Deeptalk.co.id – Depresi tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Kondisi ini bukalah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, cukup banyak kasus bunuh diri yang didasari oleh perasaan depresi.
Depresi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesedihan yang mendalam, kekosongan, dan putus asa, sehingga kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya dia senangi. Sedangkan gangguan depresi mayor merupakan salah satu jenis depresi yang berlangsung tidak terlalu lama, namun memiliki gejala yang cukup berat.
Gangguan depresi mayor masuk dalam kategori gangguan suasana hati atau mood disorder. Penderita gangguan depresi mayor cenderung merasakan perasaan sedih, putus asa, frustasi, dan kehilangan antusias terhadap aktivitas sehari-hari mereka.
Gangguan depresi mayor yang tidak mendapatkan penanganan dan berlangsung dengan cukup lama, akan membuat penderitanya semakin merasa terpuruk sehingga merasa tidak ada pilihan lain selain mengakhiri kehidupan mereka. Hal inilah yang membuat banyaknya kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh gangguan yang satu ini.
Meski demikian, gangguan depresi mayor merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Setidaknya setiap orang pernah mengalami depresi sekali seumur hidupnya. Walaupun depresi yang dirasakan memiliki tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda.
Gangguan depresi mayor mendatangkan berbagai dampak bagi kehidupan. Tidak hanya mengganggu kehidupan penderitanya, namun tidak jarang gangguan ini juga mengusik orang-orang disekitar penderita. Berikut beberapa dampak dari gangguan depresi mayor:
Kenaikan Atau Penurunan Berat Badan

Penderita gangguan depresi mayor akan mengalami gangguan pada pola makannya. Beberapa orang akan menjadikan makanan sebagai pelarian dari perasaan sedihnya, beberapa lainnya akan menghindari makanan karena merasa tidak berselera. Hal tersebut membuat penderita mengalami penurunan atau peningkatan berat badan yang sangat signifikan.
Bahkan, beberapa obat antidepresan yang diresepkan oleh psikiater akan meningkatkan selera makan. Hal ini akan membuat penderita mengalami peningkatan berat badan, bahkan obesitas. Untuk itu, kamu bisa meminta untuk mengubah resep oleh psikiater dan berkonsultasi dengan ahli gizi yang tentu mengerti kondisi depresi.
Mengganggu Sistem Pencernaan

Pola makan yang tidak teratur pada penderita depresi mayor tidak hanya mempengaruhi berat badan, melainkan juga dengan sistem pencernaannya. Beberapa gangguan yang bisa saja dialami oleh penderita gangguan depresi mayor adalah diabetes, sakit perut, malnutrisi, dan lain sebagainya.
Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Walaupun belum diteliti secara lebih detail, namun beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gangguan depresi mayor dengan sistem kekebalan tubuh. Dimana, seseorang yang mengalami depresi mayor akan menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut membuat penderita akan dengan mudah terserang penyakit.
Baca juga: Ekolalia: Kondisi Anak yang Sering Mengulang Kata. Hati-Hati Gejala Autisme!
Memperparah Penyakit Kronis

Penderita gangguan depresi mayor yang juga memiliki berbagai penyakit kronis seperti, kanker, sklerosis ganda, penyakit jantung, dan diabetes akan kesulitan untuk sembuh dari penyakit tersebut.
Bahkan, adanya gangguan depresi mayor terhadap pengidap penyakit kronis akan memperburuk kondisi penderita. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa pasien yang memiliki penyakit kronis dan mengalami depresi akan meninggal lebih cepat dibandingkan dengan pasien penyakit kronis tanpa depresi.
Hal ini menjadi masuk akal jika mengingat bahwa penderita gangguan depresi mayor akan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Termasuk dengan pola hidup sehat seperti makan yang teratur, olahraga, dan tidur yang cukup.
Menghindar

Penderita depresi mayor cenderung mengurung diri di dalam rumah atau di dalam kamar mereka. Mereka akan menghindar untuk bertemu dengan orang banyak. Bagi pekerja, mereka bahkan tidak datang kekantor. Sedangkan bagi pelajar, mereka akan enggan untuk ke sekolah atau ke kampus.
Hal ini tidak hanya merugikan diri sendiri, khususnya bagi pekerja. Pekerjaan di kantor akan dilimpahkan ke karyawan lain. Perilaku menghindar mereka juga akan semakin meminimalisir interaksi dengan orang-orang disekitarnya.
Penyalahgunaan Zat

Penderita gangguan depresi mayor akan mencari pelampiasan dari rasa sedih yang mereka alami. Tidak jarang dari mereka memilih untuk menggunakan obat-obatan terlarang atau mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.
Hal tersebut memang akan membantu mereka sekilas melupakan rasa sedih yang dialami. Sayangnya, hal ini tidak akan berlangsung lama dan justru akan berdampak negatif terhadap kondisi fisik maupun mental.
Pikiran Untuk Bunuh Diri

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, banyak kasus bunuh diri yang diakibatkan oleh depresi. Penderita depresi mayor akan merasakan kesedihan yang mendalam. Mereka merasa tidak ada orang yang bisa mengerti akan kondisinya. Hal ini membuatnya putus asa dan akhirnya munculah pikiran-pikiran untuk mengakhiri kehidupan.
Selain dampak di atas, masih banyak lagi dampak terkait gangguan depresi mayor yang sangat merugikan. Hal-hal terkait depresi inilah yang mengharuskan kita untuk pandai-pandai mencari cara agar terhindar dari perasaan depresi. Jika sudah terlampau parah dan tidak memiliki opsi apapun lagi, kamu bisa mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat membantu
Baca juga: Mood Disorder: Mengenal Gangguan Depresi Mayor



