Semua artikel
Otak dan Tubuh

Memahami Neuroplastisitas : Kemampuan Otak dalam Beradaptasi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Neuroplastisitas, atau kemampuan otak untuk beradaptasi dan mengubah strukturnya sepanjang waktu, telah menjadi fokus utama penelitian dalam ilmu saraf modern. Menyelami kompleksitas dan keajaiban mekanisme neuroplastisitas membuka pintu untuk pemahaman lebih dalam tentang bagaimana otak kita dapat bertransformasi sebagai respons terhadap pengalaman dan lingkungan sekitar.

Artikel ini akan membahas pengertian dan mekanisme dasar neuroplastisitas, menjelaskan bagaimana neuron dan sinapsis berinteraksi untuk membentuk pola baru dalam respons terhadap rangsangan. Lebih dari itu, kita akan mengeksplorasi penerapan konsep neuroplastisitas dalam kehidupan sehari-hari, menggali cara-cara di mana kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kognisi, memperkuat keterampilan, dan bahkan mendukung kesehatan mental. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang neuroplastisitas, diharapkan pembaca dapat merangkul potensi adaptasi otak sebagai kunci untuk pengembangan diri dan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Apa Itu Neuroplastisitas?

Neuroplastisitas dikenal juga sebagai plastisitas saraf atau otak merupakan proses yang melibatkan perubahan struktural dan fungsional adaptif otak. Ini merupakan kemampuan sistem saraf untuk mengubah aktivitasnya sebagai respons terhadap rangsangan intrinsik atau ekstrinsik dengan mengatur ulang struktur, fungsi atau koneksinya.

Secara klinis, neuroplastisitas adalah proses perubahan otak setelah cedera, seperti misalnya cedera stroke atau cedera otak traumatis. Perubahan ini dapat bermanfaat untuk pemulihan fungsi setelah cedera, bisa bersifat netral atau tidak ada perubahan, bahkan secara negatif yakni dapat menimbulkan konsekuensi patologis.

Neuroplastisitas dapat dipecah menjadi dua mekanisme utama, yakni regenerasi neuron yang mencakup konsep seperti plastisitas sinaptik dan neurogenesis, dan reorganisasi fungsional yang mencakup konsep-konsep seperti ekuipotensialitas, vikarisasi, dan diaschisis.

1) Regenerasi Neuronal/Penumbuhan Jaminan

Plastisitas sinaptik adalah kemampuan untuk membuat perubahan jangka panjang yang bergantung pada pengalaman dalam kekuatan koneksi saraf. Hal ini paling baik diungkapkan dengan konsep potensiasi jangka panjang, di mana stimulasi berulang pada serat prasinaps menghasilkan respons yang tinggi dari sel granula neuron pascasinaps. Karena potensi pascasinaps berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, mereka menyebutnya potensiasi jangka panjang.

Apa yang diteorikan terjadi adalah ketika neuron prasinaps menstimulasi neuron pascasinaps, neuron pascasinaps merespons dengan menambahkan lebih banyak reseptor neurotransmitter, yang menurunkan ambang batas yang diperlukan untuk distimulasi oleh neuron prasinaptik. Hal ini meningkatkan sinapsis dari waktu ke waktu.

Plastisitas sinaptik dapat dipengaruhi secara positif oleh beberapa hal, termasuk, namun tidak eksklusif, olahraga, lingkungan, pengulangan tugas, motivasi, neuromodulator (seperti dopamin), dan pengobatan/obat-obatan.

Sedangkan neurogenesis dewasa adalah konsep bahwa otak terus membuat neuron baru. Studi menemukan bukti perkembangan neuron baru pada orang dewasa, yang menyebabkan ‘keputusan keras’ bahwa tidak ada neuron baru setelah perkembangan otak terhenti.

Baca juga: Kecanduan Judi Kini Termasuk Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Gejalanya!

2) Reorganisasi Fungsional

Ekipotensialitas adalah konsep bahwa ketika satu area otak rusak, sisi otak yang berlawanan akan mampu mempertahankan fungsi yang hilang tersebut. Konsep ini setidaknya berasal dari Galen, yang merupakan cara untuk menjelaskan mengapa otak tampak ‘berkembar’. Lesi unilateral pada area sisi kiri otak otak menyebabkan hilangnya kemampuan bicara, meskipun sisi lawannya masih utuh. Dengan mempelajari kembali fungsi-fungsi tertentu, seperti berbicara, lebih mudah dilakukan oleh seorang anak dibandingkan jika orang dewasa mengalami kehilangan. Konsep ini berubah menjadi ekuipotensialitas, artinya jika kerusakan terjadi sangat dini, maka otak berpotensi mampu mengambil alih fungsi yang hilang.

Hal ini sedikit berbeda dengan pemikiran vicariation, yaitu otak dapat mengatur ulang bagian otak lainnya untuk mengambil alih fungsi yang tidak dimaksudkan. Dalam arti yang paling sempit, vicariation adalah ketika bagian otak mengambil alih fungsi baru dan tidak berhubungan.

Diaschisis adalah konsep bahwa kerusakan pada satu bagian otak dapat menyebabkan hilangnya fungsi di area lain karena adanya jalur yang terhubung. Ini menjelaskan mengapa beberapa orang kehilangan fungsi tertentu (seperti bicara) namun tidak memiliki lesi di area otak yang dianggap menyediakan fungsi tersebut.

Contohnya adalah hipoperfusi thalamus ipsilateral setelah stroke arteri serebral tengah akut (MCA). Talamus, yang menerima suplai darah dari cabang arteri serebral posterior dan cabang arteri komunikans posterior, tidak akan terpengaruh selama stroke iskemik MCA ipsilateral. Yang mengejutkan, pada sekitar 20% stroke MCA akut, terdapat hipoperfusi talamus ipsilateral pada pencitraan perfusi tomografi komputer (CT).

Neuroplastisitas Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk berubah dan tumbuh sebagai respons terhadap pengalaman memungkinkan orang untuk bangkit kembali dari kemunduran dan kesulitan. Ini lah yang membawa seseorang menjadi lebih tangguh atau terjadi peningkatan resiliensi pada dirinya.

Pun otak kita dibentuk oleh pengalaman kita, yang berbeda setiap hari. Inilah yang dapat mendorong terjadinya neuroplastisitas pada otak kita, dan beberapa contohnya meliputi:

  • Mengingat nama seseorang yang ditemui kemarin
  • Menciptakan seni, musik atau tulisan
  • Mempelajari cara baru untuk sampai ke toko
  • Memahami aturan permainan baru
  • Mencari tahu cara menggunakan suatu benda yang pertama kali kita temui

Sedangkan gangguan neuroplastisitas akibat stres atau kesulitan yang parah merupakan ciri dari kondisi seperti depresi dan gangguan stres pasca trauma. Secara harfiah ada hilangnya sinapsis. Pada kelainan tersebut, orang terjebak dalam pola pikir/perasaan/perilaku negatif atau ingatan yang didasari rasa takut.

Selain itu, penuaan juga diperkirakan dapat menurunkan ketahanan melalui efek merugikan kumulatif dari stres pada neuroplastisitas. Kapasitas dinamis otak untuk menyesuaikan diri sebagai respons terhadap pengalaman memerlukan stimulasi seumur hidup sebagai cara untuk menjaga kesehatan otak yang optimal dan untuk mengurangi risiko demensia dan gangguan degeneratif seperti penyakit Alzheimer.

Dalam hal ini, kita dibantu juga oleh adanya psikoterapi yang dimaksudkan untuk menumbuhkan ketahanan, yang tujuannya adalah untuk membantu orang memeriksa perasaan dan pengalaman yang menyusahkan dan mengarahkannya ke pola yang lebih fungsional, memulihkan fleksibilitas kognitif dan perilaku.

Baca juga: Psikolog vs. Psikiater, Apa Perbedaanya?

 

Sumber:

Puderbaugh M, Emmady PD. Neuroplasticity. [Updated 2023 May 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557811/

https://www.verywellmind.com/what-is-brain-plasticity-2794886

https://www.psychologytoday.com/intl/basics/neuroplasticity

https://biaaz.org/brain-waves/neuroplasticity-in-everyday-life/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Memahami Neuroplastisitas : Kemampuan Otak dalam Beradaptasi — DeepTalk