Deeptalk.co.id – Demensia adalah kondisi dimana seseorang mengalami penurunan kemampuan fungsi otak. Hal ini membuat penderita demensia mengalami kesulitan untuk berpikir, mengingat, mengambil keputusan, berbicara dan berbahasa, hingga melakukan aktivitas sehari-hari.
Sejauh ini kita mungkin mengenal demensia dialami oleh lansia atau orang tua dengan usia 65 tahun ke atas. Namun tahukah kamu bahwa demensia juga bisa saja dialami oleh orang dengan usia yang lebih muda. Kondisi demensia pada usia muda ini dikenal dengan istilah demensia onset dini.
Pada dasarnya, baik demensia dan demensia onset dini memang memiliki gejala yang sama. Hal yang membedakannya hanya pada usia penderitanya saja. Maka dari itu, demensia sudah seharusnya kita kenali, walaupun belum memasuki usia lansia.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai demensia pada usia muda dan apa yang menyebabkan hal itu terjadi. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan utama dalam self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikiater atau psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Demensia Onset Dini

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, demensia dan demensia onset dini pada dasarnya merupakan kondisi yang serupa. Namun, jika penderita mendapatkan diagnosa demensia pada usia di bawah 65 tahun, maka kondisi mereka akan dikategorikan sebagai demensia onset dini.
Demensia sendiri pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori penyakit atau gangguan mental, melainkan sekumpulan gejala untuk penyakit atau masalah kesehatan mental lainnya. Sama halnya dengan demensia, demensia onset dini juga terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
· Alzheimer onset dini, yaitu kondisi alzheimer terhadap orang-orang dibawah usia 65 tahun. penderita alzheimer onset dini juga mengalami gejala serupa dengan penderita alzheimer pada umumnya, yaitu kesulitan mengingat informasi, kesulitan berbicara dan berbahasa, kesulitan mengerjakan tugas harian, dan masih banyak lagi.
· Demensia lewy body, yaitu kondisi demensia yang disebabkan oleh penumpukan protein pada sel saraf di otak. Hal tersebut memicu penurunan kinerja otak, yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir.
· Demensia frontotemporal, yaitu kondisi demensia yang disebabkan oleh kerusakan atau disfungsi sel saraf pada otak bagian depan (fronto), dan bagian samping (temporal). Hal tersebut mempengaruhi perubahan perilaku, kepribadian, dan kemampuan berbahasa.
Baca juga: Tips Mencegah Demensia Sejak Dini
Penyebab Demensia Onset Dini

Baik demensia maupun demensia onset dini merupakan kondisi yang bersifat progresif atau tidak dapat disembuhkan, namun dapat diperlambat pertumbuhannya. Namun, untuk kasus mudah lupa diluar demensia, pada dasarnya bisa diatasi dengan mengenali dan mengatasi penyebab utamanya.
Alih-alih mendapatkan penanganan seumur hidup akibat demensia onset dini yang dialami, lebih baik untuk menghindari penyebab dari demensia onset dini tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa faktor pemicu yang dipercaya dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami demensia onset dini:
Faktor genetik
Faktor penyebab demensia onset dini yang pertama adalah genetik. Artinya, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi demensia seperti alzheimer dan sejenisnya, akan beresiko lebih besar mengalami kondisi serupa.
Meski demikian, tidak semua orang dengan riwayat keluarga demensia akan mengalami kondisi serupa. Hal ini kembali lagi dengan bagaimana gaya hidup, dan faktor-faktor penunjang eksternal lainnya.
Kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebihan
Faktor penyebab demensia onset dini kedua adalah kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Bahaya mengkonsumsi alkohol memang sudah tidak diragukan lagi. Namun siapa sangka bahwa kebiasaan buruk tersebut juga bisa memicu kondisi demensia onset dini.
Alkohol yang dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang bisa mengakibatkan kerusakan pada otak. Kerusakan dalam hal ini bisa berupa disfungsi pada bagian otak tertentu, atau kerusakan permanen pada bagian otak tertentu. Maka dari itu, berhenti mengkonsumsi alkohol akan membantu kamu terhindar dari demensia onset dini.
Mengidap penyakit tertentu
Demensia bisa jadi merupakan gejala dari salah satu penyakit yang cukup berbahaya. Misalnya pada penderita stroke yang bisa menyebabkan demensia vaskular, dan juga pada penderita diabetes pada pria. Diabetes pada pria lebih beresiko mengalami stroke dibandingkan wanita. Dengan demikian, secara tidak langsung diabetes pada pria juga bisa memicu demensia vaskular.
Kurang vitamin D
Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Salah satu dampak dari kurangnya tubuh akan asupan vitamin D adalah mampu memicu kondisi demensia. Pasalnya, kurangnya vitamin D dapat mempermudah seseorang terinfeksi virus, dimana hal tersebut mampu meningkatkan resiko demensia. Vitamin D juga membantu seseorang untuk sehat secara kognitif, yang tentunya akan membuat seseorang terhindar dari demensia.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai demensia onset dini dan beberapa penyebabnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Waspada Gejala Demensia Pada Usia Muda
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



