Semua artikel
Perilaku

Malingering : Pura-Pura Mengalami Masalah Fisik

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Saat sedang dalam kondisi fisik yang tidak sehat, kita cenderung akan mendapatkan banyak sekali perhatian dari orang-orang disekitar. Beberapa perilaku seperti tidak masuk sekolah atau ijin untuk tidak bekerja juga cukup dirasa wajar. Hal inilah yang sering kali membuat seseorang berpura-pura sakit. Bisa jadi untuk sekedar beristirahat, atau mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitar. Tentu saja itu adalah perilaku yang wajar dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

Namun tahukah kamu bahwa jika kebiasaan pura-pura sakit ini berlangsung terus menerus, bisa jadi itu adalah pertanda perilaku tidak terpuji yang dikenal dengan istilah malingering. Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi malingering, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi tersebut.

Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai malingering, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai malingering.

Pengertian Malingering

Malingering adalah kondisi dimana seseorang dengan sengaja memalsukan kondisi kesehatannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Bisa dengan berpura-pura sakit, atau melebih-lebihkan penyakit yang dimiliki. Dalam DSM-5 (diagnostic and statistical manual of mental disorders, 5th editions), malingering diartikan sebagai tindakan yang disengaja dengan berpura-pura mengalami masalah fisik. Kondisi ini juga termasuk dalam masalah kesehatan mental.

Kondisi malingering ini bisa dialami oleh siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Pada umumnya tindakan ini dilakukan untuk mendapatkan berbagai keuntungan seperti diringankan dalam hukuman, mendapatkan akses obat-obatan terlarang, dan keuntungan lainnya yang bisa didapatkan oleh orang-orang dengan kondisi sakit.

Kondisi malingering sering kali disamakan dengan sindrom munchausen. Walaupun keduanya sama-sama perilaku berpura-pura sakit, namun sindrom pada penderita sindrom munchausen berpura-pura sakit dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orang disekitar. Sedangkan pelaku malingering lebih kepada mencari keuntungan pribadi.

Penyebab Malingering

Banyak hal yang menyebabkan seseorang berpura-pura sakit dalam kasus malingering ini. Beberapa diantaranya adalah:

·         Untuk mendapatkan cuti kerja tanpa memotong penghasilan (gaji).

·         Agar bisa terhindar dari tugas-tugas tertentu yang dianggap cukup memberatkan.

·         Agar bisa tidur atau beristirahat lebih lama.

·         Untuk mendapatkan keringanan dalam tugas militer.

·         Agar dapat terhindar dari hukuman dalam kasus kriminal tertentu.

·         Agar dapat mencairkan asuransi kesehatan.

·         Agar bisa mendapatkan resep obat yang tidak dapat dibeli dengan bebas.

·         Beberapa masalah kesehatan mental, seperti depresi, gangguan suasana hati, atau gangguan kepribadian.

Baca juga : Body Dysmorphic Disorder : Rasa Khawatir Berlebih Terhadap Kekurangan Tubuh

Gejala Malingering

Umumnya pelaku malingering tidak menyadari bahwa kondisi yang dialami adalah perilaku yang tidak terpuji. Untuk itu diperlukan kepekaan dari orang-orang sekitar agar dapat menyadarkan pelaku. Selain itu, kurangnya pengetahuan mengenai gejala malingering ini juga menjadi faktor penyebab kondisi malingering ini menjadi lebih parah. Berikut beberapa gejala dari kondisi malingering:

Mengalami kondisi medikolegal

Medikolegal adalah ilmu medis atau pemeriksaan medis yang berkaitan dengan hukum. Dalam kasus malingering, rasa sakit atau pengakuan sakit yang diutarakan umumnya akan kambuh saat dalam kondisi medikolegal. Dengan demikian pelaku berharap bisa terhindar dari pemeriksaan hukum atau meringankan hukuman yang kelak akan didapatkan.

Suka melanggar aturan dan susah untuk diajak bekerja sama

Para pelaku malingering tidak hanya memiliki kebiasaan memalsukan kondisi kesehatannya, namun mereka juga umumnya suka melakukan tindakan-tindakan yang melanggar aturan. Selain itu, mereka juga tidak kooperatif atau susah diajak bekerja sama.

Suka mengeluh

Pelaku malingering juga suka sekali mengeluh, khususnya mengenai penyakit yang dibuat-buatnya. Walaupun mereka memang mengalami masalah kesehatan, namun mereka akan berbuat seolah-olah itu adalah penyakit yang mematikan, walau sebenarnya tidak. Tindakan ini akan membuat orang lain mengira bahwa dirinya sedang mengidap penyakit yang parah.

Gangguan kepribadian antisosial

Pelaku malingering ini juga umumnya memiliki masalah kesehatan mental lain yang dikenal dengan istilah gangguan kepribadian antisosial. Gangguan kepribadian antisosial adalah kondisi dimana seseorang menarik diri dari lingkungan sosial dan enggan untuk melakukan aktivitas sosial seperti berinteraksi dengan orang lain. Dalam kasus ini, pelaku malingering cenderung tidak menghargai hukum dan mengabaikan norma-norma yang berlaku.

Itu dia beberapa gejala dari pelaku malingering. Selain karena pelaku tidak kooperatif dan pandai memanipulasi kondisi kesehatannya, mereka juga enggan untuk melakukan evaluasi psikologi. Hal inilah yang membuat kondisi malingering susah untuk mendapatkan penanganan. Meski demikian perilaku yang satu ini merupakan perilaku yang tidak terpuji. Maka dari itu diperlukan bantuan dari tenaga kesehatan dan tenaga hukum agar dapat meminimalisir para pelaku malingering.

Inti dari artikel ini dalam perilaku malingering merupakan perilaku tidak terpuji atau perilaku menyimpang yang perlu mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin agar tidak ada orang yang dirugikan dari perilaku tersebut.. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Enosimania : Rasa Takut Menerima Kritik

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Malingering : Pura-Pura Mengalami Masalah Fisik — DeepTalk