Deeptalk.co.id – Jatuh cinta berjuta rasanya. Setidaknya, seperti itulah yang diketahui banyak orang. Jatuh cinta juga bisa meningkatkan rasa bahagia. Tidak mengherankan jika kita tahu bahwa saat jatuh cinta tubuh akan memproduksi hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamin.
Namun perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik untuk diri sendiri. Termaksud berlebihan dalam mencintai. Saat kita terlalu mencintai seseorang, perasaan cinta itu bisa berubah menjadi toxic atau yang kita kenal dengan istilah love bombing. Lantas, bagaimana cinta bisa berubah menjadi love bombing dan apa hubungannya dengan kesehatan mental? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami love bombing dan terganggu akan hal tersebut. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan pertolongan yang tepat.
Pengertian Love Bombing

Love bombing adalah salah satu bentuk manipulasi emosional. Saat melakukan love bombing, seseorang akan memulai dengan membanjiri kasih sayang, perhatian, pujian, hadiah, dan hal-hal yang disenangi oleh orang yang ditargetkan. Saat berhasil mendapatkan hati orang tersebut, pelaku akan mulai mengontrol, memanipulasi, dan melakukan hal-hal toxic lainnya. Jika kamu pernah menonton series “Cinta Mati” yang belum lama tamat di WeTV, kurang lebih seperti itulah gambaran love bombing.
Istilah love bombing ini sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 1970-an oleh sekte Unification Church, dalam merekrut anggota barunya. Sedangkan dalam dunia psikologis, istilah love bombing ini sering kali digunakan oleh orang-orang dengan gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD).
Pada dasarnya, pelaku love bombing membuat korbannya luluh dengan segala bentuk perhatian dan kasih sayang. Seolah-olah pelaku benar-benar sosok baik hati yang memberikan cinta tulus kepada korbannya. Namun, sifat dan sikap nyata pelaku baru benar-benar muncul saat korban sudah terjerat atau termanipulasi oleh pelaku. Pada akhirnya, korban menjadi terlalu bergantung, dan sulit untuk keluar dari hubungan toxic itu.
Baca juga: Self-Compassion: Kunci Kesehatan Mental bagi Generasi Z di Tengah Tekanan Hidup
Ciri-Ciri Love Bombing

Karena pelaku love bombing umumnya memiliki sifat manipulatif, sangat sulit untuk menyadari hal tersebut. Maka dari itu, perilaku love bombing cenderung baru disadari saat perlakuan yang didapatkan korban sudah mulai menyerang fisik maupun mentalnya.
Banyak hal yang membuat love bombing sulit untuk dideteksi. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan terkait love bombing itu sendiri. Maka dari itu penting bagi kita mengenali ciri-ciri love bombing agar bisa segera menghindarinya. Berikut beberapa ciri-ciri love bombing yang perlu kamu ketahui:
Memberikan pujian dan kasih sayang yang berlebihan
Ciri pertama dari pelaku love bombing adalah cenderung memberikan pujian dan kasih sayang yang berlebihan. Pelaku umumnya menggunakan kalimat seperti “aku tidak pernah bertemu dengan orang sepertimu”, atau “kamu adalah orang yang sangat aku cintai” dan kalimat tersebut diucapkan dalam jangka waktu yang singkat.
Memberikan hadiah dan gestur romantis yang berlebihan
Ciri kedua dari pelaku love bombing adalah memberikan hadiah dan gestur yang berlebihan. Misalnya pelaku memberikan hadiah-hadiah mahal di awal-awal pertemuan, mengajak liburan secara mendadak, atau membanjiri hari-hari mu dengan perhatian yang sangat berlebihan. Umumnya seseorang akan luluh dengan perilaku-perilaku semacam itu. Namun, perlu diwaspadai jika pelaku adalah orang yang baru saja kamu kenali.
Tergesa-gesa dalam hubungan
Ciri ketiga dari pelaku love bombing adalah cenderung tergesa-gesa dalam hubungan. Pelaku ingin segera mendapatkan korbannya. Artinya, mereka akan segera membicarakan tentang pernikahan, atau jenjang yang lebih tinggi dalam sebuah hubungan. Dalam beberapa konteks ini merupakan hal baik. Namun, perlu diwaspadai jika perilaku tersebut terlalu singkat dari waktu pengenalan.
Cenderung mengontrol dan cemburu yang berlebihan
Ciri keempat dari pelaku love bombing adalah cenderung mengontrol dan cemburu berlebihan. Pelaku love bombing akan membatasi korbannya dalam bergaul atau berinteraksi dengan orang lain. Bahkan tidak jarang menjauhkan hubungan korban dengan keluarga dan teman-teman terdekatnya.
Melakukan manipulasi emosional
Ciri kelima dari pelaku love bombing adalah melakukan manipulasi emosional kepada korbannya. Saat korban sudah mulai sadar akan kesalahan dalam hubungan mereka, pelaku akan mulai memanfaatkan rasa bersalah korban, memberikan ancaman emosional, dan perilaku kasar untuk membuat korban tetap bertahan. Tidak jarang pada tahap ini pelaku mulai menggunakan kekerasan fisik, ancaman penyebaran informasi pribadi, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan terkait love bombing. Perlu diketahui bahwa hanya sedikit sekali pelaku love bombing yang dengan sadar ingin memperbaiki kondisinya. Bahkan kebanyakan korbanlah yang mengalami trauma psikologis dan meminta bantuan kepada psikolog maupun psikiater.
Jika kamu terjebak dalam love bombing, jangan ragu untuk melepaskan diri dari hubungan tersebut. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog yang ada disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sumber:
Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.
Hassan, S. (2000). Releasing the Bonds: Empowering People to Think for Themselves. Freedom of Mind Press.
Kernberg, O. (1998). Pathological Narcissism and Narcissistic Personality Disorder: Theoretical Background and Diagnostic Classification. Psychiatric Clinics of North America, 21(3), 547-567.
Shaw, D. (2019). Traumatic Narcissism: Relational Systems of Subjugation. Routledge.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



