Semua artikel
Gangguan Psikologi

Kenali Jenis-Jenis Gangguan Stress Pasca Trauma

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengalami kejadian traumatis memang tidak akan menyenangkan bagi siapapun. Trauma sendiri sebenarnya merupakan respon alami tubuh terhadap kejadian yang tidak menyenangkan, bahkan mengerikan.

Jika kamu pernah mengalami kejadian traumatis, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog. Pasalnya, kejadian traumatis ini bisa menimbulkan gangguan pada kesehatan mental yang biasa dikenal dengan istilah gangguan stress pasca trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Gangguan stress pasca trauma sendiri merupakan kondisi seseorang yang merasakan rasa takut dan kesedihan yang berkepanjangan diakibatkan oleh pengalaman traumatis. Seperti pada penjelasanya, pemicu dari PTSD sendiri merupakan pengalaman traumatis.

Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami kejadian traumatis akan menjadi penderita gangguan stress pasca trauma. Hal ini tergantung seberapa membekas kejadian traumatis tersebut, dan penanganan yang didapatkan. Berdasarkan riset 25% orang yang mengalami trauma juga akan terserang gangguan stress pasca trauma.

Gejala Gangguan Stress Pasca Trauma

Gejala umum yang dirasakan oleh penderita gangguan stress pasca trauma adalah adanya perasaan takut berlebih yang dipicu oleh ingatan-ingatan akan kejadian traumatis yang pernah dialami. Selain itu, gejala utama lainnya dari gangguan stress pasca trauma adalah:

Gejala yang bersifat kembali

Ingatan hampir mustahil untuk dihapuskan, terutama untuk kejadian-kejadian yang membekas. Untuk itulah ingatan-ingatan akan kejadian traumatis akan terus menghantui penderita gangguan stress pasca trauma. Ingatan ini akan terus muncul dan menciptakan suasana takut yang sulit untuk dikendalikan. Ingatan ini juga bisa muncul dalam bentuk mimpi buruk atau pikiran-pikiran yang mengerikan.

Gejala menghindar

Penderita gangguan stress pasca trauma umumnya akan mencoba semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis mereka. Misalnya, lokasi tempat kejadian, benda-benda, bahkan orang-orang yang terlibat dengan kejadian tersebut.

Penderita gangguan stress pasca trauma juga akan mencoba menghindari pikiran-pikiran mengenai kejadian traumatis mereka.

Gejala reaktif

Penderita gangguan stress pasca trauma juga menunjukkan gejala reaktif seperti mudah marah, mengalami gangguan tidur, dan kesulitan untuk mengontrol emosi.

Gejala kognitif

Beberapa penderita gangguan stress pasca trauma juga mengalami kesulitan untuk mengingat kejadian traumatis secara detail, memiliki pikiran negatif terhadap diri sendiri, cenderung menyalahkan diri sendiri akibat kejadian traumatis tersebut, dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya disenangi.

Baca juga : Anxiety Disorder: Mengenal Gangguan Panik. Apakah Sama dengan Serangan Panik?

Jenis-Jenis Gangguan Stress Pasca Trauma

Setelah mengenal tentang gangguan stress pasca trauma, kamu juga perlu tahu bahwa gangguan stress pasca trauma terbagi kedalam 6 jenis, yaitu:

Respon stress normal (normal stress response)

Jenis pertama ini bisa digambarkan sebagai gerbang masuk gangguan stress pasca trauma. Setiap orang yang mengalami pengalaman traumatis akan melawati jenis yang satu ini. Namun, jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, respon stress normal ini bisa merubah menjadi gangguan stress pasca trauma.

Untuk dapat terbebas dari respon stress normal, dukungan dari orang-orang sekitar akan sangat membantu. Mendapatkan terapi dari psikolog juga bisa membuat stress berkurang dan terhindar dari gangguan stress pasca trauma.

Gangguan stress akut (acute stress disorder)

Jenis kedua ini juga sebenarnya belum masuk dalam kategori gangguan stress pasca trauma, namun tidak menuntut kemungkinan gangguan stress akut yang tidak ditangani dengan tepat dapat meningkat menjadi gangguan stress pasca trauma.

Gangguan stress akut merupakan tindakan menghindar yang merupakan respon dari perasaan cemas. Hal ini dapat berkembang dalam jangka waktu satu bulan setelah mengalami kejadian traumatis.

Uncomplicated PTSD

PTSD tanpa komplikasi atau uncomplicated PTSD merupakan kondisi gangguan stress pasca trauma yang tidak berbarengan dengan komplikasi gangguan lainnya seperti depresi dan gangguan kecemasan lain. Untuk gejala yang ditimbulkan pada jenis gangguan stress pasca trauma yang satu ini sama persis dengan gejala gangguan stress pasca trauma pada umumnya.

Complex PTSD

PTSD kompleks atau complex PTSD memiliki gejala yang sama dengan uncomplicated PTSD. Namun pada jenis gangguan stress pasca trauma yang satu ini, kejadian traumatis berlangsung berulang kali, dan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Walaupun gejala yang ditunjukkan hampir sama dengan uncomplicated PTSD, namun terdapat beberapa gejala yang hanya ada pada jenis ini, yaitu kesulitan mengendalikan emosi, merasa tidak berharga, merasa tidak ada yang mengerti kondisi mereka, menghindari pertemanan, dan adanya pikiran untuk bunuh diri.

Comorbid PTSD

PTSD komorbid merupakan jenis gangguan stress pasca trauma yang dibarengi dengan gangguan kesehatan  mental lainnya, misalnya gangguan kecemasan, depresi, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi cukup umum, pasalnya beberapa orang memang tidak hanya mengalami satu jenis gangguan mental saja.

PTSD disosiatif

Jenis terakhir dari gangguan stress pasca trauma adalah PTSD disosiatif yang merupakan kondisi dimana penderita kerap kali mendapatkan kilas balik disosiatif dan amnesia disosiatif. Selain itu, gejala gangguan stress pasca trauma juga muncul bersamaan dalam tingkat yang lebih tinggi.

Setelah mengenal lebih dalam mengenai gangguan stress pasca trauma, ada baiknya kita tidak menganggap remeh kejadian traumatis yang dialami oleh setiap orang. Semoga artikel ini bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri Anak ADHD Sejak Dini

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Jenis-Jenis Gangguan Stress Pasca Trauma — DeepTalk