Semua artikel
Perilaku

Lakukan Ini Untuk Menghindari Perilaku Emosional Manipulatif

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Seorang manipulator demi mencapai tujuan dan keinginannya kerap menggunakan berbagai cara dalam memanipulasi korban. Ada yang memanipulasi orang dengan membuat korbannya merasa bersalah atau malu. Atau dengan merampas kebahagiaan mereka jika mereka tidak melakukan apa yang diminta seorang manipulator. Perilaku manipulasi ini sering dikenal sebagai emosional manipulative. Ini merupakan hal yang merugikan karena dapat berpengaruh terhadap mental seseorang sehingga perlu kiat-kiat khusus untuk menghindari perilaku emosional manipulatif ini.

Dalam artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa tips dan cara untuk Anda dalam menghindari emosional manipulatif ini. Berikut 6 tips yang kami sajikan dalam mengenali dan menghindari perilaku emosional manipulatif yang berbahaya.

Medium shot women holding pregnancy test

1. Tidak Ada Gunanya Berkata Jujur Dengan Manipulator Emosi

Ketika mengatakan sebuah pernyataan, bahkan ketika Anda jujur sekalipun, seorang manipulator justru akan membalikkan perkataan Anda. Misal saat Anda marah dengan mereka, bukannya menyesali perbuatannya, mereka justru berdalih dan berbalik menyalahkan Anda. Tentu jika diikuti kata maaf, itu bukanlah perkataan yang tulus.

Seketika Anda pun menjadi merasa menyesal telah mengatakan sesuatu. Namun, jangan lengah dengan kalimat manipulatif mereka. Jangan langsung menerima mentah-mentah permintaan maaf yang hanya omong kosong belaka tersebut. Percayalah pada naluri Anda, karena sekali Anda mempercayai perkataan manipulator, ini akan membuat mereka merasa menang.

Baca juga: Dampak Membaca Buku Terhadap Kesehatan Mental

2. Jangan Tanggapi Keluhan Manipulator

Aturan ini dapat digunakan ketika seorang manipulator yang memainkan keinginannya dalam membantu Anda. Tentu seorang manipulator emosional akan selalu mengatakan “iya” ketika dimintai pertolongan. Persetujuan itu pun mereka lakukan hanya sebagai jalan untuk memenuhi tujuan mereka.

Sehingga ketika mereka benar-benar diberikan suatu pekerjaan -karena sebelumnya mereka telah meng-iya-kan pertolongan, mereka justru membuat banyak desahan berat. Mungkin juga tanda non-verbal lainnya yang memberikan isyarat bahwa mereka tidak benar-benar ingin melakukannya. Lalu ketika Anda menanyakan apakah mereka keberatan, mereka pun memutar pernyataannya dan mencoba membuatnya tampak seperti “TENTU SAJA KAMI KEBERATAN” serta membuat Anda berpikir betapa tidak masuk akalnya Anda.

Jelas hal tersebut merupakan bentuk manipulasi emosional dan Anda harus menghindari nya. Anda bisa bersikap dengan membuat manipulator harus benar-benar bertanggung jawab atas pekerjaan yang mereka setujui. Jangan tanggapi desahan atau keluhan mereka dengan mengabaikannya saja. Tutup telinga Anda rapat-rapat dan jangan terpengaruh.

Sad women with pregnancy test indoors

3. Yakinkan Diri Anda Bahwa Perkataan Anda Sepenuhnya Benar

Manipulator emosional adalah pembohong yang ulung. Mereka dengan mudahnya bisa memutarbalikkan keadaan, merasionalisasi, membenarkan dan menjelaskan sesuatu hingga membuat Anda mulai meragukan akal sehat Anda. Sehingga Anda kerap mempertanyakan apakah selama ini saya salah menyadari realitas atau pelupa?

Jika sudah mengalami hal demikian, itu menjadi tanda bahwa Anda sudah terkena manipulasi emosi. Untuk menghindarinya, Anda harus yakin dan percaya pada diri Anda sendiri. Anda harus yakin bahwa apa yang Anda katakan adalah benar. Jika memang sulit berkutik, rekam atau catat saja segala isi percakapan Anda dengan manipulator, sebagai bukti untuk menguatkan bahwa Anda selama ini benar dan manipulator salah.

4. Hati-Hati dengan Rasa Bersalah yang Manipulator Jual

Manipulator emosional jarang mengungkapkan keinginan mereka secara terbuka. Karena mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan melalui perilaku manipulasi emosionalnya. Menanamkan rasa bersalah pada korbannya adalah salah satu cara ampuh bagi mereka. Manipulator emosional memainkan perasaan simpati dari orang lain demi mendapatkan tujuan mereka.

Waspada jika mereka mulai bertingkah seolah-olah menjadi korban yang paling sengsara dan menderita. Dengan cara ini, mereka bisa membuat Anda melakukan apapun yang mereka minta. Bahkan melakukan hal buruk tanpa mengotori tangan mereka sendiri. Oleh karena itu, ingatkan pada diri Anda dengan mengucapkan bahwa “Saya sangat percaya diri pada kemampuan mereka untuk menyelesaikannya sendiri.”

Medium shot sad women hugging

5. Tidak Perlu Kasihan Dengan Cerita Berlebihan Si Manipulator

Apapun situasi yang Anda hadapi, tidak akan separah yang dialami manipulator emosional. Jika diibaratkan, Anda sakit kepala, maka manipulator emosi mengaku mengalami tumor otak. Tentu ini adalah pengakuan dari manipulator emosional yang dilebih-lebihkan dan belum tentu benar keadaannya.

Sulit untuk menyelami perasaan manipulator emosional untuk membuktikan apa yang mereka katakan, karena mereka yang selalu mengalihkan pembicaraan dan kerap mengembalikan sorotan pada diri mereka sendiri. Jika Anda meragukan mereka atas perilakunya, kemungkinan besar manipulator akan menyebut Anda sebagai orang yang egois, dan Anda lah yang salah.

Jangan repot-repot membuang waktu Anda hanya untuk peduli dengan kisah omong kosong mereka. Segera abaikan mereka dan tidak perlu pedulikan penilaian mereka. Ingat bahwa Anda masih memiliki kebutuhan lain yang perlu dipenuhi alih-alih hanya mengurusi seorang manipulator emosional yang sering menjual cerita sedihnya.

6. Ingat Bahwa Manipulator Emosional Tidak Memiliki Rasa Tanggung Jawab

Manipulator emosional tidak pernah bertanggung jawab atas diri mereka atau perilaku yang mereka lakukan. Mereka hanya selalu peduli tentang “apa yang telah orang lakukan kepada saya”. Sehingga manipulator emosional akan mudah dikenali ketika mereka sering berusaha untuk membangun keintiman melalui pembagian informasi yang sangat pribadi.

Mungkin pada awalnya mereka membuat Anda merasa bahwa dirinya memiliki kepribadian yang sensitif, terbuka secara emosional, dan mungkin sedikit rentan. Namun percayalah, bahwa seorang manipulator emosional memiliki sisi berbahaya dibaliknya. Sehingga akan selalu ada masalah atau krisis yang harus diatasi ketika berhadapan dengan mereka.

Baca juga: Kasus Bunuh Diri yang Terjadi Pada Anak-Anak  

 

Sumber:

Harmer, S. (2018, May 2). 8 Ways To Stop Emotional Manipulation. Lifehack. https://www.lifehack.org/articles/lifestyle/8-ways-stop-emotional-manipulation.html

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Lakukan Ini Untuk Menghindari Perilaku Emosional Manipulatif — DeepTalk