Semua artikel
Otak dan Tubuh

Delirium : Penurunan Kemampuan Kerja Otak

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Otak merupakan organ tubuh yang memiliki fungsi penting dalam pergerakan setiap organ tubuh lainnya. Bisa dikatakan bahwa otaklah yang mengatur bagaimana kita bisa menjalani setiap hari yang dilalui. Maka dari itu, masalah yang terjadi pada otak akan sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Salah satu masalah otak yang cukup mengganggu adalah kesulitan untuk fokus dan berpikir. Kondisi semacam itu bisa jadi pertanda seseorang mengalami masalah mental yang dikenal dengan istilah delirium.

Untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai delirium, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala serupa dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai delirium.

Pengertian Delirium

Delirium adalah kondisi dimana seseorang mengalami perubahan kondisi mental secara mendadak, terutama dalam hal konsentrasi, kemampuan berpikir, hingga kesadaran. Delirium sendiri terjadi akibat terganggunya fungsi otak dan sistem saraf seseorang. Kondisi ini cukup serius sehingga penting untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.

Pada dasarnya kondisi delirium ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia sekalipun. Meski demikian, kondisi tersebut lebih sering dijumpai pada orang yang lebih tua. Selain itu, kondisi ini juga kerap kali dijumpai pada orang dengan gangguan kesehatan tertentu.

Kondisi yang dialami oleh penderita delirium sering disalah artikan sebagai demensia. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki gejala yang hampir serupa, yaitu gangguan dalam kemampuan berpikir. Meski demikian, kondisi yang dialami penderita delirium cenderung bersifat sementara dan bisa disembuhkan. Berbeda dengan demensia yang cenderung menetap dan semakin parah seiring berjalannya waktu.

Namun perlu diketahui bahwa orang dengan kondisi delirium ini tetap perlu mendapatkan pertolongan medis. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi-kondisi yang lebih parah dan tidak diinginkan.

Baca juga : Perbedaan Kepribadian Introvert dan Ekstrovert

Jenis-Jenis Delirium

Berdasarkan gejala yang ditunjukkan pada penderita delirium, delirium sendiri terbagi ke dalam tiga jenis, yaitu:

Delirium hiperaktif

Jenis delirium yang pertama adalah delirium hiperaktif. Jenis delirium yang satu ini bisa dibilang cukup jarang dijumpai. Kondisi yang dialami oleh orang dengan delirium hiperaktif ditandai dengan penderita yang menjadi lebih aktif dari biasanya. Adapun gejala yang ditunjukkan adalah sebagai berikut:

·         Gelisah, dimana penderita mudah merasa tidak nyaman dan melakukan banyak gerakan yang tidak diperlukan. Contohnya memainkan pensil, menggerakkan kaki, dan lain sebagainya.

·         Agitasi, merupakan kondisi dimana seseorang merasa cemas, gelisah, dan tidak bisa tenang.

·         Halusinasi, merupakan kondisi dimana seseorang mampu melihat, mendengar, merasakan, mencium, atau mengecap sesuatu yang tidak nyata.

·         Delusi, merupakan kondisi dimana seseorang mempercayai sesuatu yang tidak nyata.

·         Mengabaikan bahaya, hal ini membuat penderita melakukan apapun yang diinginkan tanpa memperdulikan bahaya yang mengintai mereka.

Delirium hipoaktif

Jenis delirium kedua adalah delirium hipoaktif. Bisa dikatakan bahwa jenis delirium yang satu ini merupakan kebalikan dari jenis sebelumnya. Orang dengan delirium hipoaktif ini cenderung terlihat lelah, depresi, dan selalu mengantuk. Delirium hipoaktif juga cukup sering dijumpai, sayangnya kondisi ini sulit untuk dideteksi karena perilaku mereka yang cenderung pasif. Berikut beberapa gejala dari delirium hipoaktif:

·         Terbatasnya aktivitas fisik, bisa berupa kesulitan dalam bergerak. Hal ini terjadi karena penderita merasa kelelahan setiap saat.

·         Kurang responsif, yang membuat mereka kesulitan dalam menjalin interaksi dengan orang lain.

·         Kesulitan dalam berkonsentrasi, yang membuat penderita mengalami masalah dalam bekerja atau belajar karena kurang fokus mengerjakan sesuatu.

Delirium campuran

Jenis delirium ketiga adalah delirium campuran, yang merupakan gabungan dari kedua jenis delirium sebelumnya. Dalam hal ini, orang dengan jenis delirium campuran sewaktu-waktu bisa merasa gelisah, dan diwaktu lain merasa lesu.

Pada dasarnya gejala yang ditunjukkan oleh penderita delirium campuran merupakan gabungan gejala dari delirium hipoaktif dan delirium hiperaktif. Meski demikian, gejala yang dialami akan berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi penderita delirium. Perlu diketahui bahwa delirium merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang cukup serius. Untuk itu, jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala dari kondisi delirium, maka kamu perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.

Pemeriksaan dari Psikolog atau Psikiater akan menghasilkan diagnosa terhadap kondisi yang kamu alami. Dari diagnosa tersebutlah akan ditentukan penanganan apa yang cocok untuk diberikan kepada penderita.

Sebisa mungkin hindari self diagnosis untuk meminimalisir kesalahan diagnosa dan penanganan pada penderita. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri dan Komplikasi Dari Seorang Sosiopat

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait