Deeptalk.co.id – Ekshibisionisme adalah kondisi dimana seseorang memiliki dorongan seksual untuk menunjukkan organ intim atau alat kelamin dan area tubuh yang tidak pantas dipertontonkan kepada orang lain tanpa adanya persetujuan dari orang tersebut. Ekshibisionisme juga termasuk penyimpangan seksual yang dimana perilaku tersebut dapat mengakibatkan trauma bagi korbannya.
Seseorang dengan ekshibisionisme akan semakin merasa senang dan tertantang untuk mengulangi perbuatannya jika korban mereka menunjukkan ekspresi jijik atau takut. Mereka juga akan semakin merasa bergairah secara seksual jika respon korbannya seperti itu.
Ekshibisionisme memang umum dialami oleh laki-laki, meski demikian wanita juga tidak menuntut kemungkinan mengalami kondisi serupa. Dalam beberapa kasus, perilaku ekshibisionisme ini bisa menjadi tindakan kriminal. Tepatnya jika perilaku mereka sudah diiringi dengan tindakan-tindakan fisik seperti melakukan pemerkosaan. Karena itulah orang dengan ekshibisionisme ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat.
Sayangnya masih banyak orang yang belum memahami betapa seriusnya kondisi ini. Karena itulah artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyebab dan ciri-ciri ekshibisionisme. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan orang dengan ciri-ciri ekshibisionisme yang disebutkan dalam artikel ini, maka segera arahkan untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan demikian, orang yang diduga sebagai seorang ekshibisionisme itu bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai penyebab dan ciri-ciri ekshibisionisme.
Penyebab Ekshibisionisme

Jika kita mengetahui penyebab pasti dari kondisi ekshibisionisme ini tentu hal tersebut bisa diantisipasi. Dengan demikian, akan semakin berkurang orang-orang dengan ekshibisionisme dan korban dari tindakan ekshibisionisme ini.
Sayangnya, penyebab pasti dari ekshibisionisme ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, dalam artikel yang diterbitkan oleh halosehat dituliskan bahwa terdapat beberapa hal yang dianggap dapat meningkatkan dorongan seseorang untuk melakukan tindakan ekshibisionisme. Berikut beberapa hal yang dimaksud:
Baca juga : Ekshibisionisme : Senang Memamerkan Alat Kelamin
Gangguan psikologis
Beberapa gangguan psikologis dianggap dapat meningkatkan dorongan seseorang untuk melakukan tindakan ekshibisionisme. Gangguan psikologis tersebut seperti kecenderungan antisosial, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang, hiperseksualitas, dan pedofilia.
Kecenderungan antisosial akan membuat seseorang tidak mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitarnya. Kurangnya perhatian ini yang dianggap membuat pelaku ekshibisionisme ini mencari perhatian dengan tindakan ekshibisionisme.
Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan terlarang akan membuat penggunanya kehilangan kesadaran dan cenderung melakukan hal-hal diluar nalar. Hal inilah yang memungkinkan mereka melakukan tindakan ekshibisionisme. Terlebih lagi jika alkohol dan obat-obatan terlarang dikonsumsi secara berlebihan.
Hiperseksualitas merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecanduan terhadap aktivitas seksual. Rasa candu ini membuat mereka kesulitan untuk mengontrol hasrat seks mereka dan melakukan tindakan-tindakan tidak senonoh seperti ekshibisionisme.
Pedofilia adalah kondisi dimana seseorang memiliki ketertarikan secara seksual terhadap anak-anak yang belum memasuki usia pubertas, bahkan kepada balita sekalipun. Perlu diketahui bahwa salah satu jenis ekshibisionisme adalah melakukan tindakan ekshibisionisme terhadap anak-anak. Hal ini juga bisa memicu kekerasan seksual terhadap anak.
Lingkungan sosial
Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan akan sangat mempengaruhi kondisi mental seseorang. Hal ini juga berlaku untuk mereka dengan ekshibisionisme. Seseorang dengan ekshibisionisme umumnya tidak mendapatkan empati yang cukup dari orang-orang disekitarnya. Tidak sedikit dari mereka hidup dengan orang tua yang suka mengkritik, menghina, berlaku kasar, dan sering mempermalukannya.
Selain itu, adanya trauma masa kecil yang terjadi berulang kali juga bisa menimbulkan sifat narsistik. Dimana sifat tersebut membutuhkan perhatian dan rasa kagum dari orang lain. Karena itulah seorang ekshibisionisme menarik perhatian orang lain dengan menunjukkan organ intimnya. Bisa dikatakan perbuatan ekshibisionisme ini sebagai coping mechanism.
Ciri-Ciri Ekshibisionisme

Gejala atau ciri-ciri seseorang mengalami ekshibisionisme dapat ditunjukkan dari usia 15-25 tahun, dan umumnya akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Berikut ciri-ciri seseorang mengalami ekshibisionisme:
· Penderita ekshibisionisme umumnya mengalami gairah seksual yang sangat kuat berupa fantasi seks, niat, bahkan tindakan, untuk menunjukkan organ intim atau area pribadi lainnya. Dimana kondisi ini terjadi setidaknya selama 6 bulan.
· Penderita ekshibisionisme umumnya mengalami dorongan seksual yang sangat besar untuk menunjukkan atau mempertontonkan organ intim atau aktivitas seksual (berhubungan intim atau masturbasi) kepada orang lain tanpa adanya persetujuan dari orang tersebut.
· Perilaku ekshibisionisme dapat dikategorikan sebagai sebuah gangguan jika tindakan mereka menyebabkan masalah, mengganggu, dan menghambat aktivitas dan produktivitas di kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Seperti itulah pembahasan mengenai penyebab dan ciri-ciri dari ekshibisionisme. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyebab ekshibisionisme dapat dilihat dari adanya gangguan psikologis dan faktor lingkungan. Sedangkan ciri-ciri dari ekshibisionisme adalah adanya dorongan untuk menunjukkan organ intim tanpa persetujuan orang lain dan dimana perilaku tersebut mengganggu orang lain atau diri sendiri.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Sadomasokisme : Kepuasan Seksual Setelah Melakukan Kekerasan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



