Semua artikel
Gangguan Psikologi

Kenali Macam-Macam Gangguan Kepribadian

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Gangguan kepribadian atau dalam bahasa lain dikenal dengan personality disorder merupakan salah satu bagian dari gangguan mental yang ditandai dengan kondisi pikiran serta perilaku yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.

Seseorang yang mengidap gangguan kepribadian umumnya memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang buruk. Selain itu, karena pola pikir dan perilaku yang berbeda, mereka mengalami kesulitan untuk membangun hubungan baik dengan orang disekitar.

Gangguan kepribadian sendiri dipicu oleh beberapa faktor, yaitu adanya kelainan kimia pada struktur otak, adanya riwayat keluarga dengan gangguan kepribadian, trauma masa kecil, perekonomian keluarga yang sulit, tingkat pendidikan yang rendah, dan masih banyak lagi.

Dalam DSM-V, gangguan kepribadian dibagi kedalam tiga bagian besar, yaitu:

Gangguan Kepribadian Cluster A

Jenis gangguan kepribadian yang masuk dalam cluster A ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang dianggap aneh atau berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Adapun macam-macam gangguan kepribadian yang masuk dalam golongan cluster A yaitu:

Skizotipal

Gangguan kepribadian skizotipal merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan keanehan dalam bicara, berperilaku, penampilan dan cara berpikir. Penderita gangguan kepribadian skizotipal umumnya akan kesulitan membangun interaksi dengan orang lain. Hal ini dikarenakan mereka selalu merasa cemas saat berada dalam situasi sosial.

Skizoid

Gangguan kepribadian skizoid merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap yang tidak peduli dengan kejadian apapun di sekitarnya. Mereka cenderung datar, dingin, dan tindak menunjukkan ekspresi yang mereka rasakan. Misalnya saat mendapatkan pujian mereka akan terlihat biasa saja. Penderita gangguan skizoid lebih banyak menyendiri.

Paranoid

Gangguan kepribadian paranoid merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan perasaan curiga atau tidak mempercayai orang-orang disekitarnya, termasuk keluarga bahkan pasangan sekalipun. Penderita paranoid selalu merasa takut dimanipulasi atau dirugikan oleh orang lain. Hal ini membuat mereka selalu waspada kepada siapapun itu.

Baca juga: Bermain Game Online Tidak Selalu Berdampak Buruk Pada Anak

Gangguan Kepribadian Cluster B

Jenis gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori cluster B ditandai dengan yang dramatis, susah ditebak, dan juga cenderung emosional. Adapun gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori cluster B yaitu:

Histrionik

Gangguan kepribadian histrionik merupakan gangguan yang ditandai dengan perilaku yang dramatis dalam berkomunikasi, terlalu mencemaskan penampilan, dan selalu mencari perhatian. Orang dengan gangguan kepribadian ini merasa tidak tenang jika tidak menjadi pusat perhatian dalam suatu situasi tertentu.

Narsistik

Gangguan kepribadian narsistik mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Orang dengan gangguan kepribadian ini memiliki ciri utama merasa lebih baik daripada orang lain. Mereka percaya bahwa dirinya istimewa dan sesering mungkin mengharapkan pujian dari orang lain.

Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial merupakan gangguan yang ditandai dengan sikap mengabaikan norma-norma sosial, dan cenderung tidak bersimpati terhadap kesulitan yang sedang dialami oleh orang disekitarnya.  Penderita gangguan kepribadian antisosial juga cenderung tidak memiliki penyesalan terhadap beberapa perilaku menyimpang mereka.

Borderline

Penderita gangguan kepribadian borderline memiliki kaitan dengan ketidakstabilan emosional, citra diri, dan pengendalian impuls (rangsangan). Gangguan kepribadian borderline juga biasa disebut gangguan kepribadian ambang. Orang dengan gangguan ini memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri.

Gangguan Kepribadian Cluster C

Gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori gangguan kepribadian cluster C ditandai dengan perasaan cemas dan ketakutan yang berlebih. Adapun gangguan kepribadian yang masuk dalam kategori cluster C ini yaitu:

Avoidant

Gangguan kepribadian avoidant atau yang juga dikenal dengan gangguan kepribadian menghindar ditandai dengan penghambatan terhadap interaksi dan lingkungan sosial. Hal tersebut terjadi akibat rasa malu dan tidak percaya diri. Penderita gangguan kepribadian avoidant cenderung menghindari interaksi dengan orang, lain terutama orang baru. Mereka juga sangat sensitif dengan penolakkan.

Dependent

Penderita gangguan kepribadian dependent menunjukkan ciri utama perasaan takut ditinggalkan atau terlalu bergantung kepada orang lain. Orang dengan gangguan ini cenderung kesulitan mengambil keputusan dan bertanggung jawab meskipun terhadap diri sendiri.

Obsesif kompulsif

Penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif sering kali mendapat julukan sang perfeksionis. Pasalnya, mereka akan merasa stress jika pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Mereka juga selalu memastikan atau mengecek pekerjaan yang telah mereka kerjakan untuk mengantisipasi kesalahan. Namun, pengecekkan itu tidak hanya berlangsung sekali atau dua kali, melainkan cukup sering.

Itulah beberapa gangguan yang masuk dalam kategori gangguan kepribadian. Jika kamu merasa memiliki salah satu dari gangguan kepribadian di atas, silahkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Tidak perlu menyimpulkan diagnosis sendiri, hal tersebut hanya akan mendatangkan penanganan yang bisa jadi tidak sesuai.

Penyembuhan dari psikolog biasanya akan berupa pemberian psikoterapi, sedangkan dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengurangi simtom yang ada. Selain itu, diperlukan program perawatan rumah sakit, dan perawatan rumahan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Toxic Parenting dan Dampak Negatif Bagi Kesehatan Mental Anak

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Macam-Macam Gangguan Kepribadian — DeepTalk