Deeptalk.co.id – Kamu pasti pernah mendengar istilah star syndrome, kan? Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang merasa dirinya sempurna, mengagumkan, dan terkenal, padahal kenyataannya tidak. Dilansir dari halodoc, orang dengan star syndrome biasanya memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, merasa superior dari orang lain, haus akan pujian dan kekaguman, dan kurang empati pada orang lain.
Star syndrome termasuk dalam gangguan kepribadian narsistik. Dilansir dari lini sehat, kondisi mental ini yaitu saat seseorang mementingkan diri sendiri, butuh perhatian dan kekaguman berlebih dari orang lain, hingga kurang empati pada orang lain. Namun, pengidap masalah ini sangat rapuh terhadap kritik atau komentar orang lain pada dirinya.
Gangguan kepribadian narsistik adalah salah satu jenis gangguan kepribadian yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak sehat. Menurut Alodokter, orang dengan gangguan ini memiliki pandangan yang berlebihan tentang diri mereka sendiri dan kurang memperhatikan perasaan atau kebutuhan orang lain.
Mari kita bahas lebih dalam mengenai star syndrome dan gangguan kepribadian narsistik. Kadangkala kedua istilah tersebut disalah artikan dengan pemberian pemaknaan yang sama. Namun kedua istilah tersebut tentu saja berbeda dari segi keparahan maupun penyebabnya. Jadi mari kita bahas mengenai perbedaan dan persamaan dari star syndrome dan gangguan kepribadian narsistik.
Mengapa Star Syndrome Menjadi Tanda Terjadinya Gangguan Kepribadian Narsistik?

Star syndrome bisa menjadi tanda terjadinya gangguan kepribadian narsistik karena keduanya memiliki gejala atau ciri-ciri yang mirip. Dilansir dari halodoc, terdapat beberapa gejala atau ciri-ciri tersebut adalah:
– Memiliki rasa superior yang berlebihan sehingga selalu merasa lebih unggul dibandingkan orang lain, padahal sebenarnya tidak.
– Merasa dirinya unik atau spesial sehingga menilai derajatnya lebih tinggi dari orang lain.
– Selalu membanggakan kemampuan dan pencapaiannya secara berlebihan.
– Memiliki kecenderungan untuk memanipulasi orang lain untuk keuntungannya sendiri.
– Sering merasa iri dengan orang lain.
– Memiliki fantasi bahwa ia adalah sesorang yang sukses dan berkuasa.
– Merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus.
Gejala atau ciri-ciri di atas menunjukkan bahwa orang dengan star syndrome atau gangguan kepribadian narsistik memiliki pandangan yang tidak realistis tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya. Mereka juga tidak mampu menghargai atau menghormati orang lain sebagai individu yang sama-sama berharga.
Baca juga: Apa Itu Victim Mentality dan Bagaimana Mengatasinya?
Apakah Star Syndrome Merupakan Versi Ringan dari Gangguan Kepribadian Narsistik?

Tidak semua orang dengan star syndrome memiliki gangguan kepribadian narsistik. Star syndrome bisa dibilang sebagai versi ringan dari gangguan kepribadian narsistik karena gejalanya tidak seberat atau separah gangguan tersebut. Orang dengan star syndrome masih bisa menjalin hubungan sosial yang normal dengan orang lain, meskipun mungkin ada beberapa konflik atau masalah yang timbul akibat sikap mereka yang egois atau sombong.
Orang dengan gangguan kepribadian narsistik, di sisi lain, memiliki kesulitan yang lebih besar dalam berinteraksi dengan orang lain. Mereka sering merendahkan, mengejek, atau mengkritik orang lain untuk meningkatkan harga diri mereka sendiri. Mereka juga tidak bisa menerima kesalahan atau kekurangan mereka sendiri dan cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang mereka hadapi.
Apa Perbedaan Star Syndrome dan Gangguan Kepribadian Narsistik?

Meskipun star syndrome dan gangguan kepribadian narsistik memiliki gejala atau ciri-ciri yang mirip, ada beberapa perbedaan yang bisa dilihat antara keduanya. Beberapa perbedaan tersebut adalah:
– Star syndrome bukan termasuk dalam penyakit mental, sedangkan gangguan kepribadian narsistik termasuk dalam penyakit mental.
– Star syndrome bisa dipicu oleh kombinasi pola asuh dan kondisi lingkungan sosial, sedangkan gangguan kepribadian narsistik bisa disebabkan oleh faktor genetik, biologis, atau psikologis .
– Star syndrome bisa diatasi dengan bantuan support system yang baik, sedangkan gangguan kepribadian narsistik membutuhkan bantuan profesional dari psikolog atau psikiater .
– Star syndrome bisa berkurang seiring dengan bertambahnya usia, pengalaman, atau pengetahuan, sedangkan gangguan kepribadian narsistik cenderung bertahan seumur hidup jika tidak ditangani dengan baik.
Setelah membaca artikel ini, maka kita bisa lebih memahami perbedaan dan persamaan antara star syndrome dan gangguan kepribadian narsistik. Kita juga bisa mengetahui gejala atau ciri-ciri yang muncul pada orang dengan kondisi tersebut, serta cara mengatasinya. Dengan begitu, kita bisa lebih waspada dan peka terhadap diri sendiri dan orang lain yang mungkin mengalami masalah ini.
Selain itu, kita juga bisa lebih menghargai dan menghormati orang lain sebagai individu yang berbeda-beda. Kita tidak perlu merasa superior atau inferior dari orang lain, karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita juga tidak perlu mencari pujian atau kekaguman dari orang lain untuk menentukan nilai diri kita. Hal ini karena kita sudah berharga apa adanya. Yang terpenting adalah kita bisa mencintai diri sendiri dan orang lain dengan tulus dan ikhlas. Ingatlah menjadi diri sendiri itu lebih bahagia dibandingkan meniru kehidupan orang lain.
Baca juga: Mengapa Victim Mentality Dapat Merugikan Kita?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



