Semua artikel
Kesehatan Mental

Kenali Dampak Inner Child yang Terluka

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Beberapa waktu kemarin, istilah “inner child yang terluka” sempat menjadi banyak pembahasan di berbagai sosial media. Pasalnya, banyak tingkah laku orang dewasa yang diakibatkan oleh inner child yang terluka. Namun, benarkah seperti itu?

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai inner child yang terluka, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan inner child itu sendiri. Inner child merupakan sebuah konsep yang menggambarkan sisi kekanak-kanakan dalam diri seseorang.

Beberapa ahli percaya bahwa inner child telah terbentuk sejak seseorang berada di dalam kandungan (masa prenatal). Inner child ini akan terus berkembang hingga seseorang memasuki usia pra remaja. Selain inner child, setiap orang juga memiliki inner teenager dan inner adult.

Inner teenager merupakan sisi remaja yang dimiliki oleh setiap orang, dan berkembang selama usia remaja. Sedangkan inner adult merupakan sisi remaja yang dimiliki setiap orang, dan berkembang selama usia dewasa.

Dalam artian sederhana, inner child akan mempengaruhi bagaimana inner teenager dan inner adult berkembang kedepannya. Walau tanpa disadari, setiap orang memiliki inner child, inner teenager, dan inner adult.

Lalu, bagaimana inner child bisa terluka? Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling bahagia untuk sebagian besar orang. Sayangnya tidak semua orang melalui masa kanak-kanak dengan mudah. Beberapa dari mereka mengalami berbagai pengalaman buruk di usia yang masih sangat belia.

Pengalaman buruk yang dialami di masa kanak-kanak akan melukai inner child anak tersebut. Jika luka tersebut tidak terobati, tentu akan mempengaruhi inner teeneger dan inner adult dikemudian hari. Hal inilah yang sering menjadi pembahasan banyak orang di sosial media.

Macam-Macam Luka Inner Child

Seperti yang dilansir dalam artikel terbitan Girls Beyond, luka inner child sendiri terbagi ke dalam 4 bagian berdasarkan penyebabnya, yaitu:

Abandonment wound

Jenis luka inner child yang pertama ini disebabkan oleh pengalaman ditinggalkan oleh orang terdekat. Bisa berupa perceraian orang tua, kematian orang terdekat, bahkan sering ditinggal saat kecil.

Dampak yang dimunculkan oleh luka abandonment wound ini di masa depan adalah rasa takut yang berlebihan akan ditinggalkan oleh orang terdekat. Orang tersebut juga cenderung lari atau meninggalkan orang lain saat sedang menghadapi masalah.

Neglect wound

Jenis luka inner child neglect wound ini disebabkan oleh terlalu seringnya diabaikan oleh orang lain saat masih kecil. Contohnya, anak yang jarang bahkan tidak pernah mendapatkan apresiasi, tidak mendapat respon saat mengekspresikan emosi negatif, bahkan tidak mendapatkan perhatian yang semestinya oleh orang tua.

Dampak yang dimunculkan oleh luka inner child yang satu ini adalah di masa depan anak akan tumbuh sebagai orang yang pasif dan tidak mampu untuk mengekspresikan emosi yang dirasakan dengan benar.

Guilt wound

Luka inner child guilt wound ini disebabkan oleh perasaan bersalah yang mendalam saat masih kecil. Contohnya, saat anak dimarahi secara berlebihan saat melakukan kesalahan, atau orang tua yang sering mengungkit kesalahan anak walau itu hal yang sepele.

Dampak yang dimunculkan oleh luka inner child ini adalah anak akan tumbuh sebagai pribadi yang rendah diri dan tidak percaya akan kemampuan yang mereka miliki. Selain itu, anak juga bisa menjadi pribadi yang kasar di masyarakat.

Trust wound

Luka inner child yang terakhir ini disebabkan oleh rusaknya kepercayaan terhadap orang terdekat anak. Contohnya, orang tua yang sering kali berjalanji dan lalu membatalkan janji tersebut, atau menyaksikan perselingkuhan orang tau.

Anak yang tumbuh dengan luka trust wound ini bisa menjadi anak yang susah percaya kepada orang lain. Selain itu, dalam berhubungan mereka akan susah menjalin hubungan dengan sehat.

Baca juga: Memendam Emosi Tidak Baik Bagi Kesehatan Mental

Cara Mengatasi Inner Child yang Terluka

Setelah membaca beberapa pernyataan di atas, apakah kamu merasa memiliki inner child yang terluka dan belum tersembuhkan? Jika iya, maka kamu perlu mencoba beberapa cara berikut ini:

Kenali dan akui bahwa itu adalah luka

Sebelum memulai menyembuhkan luka inner child yang kamu miliki, kamu perlu tahu bahwa itu adalah luka. Tidak perlu mengingkari atau membantah. Sisi kanak-kanak yang kamu miliki perlu untuk diakui keberadaannya.

Pahami inner child mu

Selain perlu untuk memahami orang lain, kamu juga perlu untuk memahami dirimu sendiri. Mulaikan untuk mengenal sisi kanak-kanak yang kamu miliki. Bagaimana kamu melaluinya, dan bisakah kamu sembuh dari luka yang pernah kamu rasakan.

Berdamai dengan keadaan

Sadari bahwa kamu tidak bisa mengulang masa lalu. Maka dari itu, cobalah untuk fokus membenahi diri yang saat ini. Kamu hanya perlu untuk menerima dan mendengarkan segala luka yang pernah kamu rasakan, setelah itu cobalah untuk berdamai dengan keadaan.

Jika kamu merasa terlalu sulit untuk pulih dari luka masa kecilmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog. Hal ini akan membantu kamu menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga artikel ini dapat membantu.

Baca juga: Personality Disorder: Mengenal Lebih Jauh Gangguan Kepribadian Borderline

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kenali Dampak Inner Child yang Terluka — DeepTalk