Deeptalk.co.id – Mania dan hipomania merupakan periode perilaku terlalu aktif dan berenergi tinggi yang dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari. Kedua kondisi psikologis ini adalah gejala yang dapat terjadi pada gangguan bipolar, namun ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi juga pada orang tanpa gangguan bipolar.
Hipomania ialah versi mania yang lebih ringan dan biasanya berlangsung dalam waktu lebih singkat, yakni beberapa hari dengan lama yang bervariasi juga. Sedangkan mania adalah bentuk yang lebih parah dengan rentang waktu berlangsungnya bisa sampai seminggu atau lebih, kecuali jika dipersingkat dengan pengobatan.
Anda mungkin mengalami hipomania atau mania dengan sendirinya. Atau Anda mungkin mengalaminya sebagai bagian dari masalah kesehatan mental yang lebih luas. Misalnya gangguan bipolar, psikosis pascapersalinan, atau gangguan skizoafektif. Beberapa mungkin menganggap episode mania dan hipomania adalah kondisi yang menyenangkan. Atau beberapa lainnya menganggap kondisi ini sebagai hal yang tidak nyaman, menyusahkan dan tidak menyenangkan.
Lebih lanjut, kami akan menjelaskan lebih lengkap perbedaan dari kedua kondisi psikologis antara mania dan hipomania dalam artikel ini.
Penjelasan Tentang Mania

Kondisi mania lebih dari sekedar memiliki energi ekstra. Ini adalah gangguan suasana hati yang membuat penderitanya berenergi secara tidak normal, baik secara fisik maupun mental. Biasanya gangguan mania ini terjadi selama seminggu atau lebih sehingga bisa berdampak signifikan pada kemampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Pada beberapa kasus, mania merupakan gejala dari gangguan bipolar I dan ini bisa bergantian dengan periode depresi. Namun, orang dengan gangguan bipolar I tidak selalu mengalami episode depresi, dan sangat umum bagi seseorang untuk memiliki suasana hati yang lebih khas di antara episode tersebut. Mania bisa menjadi cukup parah sehingga mengharuskan pasien untuk dirawat di rumah sakit.
Gejala mania bisa meliputi hal-hal berikut:
- Kegembiraan yang tak terkendali, seolah-olah Anda tidak bisa mengeluarkan kata-kata dengan cukup cepat
- Mudah tersinggung dan gelisah
- Peningkatan energi seksual
- Mudah teralihkan, seperti pikiran Anda berpacu, atau Anda tidak dapat berkonsentrasi
- Sangat percaya diri atau suka berpetualang
- Seolah-olah Anda tidak dapat disentuh atau tidak dapat disakiti
- Sepertinya Anda dapat melakukan tugas fisik dan mental lebih baik dari biasanya
- Seperti Anda memahami, melihat atau mendengar hal-hal yang orang lain tidak bisa
Selain itu, gejala terjadinya mania pada seseorang bisa ditunjukkan dengan perilaku tidak biasanya, di antaranya yakni:
- Menjadi lebih aktif dari biasanya
- Banyak bicara, bicara sangat cepat, atau tidak masuk akal bagi orang lain
- Menjadi sangat ramah
- Mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak pantas dan di luar karakternya
- Tidur sangat sedikit atau tidak sama sekali
- Bersikap kasar atau agresif
- Menyalahgunakan obat-obatan atau alkohol
- Menghabiskan uang secara berlebihan atau dengan cara yang tidak biasa bagi Anda
- Hilangnya hambatan sosial
- Mengambil risiko serius demi keselamatan Anda
Baca juga: Apa yang Dirasakan Ketika Mengalami Gangguan Body Dysmorphic?
Penjelasan Tentang Hipomania

Hipomania adalah bentuk mania yang lebih ringan dan lebih mudah untuk dikendalikan. Ketika mengalami hipomania, tingkat energi seseorang menjadi lebih tinggi dari biasanya, namun tidak se ekstrem yang dialami ketika mania. Jika mania terjadi selama seminggu atau lebih, hipomania hanya terjadi dalam kurun waktu beberapa hari.
Pasien gangguan bipolar II mungkin mengalami hipomania yang bergantian dengan depresi, atau mereka mungkin memiliki keadaan emosi yang lebih khas di antara keduanya. Orang lain mungkin mengetahui jika seseorang tengah menderita hipomania. Namun dalam kasus secara umum, kondisi hipomania ini tidak mengharuskan penderitanya hingga dirawat di rumah sakit.
Penderita hipomania biasanya dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa terkena dampak yang terlalu parah. Namun orang lain mungkin memperhatikan perubahan suasana hati dan perilaku pasien. Dan itu bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan atau sulit.
Gejala hipomania dapat meliputi hal-hal berikut:
- Bahagia, euforia atau perasaan sejahtera
- Sangat bersemangat, sepertinya Anda tidak bisa mengeluarkan kata-kata Anda dengan cukup cepat
- Mudah tersinggung dan gelisah
- Peningkatan energi seksual
- Mudah teralihkan, seperti pikiran Anda berpacu, atau Anda tidak dapat berkonsentrasi
- Peningkatan harga diri atau kepercayaan diri
- Menjadi lebih aktif dari biasanya
- Banyak bicara atau berbicara sangat cepat
- Menjadi sangat ramah
- Tidur sangat sedikit
- Menghabiskan uang secara berlebihan
- Kehilangan hambatan sosial atau mengambil risiko
Apa yang Terjadi Setelah Mengalami Episode Mania Atau Hipomania?

Setelah episode hipomanik atau manik, Anda mungkin:
- Merasa sangat tidak bahagia atau malu dengan perilaku Anda
- Telah membuat komitmen atau mengambil tanggung jawab yang sekarang terasa tidak dapat dikelola
- Miliki hanya sedikit kenangan yang jelas tentang apa yang terjadi saat Anda mengalami hipomanik atau manik, atau tidak sama sekali
- Merasa sangat lelah dan perlu banyak tidur dan istirahat
- Rasanya seperti Anda telah menekan tombol ‘reset’, dan seperti Anda adalah orang yang berbeda sebelum episode tersebut
- Jika Anda mengalami hipomania atau mania sebagai bagian dari masalah kesehatan mental lainnya, Anda mungkin mendapati bahwa episode tersebut diikuti oleh periode depresi. Misalnya saja jika Anda mengalami gangguan bipolar atau gangguan skizoafektif.
Baca juga: Sering Dialami Lansia, Apakah Diogenes Syndrome Bisa Terjadi Pada Orang Muda?
Sumber:
What are hypomania and mania? (2023). Mind. https://www.mind.org.uk/information-support/types-of-mental-health-problems/hypomania-and-mania/about-hypomania-and-mania/
Pietrangelo, A. (2022, September 29). What You Should Know About Mania vs. Hypomania. Healthline. https://www.healthline.com/health/mania-vs-hypomania#
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



