Deeptalk.co.id – Respon trauma ialah penggunaan refleksif dari coping mechanism yang terlalu adaptif akan adanya peristiwa trauma yang nyata atau dirasakan. Terdapat empat bentuk respon trauma yang paling umum dikenali, diantaranya ialah fight, flight, freeze dan fawn. Keempat jenis bentuk repon trauma tersebut terkadang disebut dengan 4F trauma.
Disaat Anda mengalami sesuatu yang traumatis hingga stres berkepanjangan, ini akan menyebabkan bagian otak Anda yakni amigdala, masuk ke hyperdrive. Di mana Anda dapat melihat dan merasakan situasi yang tidak mengancam. Sehingga menyebabkan Anda bertindak dengan cara yang tidak dimengerti dan dapat membuat Anda merasa seperti tidak lagi memiliki kendali atas diri Anda sendiri. Respon ini sering didasarkan pada apa yang menurut otak Anda akan membantu Anda bertahan dari situasi saat ini.
Sebuah studi mengenai efek trauma psikologis mencatat bahwa tubuh manusia dirancang untuk merespon ancaman yang dirasakan melalui konstelasi perilaku bertahan hidup relfleksif yang hampir seketika. Melalui strategi jangka pendek, bahan kimia dikirim ke aliran darah manusia untuk mengaktifkan pertahanan sistem saraf simpatik.
Akan tetapi, ketika respon trauma atau stres terus menerus dipicu, maak tidak ada cukup waktu untuk memetabolisme bahan kimia. Juga sistem saraf menjadi kelebihan dan tidak teratur. Ini menempatkan Anda tepat di zona bertahan hidup. Pertahanan sementara menjadi berkelanjutan saat tubuh Anda beralih ke keadaan dominasi sistem saraf simpatik.
Secara khusus, bentuk respon trauma ini tidak eksklusif untuk orang-orang yang pernah mengalami peristiwa traumatis yang besar (seperti perang, bencana alam, dll), yang umumnya terkait dengan trauma yang berarti. Padahal kenyataannya adalah trauma juga ada di seluruh kontinum stres. Sehingga pada peristiwa traumatis yang kecil (seperti putus cinta, pengkhianatan, dll) juga dapat sangat memengaruhi. Ini dikarenakan trauma adalah pengalaman yang subjektif dan individual.
Pada peristiwa traumatis yang kecil, mungkin korbannya tidak merasa sangat terluka. Tetapi efek trauma yang kompleks masih dapat memengaruhi Anda secara signifikan jika tidak diproses dan diintegrasikan secara emosional. Serta jika tidak diatasi, trauma pada dasarnya dapat diubah menjadi energi beku yang macet yang akan ditanggapi secara unik oleh tubuh Anda secara fisiologis dalam bentuk respon trauma.
4 Jenis Bentuk Respon Trauma

Respon stres yang sehat pada dasarnya tidak negatif, karena mereka dapat membantu Anda membela diri Anda sendiri dalam jangka pendek. Sementara berbeda dengan trauma yang mana penyebab utamanya pergolakan internal, sehingga hal itu dapat dibawa ke tingkat yang tidak sehat dan melelahkan.
Berikut adalah 4 jenis bentuk respon trauma yang perlu Anda ketahui.
Fight
Respon trauma fight atau pertarungan memungkinkan penegasan dan batasan yang kuat. Ini merupakan fungsi pertahanan diri yang aktif saat digunakan sebagai respon trauma, di mana Anda bergerak secara reaktif menuju konflik dengan amarah dan agresi. Respon fight adalah keadaan ketakutan di mana Anda menghadapi bahaya diserang atau dilukai sehingga Anda dapat membela diri.
Saat respon ini aktif, Anda percaya bahwa jika Anda mampu mempertahankan kekuasaan atas ancaman, Anda akan mendapatkan kendali. Ini bisa terlihat seperti perkelahian fisik, teriakan, agresi fisik, melempar barang dll.
Baca juga: Strategi Melepaskan Diri dari Pola Kodependensi
Flight
Respon trauma flight atau lari dipicu saat Anda merasa terancam atau tersekspos sehingga memunculkan reaksi atau perilaku menghindar. Anda dapat membedakan dalam situasi stres tingi dan melepaskan diri dalam batas jika Anda sehat. Namun, sebagai reaksi trauma, Anda justru menjadi melangkah lebih jauh dengan menutup diri sepenuhnya.
Ini bisa terjadi juga saat Anda merasa bahwa jika Anda bisa menjauh dari bahaya dengan menghindari konflik, Anda akan baik-baik saja. Respon flight ini mungkin terlihat seperti melarikan diri atau menghindari interaksi sosial. Ini Anda lakukan semata-mata untuk melepaskan diri dari emosi yang tidak menyenangkan.
Freeze
Ketika Anda dalam kondisi yang sehat, respon trauma freeze atau membeku dapat membantu Anda memperlambat dan mengevaluasi situasi dengan hati-hati. Ini dilakukan untuk mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Ketika perlindungan ini diaktifkan, seringkali mengarah pada perasaan membeku dan tidak dapat bergerak atau terjebak dalam kabut atau tidak menyadari kenyataan.
Ini terjadi ketika bagian dari sistem saraf simpatik Anda telah mencapai keadaan kelebihan beban, sehingga mereka mungkin mematikan otak Anda. Oleh karenanya, saat Anda membeku, seolah-olah Anda kehilangan kata-kata, menarik diri ke dalam pikiran Anda, sulit bagi Anda untuk keluar dan hadir. Atau bisa juga Anda memilih untuk tidur, memisahkan atau melamun sendiri dan menjadi mati rasa secara emosional atau fisik. Ini sama dengan kelumpuhan sementara dan terputus dari tubuh Anda untuk menghindari stres tambahan.
Fawn
Pada dasarnya, respon trauma fawn atau menjilat ini tentang menyenangkan orang lain dan terlibat dalam perilaku yang menenangkan. Ini ditandai dengan mengutamakan orang di atas segalanya dengan melakukan apa pu yang mereka inginkan demi dapat menghindari konflik dan mendapat persetujuan mereka.
Respon trauma dengan menjilat ini pada akhirnya dapat membuat Anda meninggalkan diri sendiri dan kebutuhan Anda dengan menyatu sepenuhnya dengan orang lain. Kemungkinan besar, Anda tidak merasa dimengerti oleh orang lain atau merasa dibayangi oleh orang-orang dalam hidup Anda.
Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Fresh Start Effect Dalam Hidup Sehari-Hari
Sumber:
Tri-Star Counseling. (2023). What is my trauma response?. https://tri-starcounseling.com/blog/f/what-is-my-trauma-response
Mahaney, E. (2022, May 5). The 4 Trauma Responses: Fight, Flight, Freeze, Fawn: Examining The Four Trauma Reactions. South Tampa Therapy. https://southtampacounselor.com/blog/2022/5/5/the-4-trauma-responses-fight-flight-freeze-fawn-examining-the-four-trauma-reactions
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



