Deeptalk.co.id – Kamu tentu pernah melakukan sesuatu, namun tidak sesuai dengan keyakinan atau apa yang sedang kamu pikirkan. Kondisi semacam itu dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah disonansi kognitif. Dalam skala ringan, kondisi disonansi kognitif ini hanya akan menimbulkan perasaan tidak nyaman. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini justru dapat menimbulkan stress dan mengganggu kondisi mental seseorang.
Disonansi kognitif sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ketidak selarasan atau inkonsistensi antara sikap, keinginan, dan perilaku, yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman. Ilmu mengenai disonansi kognitif ini seakan menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki dorongan untuk bisa menjaga sikap, keinginan, dan perilakunya agar terus konsisten untuk menghindarkan diri dari disonansi.
Untuk itu artikel kali ini akan membahas mengenai disonansi kognitif, lebih tepatnya mengenai penyebab dan cara mengatasi disonansi kognitif. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan rujukan penanganan utama. Jika kamu merasa mengalami kendala dalam menjalani kehidupan sehari-hari, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Penyebab Disonansi Kognitif

Disonansi kognitif tidak timbul begitu saja, melainkan beberapa faktor dapat menggiring seseorang untuk terjebak dalam hal tersebut. berikut beberapa faktor penyebab disonansi kognitif:
Paksaan lingkungan
Ada kalanya kita mengambil keputusan tidak sesuai dengan kata hati dan keyakinan kita, melainkan sesuai dengan permintaan dari orang-orang disekitar kita. Terkadang permintaan tersebut tidak disampaikan secara langsung. Contohnya sikap seorang karyawan yang setuju untuk lebur walau dirinya sedang tidak sehat, karena permintaan dari atasan. Tanpa disadari posisi tersebut sudah membuat kita terjebak dalam disonansi kognitif.
Keputusan yang sulit
Saat kita dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit, baik itu dua-duanya menguntungkan, atau dua-duanya merugikan, terkadang kita akan mengalami disonansi kognitif. Saat kita sudah mengambil keputusan, secara otomatis kita terus meyakinkan diri bahwa keputusan yang diambil adalah yang terbaik.
Usaha pencapaian tujuan
Saat kita sedang berusaha mencapai sebuah tujuan, tidak jarang kita justru mengalami disonansi kognitif dan menilai usaha tersebut adalah langkah yang sia-sia. Hal ini biasanya terjadi saat di perjalanan kita mulai menyadari bahwa usaha yang kita lakukan sudah membuat banyak waktu dan tenaga.
Baca juga : Apa Itu Disonansi Kognitif?
Cara Mengatasi Disonansi Kognitif

Perlu diketahui bahwa terjebak dalam disonansi kognitif seringkali membuat kita berada dalam posisi yang tidak nyaman. Bahkan kondisi tersebut dapat menimbulkan kecenderungan stress. Untuk itu penting bagi kita mengetahui bagaimana cara agar dapat mengatasi disonansi kognitif.
Berikut beberapa cara mengatasi disonansi kognitif:
Mengubah tindakan
Jika tindakan atau langkah yang kamu ambil menimbulkan kebingungan atau kebimbangan, maka kamu bisa mengubah tindakan tersebut. Ikutilah apa yang menjadi kata hati, keyakinan, dan pikiran mu. Tentu saja dalam melakukan cara yang satu ini kamu perlu membertimbangkan apakah keyakinan mu positif atau tidak.
Mengubah keyakinan
Jika kamu merasa tindakan mu akan berdampak baik dan mendatangkan nilai-nilai positif, cobalah untuk mengubah keyakinan yang telah kamu anut. Walaupun langkah yang satu ini tidak akan mudah. Namun kamu bisa mencoba dengan melihat dan mempertimbangkan dari beberapa sudut pandang untuk akhirnya dapat menerima langkah yang telah kamu ambil.
Menambah keyakinan baru
Mungkin ada beberapa faktor yang membuat kita tidak bisa mengubah keyakinan dan juga tindakan yang telah kita ambil. Untuk itu tidak ada salahnya dengan menambah keyakinan baru. Sama halnya dengan poin sebelumnya, namun langkah yang satu ini tidak perlu menghilangkan keyakinan sebelumnya. Namun langkah ini akan sedikit susah kita keyakinan yang dianut dan keyakinan baru saling bertentangan.
Menerapkan mekanisme disonansi kognitif menurut Aronson dan Festinger
Aronson dan Festinger mengemukakan tiga mekanisme disonansi kognitif yang dipercaya dapat mengatasi kondisi tersebut. Adapun mekanisme tersebut adalah, mengubah sikap dan perilaku menjadi konsisten satu sama lain, mencari informasi baru untuk mendukung sikap atau perilaku agar saling seimbang, dan mengabaikan tanggapan mengenai ketidaksesuaian antara sikap dan perilaku.
Konsultasi psikologis
Ada kalanya beberapa kondisi tidak dapat kita atasi seorang diri. Untuk itu tidak ada salahnya mendapatkan pertolongan dari orang-orang yang ahli dibidangnya. Terutama saat kondisi disonansi kognitif sudah mengganggu aktivitas sehari-hari atau orang disekitar, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi disonansi kognitif. Dapat disimpulkan bahwa disonansi kognitif bisa disebabkan oleh paksaan lingkungan, pengambilan keputusan yang sulit, dan usaha dalam mencapai usaha. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi disonansi kognitif adalah mengubah tindakan, mengubah keyakinan, menambahkan keyakinan, menerapkan mekanisme disonansi kognitif, dan melakukan konsultasi psikologis.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Kekurangan dan Kelebihan Dari Perfeksionis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



