Semua artikel
Kesehatan Mental

Memahami Tahapan atau Fase dalam Pemulihan Pasca-Trauma

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setelah mengalami trauma, penting untuk diingat bahwa proses pemulihan adalah suatu perjalanan yang unik dan pribadi bagi setiap individu. Fase pemulihan trauma merupakan langkah-langkah yang dilalui dalam mengatasi pengalaman traumatis dan mengembalikan keseimbangan kehidupan.

Dalam artikel ini, kami akan menguraikan lebih lanjut tentang bagaimana pengalaman traumatis bisa mempengaruhi otak hingga mengetahui fase-fase penting dalam pemulihan trauma. Dengan memahami fase-fase ini, kita dapat memberikan wawasan dan dukungan yang diperlukan kepada mereka yang sedang menjalani proses pemulihan trauma, serta memahami pentingnya waktu, ketekunan, dan dukungan emosional dalam mencapai kesembuhan dan pemulihan yang lebih baik.

Bagaimana Peristiwa Traumatis Mempengaruhi Otak?

Insiden atau pengalaman traumatis diketahui dapat sangat memengaruhi otak. Dimana pengalaman traumatis akan menyebabkan perubahan struktur dan fungsi otak. Sedangkan respon alami otak terhadap trauma adalah dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol yang dapat menyebabkan gejala fisik dan emosional.

Paparan trauma dapat menyebabkan perubahan permanen pada otak yang kemudian meningkatkan kecemasan dan menurunkan regulasi emosi. Berdasarkan laporan dari National Library of Medicine, stres akibat peristiwa traumatis dikaitkan dengan perubahan yang bertahan lama pada amigdala, hippocampus, dan korteks prefrontal korban trauma. Selanjutnya, situasi stres memicu peningkatan respons kortisol dan norepinefrin pada penderitanya. Sedangkan studi lainnya menunjukkan volume cingulate hippocampal dan anterior yang lebih kecil, peningkatan fungsi amigdala dan penurunan fungsi cingulate prefrontal atau anterior media pada pasien dengan PTSD.

Mengalami peristiwa traumatis adalah hal yang wajar, bahkan Institut Kesehatan Mental Nasional Amerika Serikat menjabarkan sekitar 50% orang dewasa di sana akan mengalami setidaknya satu peristiwa traumatis dalam hidup mereka. Insiden traumatis ini dapat melibatkan pertempuran aktif, kecelakaan yang hampir fatal, bencana alam, penyakit kronis atau serangan fisik.

Sehingga merasa stres, bingung dan takut selama dan segera setelah menyaksikan atau selamat dari suatu kejadian menakutkan merupakan hal yang normal dan biasa terjadi. Bagi banyak orang, dibutuhkan sekitar satu bulan untuk kembali merasa seperti diri mereka yang normal. Namun, jika Anda memiliki gangguan stres pasca-trauma (PTSD), efek trauma bisa bertahan lebih lama dan dapat mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Baca juga: Tips Ketika Pertama Kali Terapi Konseling, Apa yang Harus Dipersiapkan?

3 Fase Pemulihan Trauma

Fase pemulihan dari trauma dimulai dengan penilaian dan stabiliasi kondisi fisik dan mental Anda oleh para ahli di pusat trauma. Tim perawat mungkin akan mendiskusikan dengan Anda semua gejala yang mungkin Anda alami, termasuk pikiran menakutkan, kilas balik, mimpi buruk dan kepanikan dan akan memberi Anda sumber daya untuk membantu Anda mengatasinya.

Kemudian fase pemulihan trauma selanjutnya yakni mengajak Anda untuk mengingat pengalaman traumatis tersebut untuk dapat memproses trauma Anda. Lalu tahap terakhir ialah memulihkan hubungan dengan diri Anda sendiri.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pemahaman lebih lanjut mengenai 3 fase pemulihan trauma.

Fase 1: Keamanan dan Stabilitas

Pada fase pemulihan trauma yang pertama, tim perawat akan mendiskusikan dengan Anda seperti apa kebutuhan berkelanjutan Anda setelah Anda dipulangkan. Anda juga akan berkonsultasi dengan apoteker untuk mempelajari akan pengobatannya, persediaan obat serta peralatan medis yang diresepkan akan berkontribusi pada pemulihan Anda.

Pemulihan psikologis akan dimulai setelah otak Anda mengenali bahwa tempat, benda, orang, dan lingkungan aman yang memicu Anda bukanlah bahaya yang sebenarnya dan tidak memerlukan respons fight-or-flight yang sama sebagai ancaman yang sah. Pakar kesehatan mental dapat membantu Anda menjalani fase pertama pemulihan trauma ini.

Anda akan belajar menangani emosi yang meluap-luap, mengatur perasaan, dan mengelola ketakutan. Anda juga akan mendapatkan alat untuk mengurangi godaan beralih ke perilaku koping yang berisiko, seperti penyalahgunaan narkoba dan alkohol. Mungkin yang terpenting, Anda akan belajar cara menstabilkan kembali saat dihadapkan dengan pemicu.

Untuk memastikan proses penyembuhan Anda tetap pada jalurnya, penting untuk Anda selalu mendengarkan dan rajin mengikuti perintah dokter Anda. Pemulihan tentu ada prosesnya jadi Anda perlu bersabar dengan diri Anda sendiri karena sembuh juga memerlukan waktu.

Fase 2: Mengingat dan Berduka

Setelah rasa aman dan stabilitas Anda pulih setelah peristiwa traumatis, pada fase pemulihan trauma selanjutnya, spesialis kesehatan mental Anda akan mendorong Anda untuk memproses trauma Anda dan mengakui apa yang telah hilang dari Anda. Ini tidak berarti menghidupkan kembali peristiwa tersebut, tetapi menjelajahi dan mengintegrasikannya di lingkungan yang aman.

Pemrosesan psikologis ini sering terjadi bersamaan dengan penyembuhan tubuh. Ketahuilah bahwa rasa sakit atau kemunduran fisik dapat memperlambat pemulihan mental dan emosional Anda, bahkan menjadi sumber pemicu. Spesialis kesehatan mental Anda akan membantu Anda menjalani proses ini.

Fase 3: Memulihkan Hubungan

Fase akhir pemulihan adalah tentang pemberdayaan. Anda mungkin khawatir bahwa Anda tidak akan pernah sama seperti sebelum kejadian traumatis, padahal trauma yang Anda alami tidak perlu menentukan siapa Anda.

Spesialis kesehatan mental Anda akan membantu Anda mencapai dan merayakan resolusi kognitif sehingga Anda dapat menerima dan bergerak maju dari trauma Anda. Bergantung pada kesiapan dan keinginan Anda untuk sembuh, mereka mungkin merekomendasikan agar Anda berpartisipasi dalam latihan masuk kembali komunitas untuk membantu Anda kembali ke kehidupan normal dengan bimbingan ahli rehabilitasi.

Baca juga: Anxious Attachment Style, Kenali Tanda Beserta Bahayanya Bagi Kesehatan Mental

 

Sumber:

Cirque Lodge. (2023, March 20). Stages of Trauma Recovery. Cirque Lodge. https://www.cirquelodge.com/blog/stages-of-trauma-recovery

Integration, C. (2021, October 21). Phases of Trauma Recovery. UPMC HealthBeat. https://share.upmc.com/2019/08/phases-of-trauma-recovery-50ph/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Memahami Tahapan atau Fase dalam Pemulihan Pasca-Trauma — DeepTalk