Semua artikel
Pikiran

Maladaptive Daydreaming: Antara Imajinasi Sehat dan Pelarian Psikologis

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Imajinasi merupakan suatu hal yang membuat peradaban manusia menjadi lebih maju seperti sekarang ini. Dari imajinasi juga lahir penemuan-penemuan unik yang membantu mempermudah kehidupan manusia. Tidak bisa dipungkiri bahwa imajinasi adalah hal yang sangat melekat dan membawa banyak perubahan bagi manusia.

Bagaimana jika imajinasi bukannya membawa manfaat, justru mengganggu kelangsungan hidup seseorang? Nyatanya terdapat sebuah kondisi dimana imajinasi menjadi terlalu mengganggu, atau justru dijadikan pelarian dari kehidupan nyata. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah maladaptive daydreaming.

Lalu, seperti apa maladaptive daydreaming itu? Bagaimana kita bisa membedakan antara imajinasi yang sehat dengan maladaptive daydreaming? Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang topik tersebut dalam kacamata psikologis.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental atau perilaku menyimpang. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui diagnosa yang tepat, dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pengertian Maladaptive Daydreaming

Daydreaming can be creatively beneficial for office workers, researchers say

Maladaptive daydreaming adalah kondisi psikologis dimana seseorang terlalu tenggelam dalam imajinasi atau fantasi mereka secara berlarut-larut, sehingga hal tersebut mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Artinya, individu dengan maladaptive daydreaming memiliki kecenderungan untuk larut dalam imajinasi mereka dan menunda atau mengabaikan banyak pekerjaan atau aktivitas di dunia nyata.

Istilah maladaptive daydreaming sendiri pertama kali dikemukakan pada tahun 2002 oleh Eli Somer, yang merupakan seorang profesor Psikologi Klinis di School of Social Work di University of Haifa.

Seseorang dengan maladaptive daydreaming bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk larut dalam imajinasi mereka. Tidak jarang saking larutnya, membayangkan imajinasi tersebut diiringi dengan gerakan-gerakan fisik, seperti mimik wajah, ekspresi tubuh tertentu, dan lain sebagainya. Beberapa orang juga menggunakan alunan musik untuk mendukung alur imajinasinya.

Dalam konteks psikologi klinis, maladaptive daydreaming sering dikaitkan dengan regulasi emosi maladaptif. Dalam hal ini fantasi atau imajinasi tersebut menjadi pelarian dari stress, kesepian, atau bahkan trauma. Selain itu, maladaptive daydreaming juga sering dikaitkan dengan beberapa gangguan mental, seperti gangguan obsesif-kompulsif, depresi, kecemasan, ADHD, bahkan trauma masa kecil. Terlepas dari itu semua, kondisi maladaptive daydreaming ini bukan sebuah gangguan mental yang tercantum secara resmi dalam buku pedoman diagnosa gangguan mental (DSM-5)

Baca juga: Membedakan Komunikasi Persuasif dan Manipulatif: Kajian Psikologis tentang Batas Tipis Antara Keduanya

Imajinasi yang Sehat

Beautiful dark-haired woman dreaming with opened eyes in office chair.  businesswoman feels relaxed after busy working day. female leaning back in  chair with hands behind head. satisfied girl resting a | Premium

Maladaptive daydreaming memang merupakan kondisi dimana individu berimajinasi, namun berlebihan. Hal ini berbeda dengan imajinasi yang sehat. Pasalnya, seperti yang sudah dijelaskan di awal. Imajinasi justru banyak membawa perubahan positif bagi kehidupan manusia. Artinya, imajinasi yang sehat bisa membawa pengaruh positif juga bagi kita.

Imajinasi yang sehat bisa berfungsi sebagai media kreativitas, yaitu membantu melahirkan ide baru atau solusi yang inovatif. Selain itu juga bisa menjadi relaksasi atau media istirahat dari rutinitas yang memberatkan. Bisa juga sebagai simulasi mental untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi tertentu.

Imajinasi yang sehat adalah imajinasi yang tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Umumnya terjadi secara spontan dan dalam waktu yang singkat. Saat berimajinasi secara sehat, individu juga bisa dengan mudah kembali fokus ke kenyataan tanpa rasa terpaksa.

Baca juga: Mengapa Kita Rentan terhadap Manipulasi? Perspektif Psikologi Kognitif dan Sosial

Perbedaan Maladaptive Daydreaming dengan Imajinasi yang Sehat

ADHD & Maladaptive Daydreaming | Signs & Treatment

Walaupun sama-sama berkaitan dengan imajinasi atau fantasi, maladaptive daydreaming dan imajinasi yang sehat memiliki perbedaan besar jika dilihat dari beberapa aspek berikut:

Durasi

Imajinasi yang sehat cenderung berlangsung singkat atau sesaat. Sedangkan maladaptive daydreaming cenderung lebih lama, bahkan bisa berlangsung berjam-jam.

Kontrol

Imajinasi yang sehat akan lebih terkontrol dan mudah untuk dihentikan. Sedangkan maladaptive daydreaming lebih sulit dihentikan dan mirip perilaku kompulsif.

Fungsi adaptif

Imajinasi yang sehat bisa berfungsi sebagai media kreativitas, kelaksasi, dan simulasi mental. Sedangkan maladaptive daydreaming lebih kepada pelarian dari realitas, dan regulasi emosi maladaptif.

Gangguan fungsi

Imajinasi yang sehat tidak mengganggu fungsi individu dalam menjalani aktivitas sehari-harinya. Sedangkan maladaptive daydreaming bisa menghambat pekerjaan, sekolah, tidur, dan bahkan terganggunya relasi sosial.

Keterlibatan emosi

Imajinasi yang sehat akan melibatkan emosi-emosi yang ringan dan cenderung bersifat menyenangkan. Sedangkan maladaptive daydreaming melibatkan emosi yang lebih intens, emosional, dan terasa seperti kenyataan.

Kesadaran diri

Imajinasi yang sehat memiliki kesadaran diri yang baik dan mudah lepas dari imajinasi tersebut. Sedangkan maladaptive daydreaming juga masih memiliki kesadaran, namun sulit untuk keluar dari imajinasi atau fantasi tersebut.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai maladaptive daydreaming dan perbedaannya dengan imajinasi yang sehat. Jika kamu mengalami gejala maladaptive daydreaming, cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dampak Perilaku Manipulatif terhadap Kesehatan Mental

 

Sumber:

Bigelsen, J., Lehrfeld, J. M., Jopp, D. S., & Somer, E. (2016). Maladaptive daydreaming: Evidence for an under-researched mental health disorder. Consciousness and Cognition, 42, 254–266.

Pietkiewicz, I. J., Nęcki, S., Bańbura, A., & Tomalski, R. (2018). Maladaptive daydreaming as a new form of behavioral addiction. Journal of Behavioral Addictions, 7(3), 838–843.

Schimmenti, A., & Somer, E. (2018). Maladaptive daydreaming: Immersive imagination, affect regulation, and structured absorption. Frontiers in Psychology, 9, 2063.

Somer, E. (2002). Maladaptive daydreaming: A qualitative inquiry. Journal of Contemporary Psychotherapy, 32(2), 197–212
West, M. J. (2020). Daydreaming: Adaptive and maladaptive features. In M. D. Robinson & M. Eid (Eds.), The happy mind: Cognitive contributions to well-being (pp. 251–269). Springer.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Maladaptive Daydreaming: Antara Imajinasi Sehat dan Pelarian Psikologis — DeepTalk