Deeptalk.co.id – Setiap orang pasti memiliki permasalahan hidup yang berbeda-beda, mulai dari yang berat hingga yang ringan. Meski demikian, setiap orang juga memiliki manajemen emosi yang berbeda-beda pula. Maka dari itu, masalah hidup yang ringan bagi kita bisa jadi berat untuk orang lain. Begitu juga sebaliknya.
Kita tidak bisa menggunakan tolak ukur yang kita miliki sebagai patokan besar kecilnya permasalahan hidup yang dialami orang lain. Dibandingkan mengukur masalah orang, memberikan simpati dan empati akan lebih baik.
Masalah hidup inilah yang terkadang membuat orang lain merasa putus asa. Tidak jarang, hal tersebut justru mengundang keinginan untuk mengakhiri kehidupan. Untuk itu, orang yang mengalami putus asa sangat membutuhkan bantuan dari orang lain agar tidak terus terpuruk dalam kesedihan yang dialami.
Penyebab Putus Asa

Setiap orang tentu memiliki penyebab yang berbeda-beda saat merasakan putus asa. Untuk meminimalisir hal tersebut, kita tentu perlu mengetahui penyebab dari putus asa tersebut.
Putus asa umumnya timbul akibat ketidaksesuaian harapan dan ekspektasi yang diinginkan. Selain itu, putus asa juga muncul akibat perasaan rendah diri, mengalami situasi yang buruk, atau berada dalam situasi sulit.
Kembali lagi, setiap orang memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda. Dalam kasus yang cukup berat, putus asa bisa menjadi gejala terjadinya masalah kesehatan mental misalnya depresi, gangguan kecemasan (anxiety disorder), gangguan bipolar, gangguan makan, stres pasca trauma (post-traumatic stress disorder/PTSD), kecanduan atau ketergantungan zat, bahkan keinginan untuk bunuh diri.
Tanda Seseorang Mengalami Putus Asa

Seseorang yang mengalami putus asa sangat membutuhkan support dari orang-orang disekitarnya. Sebagai orang tua, anak, saudara, teman, dan sahabat, sudah sepantasnya kita mengenali tanda-tanda seseorang mengalami putus asa agar dapat lebih peka terhadap kondisi orang yang kita sayangi.
Selain itu, dengan mengenal tanda-tanda putus asa, kita bisa menganalisis diri sendiri agar lebih mengenal dan memahami kondisi yang kita alami. Untuk itu, berikut beberapa tanda seseorang mengalami putus asa:
Kehilangan semangat
Seseorang yang mengalami putus asa cenderung kehilangan semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tanda yang satu ini akan sangat mencolok kepada orang yang tanya memiliki semangat yang besar dan antusias tinggi terhadap kehidupannya.
Tidak nafsu makan
Putus asa akan membuat kita tidak selera makan, walau makanan yang disajikan adalah makanan kesukaan kita. Kehilangan nafsu makan ini diakibatkan oleh pikiran-pikiran yang datang dan pergi dalam otak kita.
Rendah diri
Dalam hal ini, rendah diri yang dirasakan akan membuat kita semakin merasa terpuruk. Tidak jarang mereka yang merasakan putus asa akan menyalahkan diri sendiri dan merasa semakin tidak berguna.
Masih banyak tanda-tanda lainnya untuk mengetahui seseorang merasa putus asa atau tidak, misalnya kurang energi, mudah sakit, mengalami gangguan tidur, penyalahgunaan zat berbahaya, hingga keinginan untuk bunuh diri.
Baca juga: Mengalami Putus Cinta Tidak Baik Untuk Kesehatan Mental
Cara Mengatasi Putus Asa

Mendapatkan dukungan dari orang lain memang akan sangat membantu kita dalam mengatasi perasaan putus asa. Namun, kita tidak bisa terus menerus mengharapkan bantuan dari orang lain. Untuk itu, simak beberapa tips untuk mengatasi putus asa berikut:
Menenangkan diri
Sangat sulit untuk ita menenangkan diri saat sedang merasa putus asa. Namun kamu bisa coba cara sederhana seperti menutup mata dan menarik nafas perlahan lalu hembuskan secara perlahan juga. Hal ini dapat membantu kamu untuk merasa sedikit lebih tenang.
Hindari hal-hal yang memperumit keadaan
Berada dilingkungan yang toxic akan membuat kita lelah secara mental. Secara tidak langsung, kondisi fisik dan pikiran juga akan ikut terganggu. Tidak ada salahnya untuk menjauhkan diri dari lingkungan yang toxic.
Kamu juga tidak perlu memikirkan sesuatu secara berlebihan. Hal ini hanya akan memperumit kondisimu. Terkadang, berfikir secara sederhana akan membuat kamu sedikit lebih tenang. Tidak ada salahnya juga untuk mendapatkan ketenangan melalui meditasi, berjalan-jalan di taman, atau melakukan hal-hal yang menurut kamu menyenangkan.
Jangan lari dari masalah
Jangan salah sangkah, menghadapi masalah tidak memperumit keadaan mu kok. Menghadapi masalah artinya kita bisa menerima dan mencoba untuk mencari penyelesaian dari masalah yang kita hadapi.
Daripada masalah itu menumpuk, mending diselesaikan dengan baik bukan? Lagian, masalah yang menumpuk bisa memicu stress, depresi, hingga keinginan untuk bunuh diri. Jadi, mending hadapi saja setiap masalah yang ada.
Mencari lingkungan yang positif
Alih-alih bertahan dengan lingkungan yang toxic, lebih baik kamu mencari teman-teman dan kerabat yang positif. Orang-orang dengan pikiran dan tingkah laku negatif akan membuat hidup kamu menjadi lebih rumit. Selain itu, kamu juga bisa tertular akan pikiran dan tingkah laku tersebut.
Memiliki pertemanan yang positif akan membuat kamu lebih terbuka dengan segala permasalahan yang ada. Selain itu, kalian juga bisa saling support dan membantu satu sama lain. Dengan demikian, rasa putus asa akan sedikit teratasi di lingkungan tersebut.
Perasaan putus asa bisa dialami oleh siapa saja. Kita hanya perlu untuk mengatasi perasaan putus asa yang kita alami dan mensuport orang-orang yang mengalami putus asa. Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Gangguan Kepribadian Narsistik



