Semua artikel
Kesehatan Mental

Ketika Kaki Tidak Bisa Diam. Restless Legs Syndrome dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Psikologis

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Restless Legs Syndrome (RLS) adalah kondisi medis yang memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan sensasi tidak nyaman di kaki saat beristirahat atau tidur. Sensasi ini membuat kamu merasa tidak nyaman. Sehingga kamu merasa harus menggerakkan kaki agar sensasi tersebut hilang. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis kita.

Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Restless Legs Syndrome. Mari kita mulai pembahasan kali ini dengan pengertian dari Restless Legs Syndrome itu sendiri.

Apa Itu Restless Legs Syndrome?

Restless Legs Syndrome adalah kondisi medis yang membuat kita merasa tidak nyaman di kaki ketika kita duduk atau berbaring dalam waktu yang lama. Orang dengan Restless Legs Syndrome (RLS) mengalami sensasi tidak nyaman yang terasa seperti terbakar, menggelitik, atau seperti ada serangga yang merayap di kaki mereka. Sensasi ini membuat mereka merasa tidak nyaman, dan mereka merasa harus menggerakkan kaki agar sensasi tersebut hilang.

Contohnya, kamu mungkin pernah merasa tidak nyaman di kaki ketika kamu duduk untuk waktu yang lama, seperti ketika menonton film di bioskop atau ketika bepergian dalam penerbangan jarak jauh. Namun, jika kamu memiliki Restless Legs Syndrome, sensasi tidak nyaman tersebut akan terasa lebih kuat dan terjadi secara terus-menerus.

Baca juga: Tak Bisa Bergerak atau Bicara: Mengenal Lebih Jauh Sleep Paralysis

Apa Saja Gejala Umum Dari Restless Legs Syndrome?

Gejala umum dari Restless Legs Syndrome termasuk sensasi tidak nyaman di kaki, seperti terbakar, menggelitik, atau seperti ada serangga yang merayap. Gejala ini biasanya terjadi saat beristirahat atau tidur. Selain itu, orang dengan Restless Legs Syndrome mungkin merasa perlu untuk menggerakkan kaki mereka untuk menghilangkan sensasi tidak nyaman, yang dapat mempengaruhi kualitas tidur mereka. Beberapa orang dengan Restless Legs Syndrome juga mengalami sensasi tidak nyaman di lengan atau tubuh bagian atas mereka.

Gejala Restless Legs Syndrome dapat menyebabkan stres dan kecemasan pada seseorang, terutama saat mereka mencoba untuk tidur atau istirahat. Restless Legs Syndrome dapat mengganggu pola tidur dan membuat seseorang merasa lelah dan kurang energi pada siang hari, yang dapat berdampak pada produktivitas dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Apa Saja Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Restless Legs Syndrome?

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi terjadinya Restless Legs Syndrome, yaitu:

1. Faktor genetik: Restless Legs Syndrome dapat diturunkan dari orang tua ke anak. Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang menderita Restless Legs Syndrome, kemungkinan besar mereka juga akan mengalami kondisi ini.

2. Kekurangan zat besi: Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi terjadinya Restless Legs Syndrome. Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi dopamin, neurotransmitter yang membantu mengatur gerakan dan emosi kita.

3. Faktor hormonal: Perubahan hormon dapat memengaruhi terjadinya Restless Legs Syndrome. Kondisi ini sering terjadi selama kehamilan, karena adanya perubahan hormon dalam tubuh.

4. Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat, seperti antidepresan dan obat tekanan darah, dapat memicu terjadinya Restless Legs Syndrome.

5. Kondisi medis lain: Beberapa kondisi medis, seperti diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit Parkinson, dapat memengaruhi terjadinya Restless Legs Syndrome.

Bagaimana Cara Mengatasi Restless Legs Syndrome?

Terdapat beberapa cara untuk mengatasi Restless Legs Syndrome, yaitu:

1. Mengubah gaya hidup: Mengubah gaya hidup dapat membantu mengurangi gejala Restless Legs Syndrome. Kamu dapat mencoba untuk berolahraga secara teratur, menghindari kafein dan alkohol, serta merencanakan jadwal tidur yang konsisten.

2. Mengonsumsi suplemen zat besi: Jika kamu memiliki kekurangan zat besi, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zat besi untuk membantu mengatasi gejala Restless Legs Syndrome.

3. Mengonsumsi obat-obatan: Beberapa obat-obatan, seperti dopamin ergik, dapat membantu mengurangi gejala Restless Legs Syndrome. Namun, obat-obatan ini harus diresepkan oleh dokter dan dikonsumsi dengan hati-hati karena dapat memiliki efek samping.

4. Terapi perilaku kognitif: Terapi ini dapat membantu mengubah pola pikir dan perilaku yang dapat memperburuk gejala Restless Legs Syndrome.

5. Terapi fisik: Terapi fisik seperti pijat dan akupunktur dapat membantu mengurangi gejala Restless Legs Syndrome.

Dalam mengatasi Restless Legs Syndrome, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui pilihan terbaik yang sesuai dengan kondisi kamu.

Restless Legs Syndrome dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis kita. Namun, dengan mengubah gaya hidup, mengonsumsi suplemen zat besi, dan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat, kita dapat mengurangi gejala Restless Legs Syndrome dan meningkatkan kualitas hidup kita.

Ingatlah bahwa kita tidak sendirian dalam mengatasi Restless Legs Syndrome, dan ada banyak dukungan dan sumber daya yang tersedia untuk membantu kita meraih kesehatan dan kesejahteraan yang optimal. Mari kita berkomitmen untuk mengambil tindakan positif dan menjaga kesehatan kita secara keseluruhan.

Baca juga: Regulasi Emosi dan Resiliensi : Mengatur Emosi Dapat Meningkatkan Ketahanan Mental

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ketika Kaki Tidak Bisa Diam. Restless Legs Syndrome dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Psikologis — DeepTalk