Deeptalk.co.id – Istilah posesif tentu sudah tidak asing lagi ditelinga. Kamu pasti pernah mendengar memiliki pengalaman terjebak dengan pasangan posesif atau memiliki orang tua yang posesif. Kondisi semacam itu memang bukan hal yang menyenangkan dan pada dasarnya membuat seseorang kelelahan secara mental.
Seseorang yang posesif memiliki kecenderungan untuk mengatur ruang gerak orang lain. Contohnya, memiliki pasangan yang posesif akan membuat kamu kesulitan untuk membangun interaksi dengan lawan jenis, atau aktivitas mu akan selalu dipantau oleh pasangan. Hal tersebut tentu akan membatasi ruang gerak dan membuat kamu merasa tidak nyaman.
Namun, apakah kamu pernah berpikir mengapa seseorang akhirnya menjadi sosok yang posesif? Banyak orang yang dengan mudah menjudge orang lain tanpa memahami penyebab orang tersebut menjadi pribadi yang tidak menyenangkan. Padahal setiap orang tentu punya alasannya masing-masing. Bisa jadi pasangan atau orang tua mu menjadi sosok yang posesif karena mereka memiliki kondisi psikologis yang tidak kamu sadari.
Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas beberapa kondisi psikologi yang bisa menjadi penyebab seseorang menjadi posesif. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika orang tua, pasangan, atau orang terdekat mu memiliki kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa kondisi psikologis yang dapat membuat seseorang menjadi posesif:
Attachment Disorder

Attachment disorder biasanya erat kaitannya dengan sosok anak yang memiliki kelekatan berlebih terhadap orang tua atau pengasuhnya. Namun kondisi ini tidak menuntut kemungkinan dialami oleh orang-orang yang sudah dewasa. Dimana penderita attachment disorder umumnya memiliki keterkaitan berlebih dengan pasangan atau orang terdekatnya. Hal ini membuat mereka tidak ingin orang terdekatnya memiliki hubungan dengan orang lain karena dikhawatirkan akan mengurangi perhatian untuk dirinya.
Penyebab pasti dari attachment disorder ini belum diketahui hingga saat ini. Namun banyak ahli yang sependapat bahwa kondisi ini dipicu oleh adanya trauma masa kecil yang membuat mereka kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Penderita attachment disorder ini mengalami kesulitan untuk menjalin interaksi dengan orang lain. Hal inilah yang akhirnya membuat mereka memiliki rasa takut jika orang terdekatnya mengabaikan dirinya. karena itulah timbul sifat dan sikap posesif terhadap orang terdekatnya.
Baca juga : Lelah Menghadapi Pasangan Posesif? Lakukan Tips Berikut!
Borderline Personality Disorder (BPD)

Kondisi mental lainnya yang dapat membuat seseorang menjadi posesif adalah Borderline Personality Disorder atau yang biasa disingkat dengan BPD. Kondisi BPD ini sering kali membuat penderitanya kesulitan untuk mengendalikan emosi mereka. Maka tidak heran jika penderita BPD ini memiliki emosi yang tidak stabil.
Penderita BPD ini juga memiliki rasa takut berlebih akan ditinggal dengan orang terdekatnya. Maka tidak heran jika kondisi ini membuat mereka menjadi sosok yang posesif. Rasa takut itu juga akhirnya menimbulkan rasa ingin mengatur orang-orang terdekatnya agar tetap bisa berada di sisinya.
Penyebab pasti dari kondisi BPD ini juga belum diketahui hingga saat ini. Namun beberapa faktor seperti pernah menjadi korban pelecehan, kekerasan, dan lain sebagainya dianggap dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami BPD.
Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive compulsive disorder atau yang biasa disingkat dengan OCD tentu bukan suatu gangguan mental yang asing lagi ditelinga. Kamu mungkin pernah menemukan seseorang yang memiliki kecenderungan untuk mencuci tangan berulang kali untuk dapat memastikan bahawa tangannya sudah bersih. Kondisi tersebut merupakan salah satu contoh OCD.
OCD sendiri merupakan salah satu kondisi mental yang membuat penderitanya memiliki kecenderungan obsesi, perasaan, pikiran, dan perilaku berulang untuk dapat memastikan mereka berada dalam kondisi yang diharapkan.
Seseorang yang mengidap gangguan OCD ini juga memiliki kecenderungan untuk menjadi sosok yang posesif. Pasalnya, penderita OCD akan memastikan segala sesuatunya sesuai dengan yang mereka harapkan. Maka tidak heran mereka akhirnya menjadi posesif.
Penyebab pasti dari gangguan ini juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, dan kondisi otak juga dipercaya dapat mempengaruhi seseorang mengidap OCD.
Itu dia beberapa kondisi psikologis yang dapat membentuk sosok posesif dalam diri seseorang. Jika kamu atau orang terdekat mu memiliki kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan dalam artikel ini, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.
Sama halnya dengan gangguan mental lainnya, beberapa gangguan diatas perlu mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Hal tersebut dilakukan agar penderita dapat menjalani kehidupan selayaknya orang-orang pada umumnya. Untuk itu, jangan ragu melakukan konsultasi dengan Psikolog ataupun Psikiater.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Pasangan Posesif Bikin Stress! Berikut Ciri-Ciri Pasangan Yang Posesif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



