Deeptalk.co.id – Peningkatan kepedulian mengenai kondisi kesehatan mental membuat kita tidak asing lagi dengan istilah ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder. ADHD sudah cukup sering menjadi pembahasan baik itu secara langsung, maupun melalui media sosial. ADHD sendiri merupakan salah satu gangguan mental, yang ditandai dengan kesulitan untuk fokus, perilaku hiperaktif, dan perilaku impulsif.
ADHD memang secara umum ditemukan pada anak-anak. Meski demikian, ADHD bukan kondisi yang bisa dipulihkan 100%. Dengan demikian, penderita ADHD sangat mungkin mengalami kondisi tersebut seumur hidupnya. Namun tenang saja, gejala ADHD bisa diminimalisir agar penderita bisa menjalani kehidupan sehari-hari sebagaimana orang-orang pada umumnya.
Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab utama dari ADHD itu sendiri. Meski demikian, beberapa ahli sependapat bahwa ADHD bisa jadi disebabkan oleh faktor genetik, cedera otak, kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah, konsumsi alkohol selama kehamilan, dan paparan polusi atau zat kimia tertentu selama ibu mengandung.
Komplikasi ADHD

Diagnosis ADHD umumnya diterima selama masa kanak-kanak. Dengan demikian penderita seharusnya bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin. Hal ini perlu menjadi perhatian agar kondisi penderita tidak menimbulkan keparahan gejala, atau lahirnya gejala-gejala baru yang lebih parah.
Penanganan pada penderita ADHD tidak hanya untuk meminimalisir gejala yang ada saja, melainkan juga meminimalisir kemungkinan komplikasi dari kondisi tersebut. Pasalnya, beberapa penderita ADHD, khususnya yang tidak mendapatkan penanganan, justru beresiko mengalami beberapa gangguan lain.
Gejala dan komplikasi dari ADHD inilah yang nantinya akan membuat penderita mengalami kesulitan untuk beradaptasi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa komplikasi yang bisa dialami oleh penderita ADHD:
Rendahnya prestasi akademik
Penderita ADHD mengalami kesulitan untuk fokus, termasuk dalam hal belajar. Maka dari itu mereka cenderung mengalami prestasi akademik yang rendah.
Masalah interaksi
Penderita ADHD juga cenderung mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Pasalnya mereka cenderung hiperaktif dan terlalu banyak bicara, yang pada akhirnya membuat orang lain tidak nyaman dengannya.
Resiko mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dan penyalahgunaan NAPZA
Saat beranjak dewasa, penderita ADHD juga beresiko mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, dan penyalahgunaan NAPZA. Hal semacam itu pada akhirnya membuat mereka terjebak dalam adiksi, karena baik alkohol dan NAPZA mengandung zat-zat adiksi.
Resiko beberapa gangguan mental
Penderita ADHD juga beresiko mengalami komplikasi dengan beberapa gangguan mental, misalnya depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, sindrom tourette, dan oppositional defiant disorder (ODD).
Baca juga : Mengenal Tipe ADHD yang Umum Dialami Anak
Diagnosis ADHD

Walaupun diagnosis ADHD didapatkan sejak masa kanak-kanak, namun bukan berarti kita bisa langsung melakukan self diagnosis terhadap anak. Diagnosis ADHD hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang telah tersertifikasi, yaitu psikolog dan psikiater.
Diagnosis ADHD dilakukan oleh para ahli karena untuk menghindari kesalahan diagnosis yang bisa berdampak buruk kedepannya. Pasalnya untuk menentukan suatu diagnosis memang harus melewati tahapan pemeriksaan yang tidak mudah. Adapun tahapan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis ADHD adalah sebagai berikut:
· Wawancara medis, dimana pada tahap ini baik psikolog maupun psikiater akan mencari tahu apakah pasien memiliki penyakit turunan atau tidak, masalah psikologis, dan segala hal yang dapat menunjang hasil diagnosis kedepannya.
· Pemeriksaan fisik, yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
· Tes kuesioner, yang bisa berupa tes-tes psikologis yang telah dirancang khusus.
Penanganan Pada Penderita ADHD

Setelah dipastikan diagnosis yang sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dialami oleh pasien, barulah akan ditentukan penangan apa yang cocok untuk kasus pasien tersebut. Perlu diketahui bahwa penanganan pada penderita ADHD hanya untuk meminimalisir gejala, dan membantu pasien untuk bisa menjalani kehidupan selayaknya orang-orang pada umumnya. Pasalnya, hingga saat ini ADHD masih menjadi salah satu kondisi yang belum bisa dipulihkan 100%.
Penanganan pada setiap penderita ADHD bisa jadi berbeda-beda. Hal tersebut akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dialami. Meski demikian, umumnya penanganan akan berupa:
Obat-obatan
Mengkonsumsi obat-obatan, untuk meminimalisir beberapa gejala. Misalnya obat penenang untuk meminimalisir perilaku hiperaktif. Namun mengkonsumsi obat-obatan tersebut harus sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter atau psikiater.
Psikoterapi
Metode penanganan selanjutnya bisa berupa psikoterapi. Jenis dari psikoterapi sendiri cukup beragam. Kembali lagi, pemberian psikoterapi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Namun umumnya psikoterapi yang digunakan adalah terapi CBT, yang bertujuan untuk mengatur pola pikir dan perilaku pasien. Selain CBT, terapi keluarga juga cukup penting, untuk memberikan edukasi kepada keluarga mengenai cara menghadapi pasien dengan tepat.
Itu dia penjelasan mengenai komplikasi, diagnosis, dan penanganan pada penderita ADHD. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa orang dengan gejala ADHD perlu melakukan pemeriksaan, untuk nantinya mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Pasalnya, ADHD juga bisa mengalami beberapa komplikasi yang mengganggu kehidupan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Gejala ADHD Pada Anak
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



