Deeptalk.co.id – Tumbuhnya perasaan cinta antara dua insan seharusnya diiringi dengan berkembangnya kebahagiaan diantara keduanya. Pada dasarnya, jatuh cinta akan secara otomatis meningkatkan hormon dopamin dalam diri seseorang, yang berfungsi untuk menaikkan mood atau suasana hati orang tersebut. Tapi jika kita melihat di lapangan, tidak sedikit orang yang terlihat tersiksa akibat hubungan romantis yang dimiliki. Bisa jadi orang tersebut dengan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, atau yang kita kenal dengan istilah toxic relationship.
Toxic relationship sendiri merupakan hubungan yang tidak sehat, dimana orang yang menjalani hubungan tersebut secara tidak langsung merasa tidak mendapatkan dukungan, pemahaman, hingga merasa direndahkan oleh pasangannya. Walaupun hubungan secam ini umumnya dirasakan dalam konteks hubungan asmara, namun tidak menuntut kemungkinan seseorang mengalami toxic relationship dalam konteks sosial yang lebih luas.
Seperti pada namanya yang sudah berlabel “toxic”, hubungan yang satu ini harus dibenahi atau akan lebih baik untuk dihindari. Namun, besarnya rasa cinta seseorang terhadap pasangannya sering kali membuat mereka tidak sadar kalau sedang terjebak dalam toxic relationship. Untuk itu artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai ciri-ciri toxic relationship dan bagaimana dampaknya terhadap kondisi mental seseorang.
Ciri-Ciri Toxic Relationship

Berikut beberapa ciri-ciri toxic relationship yang perlu kamu hindari:
Mendapatkan kontrol penuh dari pasangan
Hubungan yang sehat sudah seharusnya dilandasi oleh rasa percaya dan kebebasan untuk bersosialisasi satu sama lain. Namun hal tersebut sering kali tidak berlaku dalam sebuah toxic relationship. Saat pasangan mu sudah mulai mengontrol kehidupan mu, mulai dari dengan siapa kamu bisa bergaul, pakaian apa yang boleh kamu kenakan, hingga kemana tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi, bisa jadi pasangan mu sedang menciptakan hubungan yang toxic.
Sulit untuk menjadi diri sendiri
Poin kedua ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Dimana, saat pasangan mu sudah terbiasa mengatur segala pergerakan mu, kamu akan kesusahan untuk berekspresi sesuai dengan apa adanya diri mu. Hal inilah yang akhirnya membuat kamu kesulitan untuk menjadi diri sendiri saat terjebak dalam toxic relationship.
Tidak mendapatkan dukungan
Selain mendapatkan kebebasan dan kepercayaan, pasangan yang baik adalah pasangan yang selalu mendukung setiap pilihan mu selama itu positif. Namun, pasangan yang toxic tidak jarang menganggap pasangan sebagai saingan yang menimbulkan kompetisi di antara keduanya. Tidak heran mengapa dalam toxic relationship seringkali seseorang tidak mendapatkan dukungan dari pasangannya.
Menerima berbagai bentuk kekerasan
Saat pasangan mu sudah mulai melakukan kekerasan, baik itu secara fisik maupun emosional, maka kamu perlu waspada. Pasalnya, seseorang yang membangun toxic relationship biasanya tidak jauh dari tindak kekerasan. Lagi pula, pasangan seharusnya saling melindungi, bukan malah saling menyakiti.
Baca juga : Ini Dia Tanda Anak Mengalami Kekerasan dan Cara Mengatasinya
Dampak Toxic Relationship

Berikut beberapa dampak psikologis yang bisa didapatkan dari menjalani toxic relationship:
Kesulitan berbaur dalam lingkungan yang sehat
Saat seseorang terjebak dalam toxic relationship terutama dalam jangka waktu yang cukup lama, umumnya mereka akan kesulitan untuk bisa berbaur dalam lingkungan yang sehat. Inilah mengapa saat seseorang terjebak dalam toxic relationship akan susah untuk dinasehati agar keluar dari hubungan tersebut.
Terbiasa menyerap energi-energi negatif dari hubungan yang toxic itu akan membuat seseorang menganggap bahwa itu merupakan hal yang wajar, dan hubungan yang sehat akan terlihat aneh bagi mereka. Tidak heran mengapa banyak orang yang kesulitan untuk keluar dari toxic relationship.
Kehilangan harga diri
Seseorang yang telah lama terjebak dalam toxic relationship cenderung memiliki harga diri yang rendah. Mereka sudah terbiasa mendapatkan siksaan dan tidak dihargai pendapatnya. Apapun yang mereka lakukan akan selalu terlihat salah di mata pasangannya. Maka tidak heran, seiring berjalannya waktu mereka akan kehilangan harga dirinya.
Memicu gangguan mental
Perlu diketahui bahwa menjalin toxic relationship juga akan membuat seseorang berpotensi mengalami gangguan mental. Awalnya mereka mungkin hanya merasakan stress ringan dari apa yang dihadapi, namun jika penderita tidak memiliki kemampuan manajemen stress yang baik, dan juga kondisi ini berlangsung lama, bisa jadi stress ringan ini berkembang menjadi stress berat bahkan depresi.
Sama halnya dengan kondisi tidak menyenangkan lainnya juga, terjebak dalam toxic relationship juga bisa menimbulkan post traumatic stress disorder atau gangguan stress pasca trauma. Dimana penderitanya bisa saja memiliki ketakutan dalam membangun hubungan asmara setelahnya.
Mengabaikan diri sendiri
Seseorang yang terjebak dalam toxic relationship cenderung mengabaikan diri sendiri. Terbiasa menerima emosi-emosi negatif akan membuat seseorang kehilangan produktivitas dan enggan untuk sekedar memperhatikan kondisi tubuh.
Itu dia beberapa ciri-ciri dan dampak dari toxic relationship. Setelah mengetahui hal tersebut, sudah sepantasnya untuk kita menghindari hubungan semacam itu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Macam-Macam Bentuk Kekerasan Terhadap Anak
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



