Semua artikel
Emosi

Mari Ketahui Apa Saja Emosi Dasar Manusia

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia7 menit baca

Deeptalk.co.id – Ada banyak jenis emosi berbeda yang memengaruhi cara seorang individu hidup dan berinteraksi dengan orang lain. Bahkan kadang manusia bisa dikuasai oleh emosinya sendiri. Pilihan yang dibuat, tindakan yang diambil, persepsi yang dimiliki semuanya dipengaruhi oleh emosi yang manusia alami pada saat tertentu. Namun dari banyaknya jenis emosi, terdapat enam emosi dasar manusia yang berkembang menjadi emosi lain.

Psikolog telah mencoba mengidentifikasi berbagai jenis emosi yang dialami manusia. Beberapa teori telah muncul untuk mengkategorikan dan menjelaskan emosi yang dirasakan setiap orang. Salah satunya yang dikemukakan oleh Paul Eckman yang mengidentifikasi enam emosi dasar yang menurutnya dialami secara universal di semua budaya manusia. Emosi yang diidentifikasinya tersebut ialah bahagia, sedih, takut, jijik, terkejut dan marah.

Selain itu, pendapat lain mengenai emosi manusia juga dikemukakan oleh psikolog Robert Plutchik pada konsep yang ia namakan “roda emosi”. Konsep tersebut bekerja layaknya roda warna, dimana emosi dapat digabungkan untuk membentuk perasaan yang berbeda. Seperti halnya warna dapat dicampur untuk menciptakan nuansa lain.

Menurut teori ini, emosi yang lebih mendasar bertindak seperti blok bangunan. Emosi yang lebih kompleks, terkadang campur aduk, adalah campuran dari emosi yang lebih mendasar ini. Misalnya, emosi dasar seperti kegembiraan dan kepercayaan dapat digabungkan untuk menciptakan cinta.

Sedangkan sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa emosi dasar jauh lebih banyak daripada yang diyakini sebelumnya. Dalam studi yang diterbitkan dalam Proceedings of National Academy of Sciences, para peneliti mengidentifikasi 27 kategori emosi yang berbeda.

Alih-alih sepenuhnya berbeda, para peneliti menemukan bahwa orang mengalami emosi ini secara bertahap. Oleh karenanya, berikut ini kami ajak Anda untuk lebih dekat mengenali beberapa tipe emosi dasar serta dampaknya terhadap perilaku manusia.

Kebahagiaan

Kebahagiaan menjadi jenis emosi dasar yang paling diperjuangkan oleh orang-orang. Emosi kebahagiaan didefinisikan sebagai keadaan emosional yang menyenangkan yang ditandari dengan perasaan puas, gembira, kepuasan dan kesejahteraan. Emosi dasar ini terkadang diekspresikan melalui nada suara atau cara berbicaranya yang ceria dan menyenangkan, senyum yang lebar atau sumringah serta kondisi tubuh yang lebih enerjik atau bersemangat.

Realitas dari apa yang sebenarnya berkontribusi pada kebahagiaan seringkali jauh lebih kompleks dan lebih individual. Ada banyak hal yang dapat menciptakan kebahagiaan, namun banyaknya cenderung sangat dipengaruhi oleh budaya.

Sudah banyak penelitian yang mendukung gagasan bahwa kebahagiaan dapat berperan dalam kesehatan fisik dan mental. Kebahagiaan telah dikaitkan dengan berbagai hasil termasuk peningkatan umur panjang dan peningkatan kepuasan pernikahan.

Pun sebaliknya, ketidakbahagiaan menimbulkan berbagai hasil terhadap kesehatan yang buruk. Stres, kecemasan, depresi, dan kesepian, misalnya, telah dikaitkan dengan hal-hal seperti penurunan kekebalan, peningkatan peradangan, dan penurunan harapan hidup.

Baca juga: Menggali Gangguan Demensia yang Sering Terjadi Pada Lansia

Kesedihan

Kesedihan menjadi jenis emosi dasar lainnya yang digambarkan dengan kondisi emosi sementara dengan perasaan kecewa, sedih, putus asa, tidak tertarik akan suatu hal, dan suasana hati yang tertekan. Ini menjadi emosi yang paling sering dihindari meskipun semua orang pasti mengalaminya dari waktu ke waktu. Namun, dalam beberapa kasus, emosi ini bisa mengalami periode yang berkepanjangan dan parah hingga menjadi depresi.

Kesedihan dapat diekspresikan dengan berbagai cara, seperti menangis, kelesuan, suasana hati yang buruk, hingga penarikan diri dari orang lain. Ini seringkali dapat membuat orang terlibat dalam mekanisme koping seperti menghindari orang lain, mengobati diri sendiri, dan merenungkan pikiran negatif.

Perilaku seperti itu justru bisa memperparah perasaan sedih dan memperpanjang durasi emosi. Mengingat jenis dan tingkat keparahan kesedihan dapat bervariasi tergantung pada akar penyebabnya dan juga cara setiap orang mengatasi perasaan tersebut juga dapat berbeda.

Takut

Jenis emosi dasar ketakutan ini menjadi emosi yang kuat yang dapat memainkan peran penting dalam bertahan hidup. Ketakutan dapat muncul ketika Anda menghadapi semacam bahaya sehingga timbul suatu respon yang dikenal fight-or-flight. Pada saat respon ini muncul, Anda mungkin mengalami otot-otot yang menjadi tegang, detak jantung dan pernapasan meningkat, dan pikiran Anda yang lebih tegang dan waspada.

Tanggapan ini membantu memastikan bahwa Anda siap menghadapi ancaman di lingkungan Anda secara efektif. Ekspresi dari jenis emosi ini dapat meliputi ekspresi wajah seperti melebarkan mata dan menarik dagu ke belakang, dengan bahasa tubuh yang berupaya untuk bersembunyi dari ancaman. Selain itu terdapat reaksi fisiologis seperti napas dan detak jantung yang cepat.

Ketakutan adalah respons emosional terhadap ancaman langsung. Anda juga dapat mengembangkan reaksi serupa terhadap ancaman yang diantisipasi atau bahkan pemikiran Anda tentang potensi bahaya. Inilah yang biasanya dianggap sebagai kecemasan, seperti kecemasan sosial, misalnya, yang melibatkan ketakutan yang diantisipasi terhadap situasi sosial.

Jijik

Salah satu emosi dasar yang dikemukakan Eckman ialah jijik, dimana emosi ini bisa berasal dari beberapa hal, termasuk rasa, penglihatan, atau bau yang tidak enak. Ketika Anda merasa jijik, Anda akan memperlihatkan bahasa tubuh yang berpaling dari objek yang menjijikkan tersebut, bisa juga disertai dengan reaksi fisik seperti muntah atau retching. Selain itu, Anda akan menampilkan reaksi pada ekspresi wajah yang mengerutkan hidung dan melengkungkan bibir atas.

Para peneliti percaya bahwa emosi jijik berkembang sebgai reaksi terhadap makanan atau objek yang mungkin berbahaya. Seperti misalnya saat Anda mencium atau merasakan makanan yang sudah tidak enak, rasa jijik adalah reaksi yang khas.

Kebersihan yang buruk, infeksi, darah, pembusukan, dan kematian juga bisa memicu respons jijik. Ini mungkin cara tubuh menghindari hal-hal yang mungkin membawa penyakit menular. Selain itu, orang juga dapat mengalami rasa jijik moral ketika mereka mengamati orang lain melakukan perilaku yang menurut mereka tidak menyenangkan, tidak bermoral, atau jahat.

Amarah

Kemarahan bisa menjadi emosi dasar yang sangat kuat, ditandai dengan perasaan permusuhan, agitasi, frustasi dan antagonisme terhadap orang lain. Layaknya emosi ketakutan, kemarahan dapat berperan dalam respons fight-or-flight pada tubuh Anda. Sehingga saat ancaman menimbulkan perasaan marah, Anda mungkin cenderung menangkis bahaya dan melindungi diri sendiri.

Kemarahan sering ditunjukkan melalui eskpresi wajah yang cemberut atau melotot, bahasa tubuh yang mengambil sikap kuat atau berpaling, berbicara kasar atau berteriak, serta kondisi fisiologis yang berkeringat atau wajah yang memerah. Selain itu, ketika Anda marah, mungkin saja akan timbul perilaku agresif seperti memukul, menendang, atau melempar benda.

Sementara emosi amarah sering dianggap sebagai emosi negatif, terkadang itu bisa menjadi hal yang baik. Ini bisa menjadi masalah jika terjadi berlebihan atau diungkapkan dengan cara yang tidak sehat, berbahaya, atau merugikan orang lain, yang bahkan jika tidak terkendali dapat dengan cepat berubah menjadi agresi, pelecehan atau kekerasan. Serta amarah bisa konstruktif dalam membantu mengklarifikasi kebutuhan Anda dalam suatu hubungan, dan juga dapat memotivasi Anda untuk mengambil tindakan dan mencari solusi untuk hal-hal yang mengganggu Anda.

Kejutan

Salah satu dari keenam emosi dasar lainnya yakni kejutan/terkejut yang ditandai dengan respons kager fisiologis setelah mendapati sesuatu yang tidak terduga. Jenis emosi ini bisa positif, negatif, atau netral, dimana kejutan bisa saja hal yang menyenangkan ataupun tidak.

Ketika Anda terkejut, Anda akan memberikan ekspresi wajah dengan mengangkat alis, melebarkan mata dan membuka mulut. Ini juga bisa disertai dengan respon secara fisik seperti melompat atau menjauhkan tubuh dengan reaksi verbal yang berteriak, menjerit atau terengah-engah.

Sama halnya dengan takut dan amarah, kejutan adalah jenis emosi lain yang dapat memicu respons fight-or-flight. Saat terkejut, orang mungkin mengalami ledakan adrenalin yang membantu mempersiapkan tubuh untuk melawan atau melarikan diri. Kejutan dapat memiliki efek penting pada perilaku manusia, seperti pada penelitian yang menunjukkan orang cenderung memperhatikan peristiwa mengejutkan secara tidak proporsional.

Inilah sebabnya mengapa peristiwa yang mengejutkan dan tidak biasa dalam berita cenderung lebih menonjol dalam ingatan daripada yang lain. Penelitian juga menemukan bahwa orang cenderung lebih terpengaruh oleh argumen mengejutkan dan belajar lebih banyak dari informasi mengejutkan.

Baca juga: Trauma Dumping : Cara Menghentikan Diri Agar Tidak Terjebak

 

Sumber:

Our Basic Emotions Infographic | List of Human Emotions. (2019, May 20). UWA Online. https://online.uwa.edu/infographics/basic-emotions/

Cherry, K. (2022, December 1). The 6 Types of Basic Emotions and Their Effect on Human Behavior. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/an-overview-of-the-types-of-emotions-4163976

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Topik:#Emosi

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mari Ketahui Apa Saja Emosi Dasar Manusia — DeepTalk