Deeptalk.co.id – Gaslighting merupakan sebuah bentuk manipulasi psikologis yang umumnya terjadi pada hubungan asmara. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan tindakan gaslighting ini terjadi dalam hubungan profesional, keluarga, pertemanan, dan lain sebagainya.
Pelaku gaslighting akan mencoba untuk memanipulasi psikologis korbannya hingga korbannya merasa kebingungan dengan kenyataan yang ada. Dalam beberapa kasus gaslighting yang sudah cukup parah, korbannya justru sampai mempertanyakan kewarasan mereka.
Bisa dibayangkan betapa mengerikannya menjalin hubungan asmara dengan pelaku gaslighting tersebut. Bukannya merasa bahagia dan terlepas dari stress karena cinta yang dihasilkan berdua, justru malah mengganggu kondisi mental korbannya. Untuk itu penting bagi kita memahami kondisi hubungan yang sedang kita jalin.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak psikologis gaslighting dalam hubungan asmara. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu terjebak dalam hubungan dengan perilaku gaslighting ini, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk memastikan kondisi mental mu masih dalam kondisi yang baik.
Berikut pembahasannya.
Penyebab Gaslighting

Sebelum kita masuk kepada pembahasan mengenai dampak psikologis gaslighting, ada baiknya kita lebih memahami kondisi gaslighting itu sendiri dengan mengetahui sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi gaslighting ini.
Umumnya pelaku gaslighting sangat menginginkan untuk bisa mendapatkan kekuasaan atas orang lain. Sikap yang satu ini tidak jauh berbeda dengan kriteria narsistik. Selain itu, beberapa kondisi yang membuat orang melakukan tindakan gaslighting adalah sebagai berikut:
Menjaga harga diri
Beberapa orang memiliki harga diri yang terlalu tinggi yang akhirnya membuat mereka merasa semua orang perlu mematuhi apa yang mereka katakan. Dengan demikian, untuk dapat mengontrol pasangannya, mereka akan melakukan gaslighting.
Menghindari kesalahan
Selain untuk menjaga harga diri, pelaku gaslighting juga sering kali melakukan hal ini untuk menghindari kesalahan. Mereka akhirnya mengarahkan kesalahan yang mereka miliki kepada pasangannya.
Mencari kepuasan pribadi
Beberapa orang memang cukup kejam untuk akhirnya mencari kepuasan dengan memanipulasi pasangannya sendiri. Karena itulah mereka akhirnya melakukan tindakan gaslighting tersebut.
Ingin mendominasi
Perasaan ingin menguasi atau mendominasi dalam sebuah hubungan juga bisa menimbulkan perilaku gaslighting ini. Mereka berhadap dengan tindakan tersebut maka pasangan akan dengan mudah mendengarkan apa yang mereka katakan.
Baca juga : Waspada Bentuk Manipulasi Gaslighting Dalam Sebuah Hubungan!
Ingin membuat pasangannya tergantung padanya
Beberapa pelaku gaslighting ini sebenarnya memiliki niat yang baik, dimana mereka sangat mencintai pasangannya dan ingin pasangannya bergantung padanya. Maka dari itu mereka menciptakan suasana dimana pasangannya merasa beruntung memiliki dirinya, walaupun dengan cara yang salah.
Dampak Psikologis Gaslighting

Berikut beberapa dampak psikologis gaslighting dalam hubungan asmara:
Kehilangan rasa percaya diri
Perilaku gaslighting ini secara tidak langsung menghilangkan rasa percaya diri korbannya. Dalam kasus ini korban akan dibuat selalu merasa bersalah dan akhirnya meragukan kemampuan yang dialami. Tidak heran mengapa seiring dengan berjalannya waktu, kepercayan diri yang dimiliki akan semakin berkurang.
Terlebih lagi jika pelaku gaslighting sering melakukan kekerasan secara verbal kepada korbannya, seperti mengejek bentuk tubuh, meragukan kemampuan yang dimiliki, atau terus menerus menyalahkan korban walaupun itu bukan kesalahan korban. Tindakan semacam ini secara tidak langsung akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa percaya diri seseorang.
Menimbulkan masalah dalam kehidupan sosial
Korban gaslighting tidak jarang akhirnya memutuskan hubungan dengan keluarga dan teman-temannya atas permintaan dari pasangannya. Permintaan semacam ini dilakukan agar korban selalu mematuhi apa yang diharapkan oleh pelaku dan tidak mendapatkan masukkan-masukkan dari orang-orang seputar hubungan mereka. Dengan demikian tidak jarang korban akhirnya menjadi sangat tergantung pada pelaku dan tidak bisa melepaskan pelaku.
Kesulitan membedakan benar dan salah
Terlalu sering terpapar oleh tindakan dan respon-respon negatif dan manipulatif ini sering kali membuat korban kebingungan membedakan mana yang benar dan salah. Maka dari itu beberapa dari mereka akan sangat sulit untuk diberikan masukkan, terlebih lagi untuk meninggalkan pasangannya yang notabenenya tidak baik untuk kondisi mentalnya.
Susah mengambil keputusan
Korban gaslighting juga mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan. Hal ini dikarenakan mereka sudah terbiasa di atur oleh pasangannya walau untuk hal-hal kecil. Disisi lain mereka juga memiliki ketakutan akan mengambil keputusan yang salah.
Mengalami gangguan mental
Dalam kasus gaslighting yang sudah cukup parah justru dapat menimbulkan gangguan mental bagi korbannya. Terlalu dalam mendapatkan manipulasi psikologis ini bisa membuat korban mengalami kecemasan berlebih, bahkan depresi. Dengan demikian korban akan mengalami kesedihan yang mendalam dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Beberapa dari mereka akhirnya memilih untuk bunuh diri karena tidak ada tempat berkeluh kesah akan apa yang mereka dapatkan dari pasangan.
Itu dia beberapa dampak psikologis yang bisa didapatkan jika seseorang menjalin hubungan asmara dengan pelaku gaslighting. Untuk itu penting bagi kita menghindari bentuk manipulasi yang satu ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Seberapa Penting Mengikuti Konseling Pernikahan?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



