Deeptalk.co.id – Dewasa ini opsi transgender sudah dianggap sebagai suatu solusi bagi mereka yang merasa hidup dalam identitas yang berbeda dengan apa yang mereka rasakan. Meski demikian, transgender di mata sebagian orang masih dipandang sebelah mata karena dianggap tidak menghargai kodrat yang diberikan padanya.
Pro dan kontra mengenai isu transgender ini memang sudah sangat menjamur di masyarakat. Meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa dalam hal kesehatan mental transgender memang sudah tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun, terlepas dari transgender sebagai salah satu gangguan mental atau tidak, kondisi ini justru cukup erat kaitannya dengan berbagai macam gangguan mental.
Seperti yang telah kita ketahui bersama mengenai bagaimana para pelaku transgender yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungannya. Tidak sedikit dari mereka yang juga mendapatkan bullying atau perundungan, bahkan sampai pada kekerasan fisik. Hal inilah yang menjadi salah satu kontribusi semakin kuatnya kemungkinan mereka mengalami gangguan mental.
Untuk lebih jelasnya, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai masalah psikologis yang sering dialami oleh para transgender. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Perlu diketahui bahwa self diagnosis merupakan langkah yang sangat tidak dianjurkan. Pasalnya langkah ini dapat memperbesar kemungkinan kesalahan penanganan dan diagnosis. Selain itu, self diagnosis juga bisa memicu kecemasan berlebih akibat overdiagnosis.
Berikut beberapa masalah psikologis yang sering dialami oleh para transgender:
Penyalahgunaan Obat-Obatan dan Zat-Zat Berbahaya

Walaupun tidak seluruhnya, namun transgender sangat dekat dengan dunia malam. Hal ini membuat mereka dengan mudah mendapatkan akses terhadap obat-obatan dan zat-zat berbahaya. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang merasa stress atau tekanan berlebih dari lingkungannya. Dengan demikian, mencari pelarian dengan menggunakan obat-obatan dan zat-zat berbahaya menjadi salah satu opsi bagi sebagian dari mereka.
Mengkonsumsi obat-obatan dan zat-zat berbahaya ini pada umumnya mengandung zat-zat adiktif atau dapat membuat penggunanya ketergantungan. Akibatnya mereka seakan memiliki keharusan untuk terus mengkonsumsi obat-obatan atau zat-zat berbahaya tersebut. Selain itu, banyak sekali komplikasi dengan gangguan kesehatan fisik dan mental lainnya. Misalnya mengalami halusinasi, delusi, hingga masalah kesehatan ginjal, dan lain sebagainya.
Banyak faktor yang akhirnya memicu para transgender untuk mengkonsumsi obat-obatan dan zat-zat berbahaya. Misalnya sebagai pelarian akan diskriminasi yang mereka terima, hingga factor-faktor internal seperti kesulitan dalam menerima jati diri.
Baca juga : Dampak Overthinking Pada Kondisi Fisik dan Mental
Gangguan Kecemasan

Selain beresiko mengkonsumsi obat-obatan dan zat-zat berbahaya yang bisa memicu ketergantungan, transgender juga beresiko besar mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan atau yang juga dikenal dengan anxiety disorder adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya kecemasan berlebih.
Para transgender mengalami penolakan besar-besaran dari masyarakat di sekitarnya. Hal ini sebenarnya tidak mengherankan, terutama pada negara yang berlandaskan agama seperti di Indonesia. Warga Indonesia tidak bisa menerima begitu saja kehadiran pada transgender di tengah mereka karena dianggap menyalahi kodrat yang telah diberikan oleh Tuhan.
Penolakan yang diterima oleh para transgender inilah yang akhirnya memicu kecemasan dalam diri mereka. Terlalu sering mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan akan meningkatkan kewaspadaan mereka. Dengan demikian, mereka akan selalu merasa khawatir hanya untuk sekedar keluar rumah.
Depresi

Gangguan kecemasan lainnya yang cukup sering dialami oleh para transgender adalah depresi. Depresi sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang cukup umum kita dengar. Gangguan ini ditandai dengan timbulnya perasaan sedih yang mendalam, dimana hal tersebut membuat penderitanya kehilangan minat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Boston University kepada mahasiswa di 71 kampus di Amerika Serikat, mendapatkan bahwa sebanyak 60% peserta merasa tidak cocok dengan jenis kelaminnya merasa depresi. Persentase tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang merasa cocok dengan jenis kelaminnya.
Selain masalah internal seperti kecocokan identitas, depresi pada transgender juga bisa dipicu oleh berbagai penolakan yang didapatkan dari lingkungannya. Stigma-stigma negatif yang mereka dapatkan dapat menimbulkan stress yang berkepanjangan dan berujung pada kondisi depresi.
Self Harm dan Keinginan Bunuh Diri

Masalah psikologis lainnya yang dapat dialami oleh transgender adalah kecenderungan untuk self harm atau menyakiti diri sendiri. Bahkan dalam kondisi yang lebih parah mereka bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri. Hal ini kembali lagi akan kebingungan identitas, penolakan lingkungan, dan masalah-masalah yang mereka dapatkan.
Itu dia penjelasan mengenai masalah psikologis yang sering dialami oleh transgender. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Penyebab Pedofilia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



