengaruh ‘The Spotlight Effect’ Terhadap Pandangan Diri dan Interaksi Sosial
2. Mencari Bantuan Ahli atau Profesional

Sebenarnya, membangun kesehatan mental akibat kehilangan sosok ayah sebenarnya dapat dilakukan sendiri. Namun ini tidak benar-benar memenuhi keinginan Anda untuk mencapai potensi diri yang sebenarnya.
Oleh karenanya, Anda dapat mencari bantuan dari ahli profesional dan ini bukanlah tanda kelemahan. Justru sebaliknya, membiarkan seseorang masuk di kehidupan Anda demi memberdayakan diri Anda untuk dapat berbicara banyak tentang keinginan Anda, serta kesediaan Anda untuk bertanggung jawab atas hidup Anda dan keberanian Anda untuk menjadi lebih rentan.
3. Jadilah Sadar Diri

Saat Anda memahami dampak emosional serta kecenderungan perilaku akibat luka dari kehilangan sosok ayah, Anda dapat mulai memilih untuk secara proaktif bagaimana merespons rasa sakit yang Anda alami. Serta Anda dapat meresponnya dengan mencintai dan menyadari harga diri yang lebih besar, termasuk kontrol diri dan kebijaksanaan.
Jika tidak demikian, Anda akan hidup secara reaktif, menembak dalam kegelapan dengan berperilaku secara tidak sadar dan tidak benar-benar tahu kekosongan apa yang ingin Anda isi. Luka yang dalam ini cenderung dapat merembes ke dalam hubungan dengan empat cara berbahaya. Di antaranya dapat menjadikan Anda sebagai people pleasing, orang yang haus akan cinta, terlalu berusaha memperbaiki pasangan, hingga Anda yang tidak tersedia secara emosional.
Dengan sadar diri atau berusaha mengidentifikasi ciri dari perilaku Anda sendiri, ini menjadi awal untuk Anda dapat mengubahnya. Anda tidak dapat mengubah apa yang tidak bisa Anda lihat, sehingga perlu juga untuk meminimalkan risiko pengulangan siklus yang berbahaya.
4. Jangan Melihat Luar Diri Anda Untuk Mengisi Kekosongan

Anda perlu memiliki hubungan yang baik dengan diri Anda sendiri untuk menjadi utuh. Sekeras dan berlawanan dengan intuisi, Anda harus membatasi keinginan untuk memiliki pasangan romantis hanya karena ingin mengisi kekurangan Anda.
Ini merupakan sebuah paradoks, dimana semakin Anda berupaya menjadi baik dengan diri Anda sendiri, maka semakin besar peluang Anda untuk menarik apa yang sebenarnya Anda cari. Anda tentunya membutuhkan orang lain dalam kehidupan Anda. Namun, kembali lagi pada waktu dan prioritas ketika Anda seharusnya lebih mengutamakan hubungan Anda dengan jati diri Anda sendiri terlebih dahulu.
Hanya dengan begitu, Anda benar-benar siap untuk menarik belahan jiwa. Seseorang yang dengannya anak mengalami cinta dan kepemilikan yang tulus dan tentunya bertahan lama.
5. Mengampuni, Melepaskan dan Percaya Diri

Menyalahkan menjadi landasan di antara sikap kemarahan, rasa takut dan rasa malu yang lebih besar. Terlebih saat menyalahkan situasi saat kehilangan sosok ayah, yang menjadikan malah menyalahkan diri Anda sendiri. Ini membuat Anda terjebak dan membatasi kemampuan Anda untuk menikmati berkat yang seharusnya Anda terima.
Anda sering tidak dapat melihat gambaran besar dalam hidup, sulit untuk memahami kehilangan dan kesulitan Anda. Tetapi mereka yang memercayai proses kehidupan dan lebih mampu mencintai, cenderung naik lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak bisa melepaskan dan terus menyalahkan.
Tidak mudah untuk memaafkan dan berbelas kasih dengan diri Anda sendiri. Namun, ketika Anda fokus pada berkah yang telah Anda peroleh melalui rasa sakit, cahaya akan terungkap dari kegelapan. Anda akan berhenti berharap hal-hal menjadi berbeda dan menghargai siapa diri Anda dan semua yang diberikan kepada Anda.
Baca juga: Mengapa Penting Melakukan Deep Talk Antara Orangtua dan Anak?
Sumber:
Glik, R. (2016, March 3). Hope for Healing the Wound of an Absent Father or Divorce. Dr. Rachel Glik. https://www.drrachelglik.com/blog-posts/2016/3/2/hope-for-healing-the-wound-of-an-absent-father
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



