Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar istilah gaslighting? Istilah yang satu ini diberikan untuk menggambarkan sikap manipulatif psikologis yang dilakukan seseorang kepada orang lain. Tindakan gaslighting ini sebenarnya cukup sering kita jumpai sehari-hari, baik itu dalam hubungan profesional, asmara, keluarga, bahkan pertemanan sekalipun.
Pelaku gaslighting memiliki kemampuan komunikasi yang cukup manis, dengan demikian mereka mampu menimbulkan kebingungan bagi korbannya mengenai mana yang benar dan salah. Dalam beberapa kasus, korban gaslighting bahkan sampai meragukan kewarasan yang mereka miliki. Hal ini dikarenakan mereka sering kali diberikan gambaran-gambaran yang salah sebagai sesuatu yang benar. Maka tidak heran mengapa mereka kesulitan dalam membedakan mana yang benar dan salah.
Korban gaslighting bahkan terkadang tidak menyadari bahwa dirinya sudah menjadi korban tindakan tersebut. Untuk itu penting bagi kita memahami apa saja bentuk-bentuk perilaku gaslighting, serta kalimat-kalimat apa saja yang biasa pelaku ungkapkan untuk memanipulasi psikologis korbannya.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai bentuk-bentuk perilaku gaslighting, dan kalimat-kalimat apa saja yang sering mereka gunakan. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut pembahasannya.
Bentuk Perilaku Gaslighting

Berikut beberapa bentuk-bentuk perilaku gaslighting yang tanpa sadar sering kita temui:
Meremehkan perasaan dan emosi
Pelaku gaslighting sering kali meremehkan perasaan dan emosi dari korbannya. Mereka akan merespon emosi yang kamu ekspresikan sebagai hal yang berlebihan. Contohnya, anak yang sedih karena mendapatkan perlakuan kasar dari temannya, dan orang tuanya malah merespon “kamu gitu aja kok nangis, jangan cengeng deh!” Respon orang tua semacam ini tanpa disadari merupakan bentuk dari gaslighting.
Pada dasarnya segala emosi baik itu positif maupun negatif sudah seharusnya untuk diekspresikan sebagai mana mestinya. Saat kamu bersedih, maka tidak ada salahnya untuk menangis, dan saat kamu bahagia maka tidak salah juga untuk tertawa. Terbiasa diabaikan emosinya akan membuat seseorang tidak mampu mengekspresikan perasaannya. Dilain sisi, seseorang yang terbiasa menahan kesedihannya juga akan menumpuk dalam alam bawah sadarnya, dan kita tidak pernah tahu kapan tumpukan emosi itu akan meluap.
Sengaja mendistorsi pikiran
Pelaku gaslighting juga cukup pandai untuk mendistorsi pikiran. Tindakan yang satu ini biasa mereka lakukan saat kebohongannya sudah mulai tercium oleh korban atau orang-orang disekitar. Mereka akan mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan agar lawan bicaranya tidak membahas hal tersebut.
Menyerang balik
Rasanya sangat mustahil bagi pelaku gaslighting untuk mengakui kesalahan yang telah mereka perbuat. Sekalipun kesalahan tersebut sudah jelas, mereka akan mencoba untuk memutar balikkan fakta dan akhirnya korban merasa bersalah akibat ulah pelaku. Dengan demikian, korban akan meminta maaf atas kesalahan yang tidak mereka perbuat.
Baca juga : Kenali Dampak Psikologis Gaslighting Dalam Hubungan Asmara
Mengubah perilaku sementara
Pelaku gaslighting bukan orang yang selalu marah-marah atau melimpahkan kesalahan kepada korbannya. Ada kalanya mereka berbuat baik dan seakan menjadi sosok yang sempurnah. Sayangnya perilaku semacam ini biasanya hanya sementara untuk menutupi kebohongan dan tindakan buruknya itu.
Membuat korban merasa sendiri
Pelaku gaslighting juga sering kali membuat korbannya merasa sendiri. Awalnya mereka akan ada di waktu-waktu yang dibutuhkan, dan membuat korban seakan tidak membutuhkan orang lain selain dirinya. Namun jika korban telah kehilangan orang-orang terdekatnya, mereka akan menghabiskan waktu diluar dan sering kali mengabaikan korban.
Bertingkah seakan telah berkorban banyak
Perlu diingat bahwa pelaku gaslighting menggunakan sifat-sifat manipulatif, dimana mereka akan bertindak seakan telah mengorbankan banyak hal dalam hubungan tersebut. Padahal kenyataannya mereka tidak berbuat apa-apa.
Kalimat yang Sering Diungkapkan Oleh Pelaku Gaslighting

Seperti yang sudah diungkapkan di awal bahwa pelaku gaslighting biasanya menggunakan kalimat-kalimat manis kepada korbannya sebagai bentuk manipulatif mereka. Berikut beberapa kalimat yang sering digunakan oleh pelaku:
· “Jangan cengeng deh”, atau “kok gitu aja kamu baper sih?” Kalimat semacam ini biasa digunakan untuk meremehkan emosi dan perasaan korbannya
· “Aku cuman bercanda kok” Kalimat ini biasa digunakan saat pelaku mengejek korban, namun tidak ingin terlihat mengejek oleh korban dan orang-orang sekitar.
· “Kok kamu salahin aku? Ini semua kan ulahmu” Ingatlah bahwa gaslighting merupakan bentuk manipulatif, maka mereka akan menggunakan kalimat ini untuk menyalahkan korbannya atas kesalahan mereka.
· “Kayaknya kamu salah ingat deh” Pelaku gaslighting biasanya menggunakan kalimat ini untuk memanipulasi pikiran mu. Dengan begitu kamu akan merasa ragu akan ingatan mu.
· “Aku sudah mengorbankan banyak waktu ku, apa itu masih kurang bagi mu?” Seperti yang sudah dibahas di atas bahwa pelaku gaslighting akan bertingkah seolah sudah berkorban banyak hal, dan biasanya mereka akan mengangap kebaikan yang sama berulang-ulang sampai kamu merasa dia sudah melakukan banyak hal.
Itu dia beberapa contoh perilaku gaslighting dan kalimat-kalimat yang biasa digunakan oleh pelaku. Dengan demikian, semoga kita semua dapat terhindar dari pelaku-pelaku gaslighting ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Bentuk Manipulasi Gaslighting Dalam Sebuah Hubungan!
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



