Deeptalk.co.id – Procrastination adalah sebuah perilaku menunda untuk memulai, mengerjakan, atau menyelesaikan suatu pekerjaan atau aktivitas tertentu. Walaupun istilah procrastination cukup asing bagi beberapa orang, namun pada dasarnya perilaku ini sangat sering kita jumpai. Baik itu kita sendiri yang melakukan tindakan procrastination, atau orang-orang disekitar kita.
Dari pengertian procrastination itu sendiri tentunya kita sudah memiliki bayangan bahwa perilaku ini tidak baik untuk dibiarkan begitu saja. Untuk itu penting bagi kita lebih mengenal perilaku procrastination dan bisa menghindari perilaku tersebut.
Perilaku procrastination cukup sering dijumpai pada para pelajar atau seorang karyawan. Kasus pada pelajar yang berhubungan dengan procrastination biasanya menunda untuk mengerjakan pekerjaan rumah, atau menunda untuk mempelajari sesuatu. Sedangkan kasus procrastination pada karyawan biasanya berupa menunda untuk mengerjakan tugas dari atasan, atau menunda untuk membuat laporan dari hasil pekerjaan. Dengan demikian, baik pelajar maupun karyawan, perilaku procrastination ini tidak baik untuk dilakukan.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenali tanda-tanda procrastination dan jenis-jenis dari procrastination itu sendiri. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Tanda-Tanda Procrastination

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa perilaku atau kebiasaan yang mereka lakukan merupakan bentuk dari procrastination. Selain karena mereka tidak mengetahui bahwa procrastination itu perilaku yang tidak seharusnya, beberapa dari mereka juga tidak mengetahui tanda-tanda dari procrastination itu sendiri. Untuk itu penting bagi kita membekali pengetahuan mengenai tanda-tanda procrastination berikut:
Kebiasaan menunda pekerjaan
Seperti pada pengertian procrastination itu sendiri, tanda utama perilaku procrastination adalah kebiasaan menunda pekerjaan atau tugas yang mereka miliki. Biasanya penundaan pekerjaan ini dilakukan karena beberapa alasan seperti tidak memahami pekerjaan, sedang asik dengan hal-hal yang menghibur, tidak mengetahui urgensi pekerjaan, dan lain sebagainya.
Pendapat yang salah
Beberapa orang pelaku procrastination memiliki pendapat yang salah dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Dimana mereka beranggapan bahwa mengerjakan nanti akan lebih baik dibandingkan mengerjakan saat ini. Masalah yang sering digunakan adalah mood yang belum baik untuk mengerjakan tugas, situasi yang tidak mendukung, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa dari mereka juga menganggap tindakan procrastination ini bukanlah suatu masalah yang besar.
Baca juga : Procrastination : Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Pengulangan
Tindakan procrastination ini juga biasanya ditandai dengan adanya pengulangan. Artinya, para pelaku procrastination ini tidak hanya sekali atau dua kali menunda dalam mengerjakan tugas, namun juga bisa berkali-kali dan akhirnya terjebak dalam kebiasaan tersebut. Karena hal tersebut, tindakan procrastination ini biasanya akan berlangsung dalam jangka panjang dan menjadi kebiasaan buruk.
Susah mengambil keputusan
Tidak jarang juga kita temukan para pelaku procrastination ini mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan.
Terlambat mengerjakan tugas
Hampir semua pelaku procrastination mengalami keterlambatan dalam mengerjakan tugas. Adapun tugas bisa diselesaikan dengan baik, biasanya tugas tersebut tidak maksimal, atau pelaku tidak memaksimalkan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas tersebut karena terlalu terburu-buru.
Jenis-Jenis Procrastination

Pada dasarnya, perilaku procrastination atau kebiasaan menunda pekerjaan ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:
Procrastination pasif
Jenis procrastination yang pertama adalah procrastination pasif. Procrastination pasif adalah kondisi dimana seseorang menunda untuk memulai, mengerjakan, atau mengakhiri suatu tugas karena merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas tersebut. Dalam kasus ini, pelaku procrastination biasanya tidak memahami dengan baik tugas yang diberikan. Baik itu memahami maksud tugasnya, alur pengerjaan tugas, atau tujuan dari tugas tersebut.
Contoh procrastination pasif adalah, seseorang karyawan baru yang diminta untuk mengerjakan sesuatu, namun mereka belum mendapatkan arahan dalam pengerjaan tugas tersebut. Hal ini membuat karyawan tersebut menunda tugas itu dan mencoba untuk mengalihkan fokusnya kepada tugas-tugas yang sudah dikuasai sebelumnya.
Untuk dapat mengatasi jenis procrastination yang satu ini adalah dengan menambah lebih banyak lagi pengetahuan dan wawasan terhadap pekerjaan atau pembelajaran yang kita butuhkan. Dengan begitu, tidak ada alasan lagi untuk menunda pekerjaan.
Procrastination aktif
Jenis procrastination selanjutnya adalah procrastination aktif. Procrastination aktif adalah kondisi dimana seseorang menunda untuk memulai, mengerjakan, atau mengakhiri suatu tugas karena disengaja. Tindakan semacam ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang merasa tertantang atau merasa lebih baik dalam mengerjakan tugas di waktu-waktu yang mepet. Situasi semacam itu membuat mereka merasakan adrenalin. Namun sayangnya banyak diantara mereka menghasilkan pekerjaan yang tidak maksimal.
Contoh procrastination pasif adalah, seorang pelajar yang menunda untuk mengerjakan pekerjaan rumah karena terlalu asik dengan game online dan sosial media mereka. Hal ini membuat mereka mengerjakan tugas terlalu larut malam atau justru pagi hari di sekolah. Dengan demikian, tugas yang dikerjakan tidak maksimal.
Untuk dapat mengatasi procrastination aktif ini adalah dengan membiasakan diri mengerjakan tugas sesegera mungkin, atau belajar memahami mana prioritas yang perlu untuk diselesaikan terlebih dahulu.
Itu dia penjelasan singkat mengenai procrastination. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Dampak dan Cara Mengatasi Star Syndrome
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



