Semua artikel
Kecerdasan

Kecerdasan Seorang Anak Menurun dari Ibu, Benarkah?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Dalam perbincangan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan manusia, peran genetik seringkali menjadi fokus utama. Namun, penelitian terbaru telah mengungkapkan aspek menarik lainnya: peran gen yang diwariskan dari ibu dalam membentuk potensi kecerdasan anak.

Artikel ini akan membawa Anda melintasi lorong pengetahuan terbaru ini, mengupas secara mendalam penelitian yang mengindikasikan bahwa gen yang berasal dari ibu memiliki dampak yang kuat terhadap perkembangan kecerdasan keturunan. Dalam prosesnya, kami akan membahas mekanisme yang mendasari fenomena ini, menguraikan temuan-temuan ilmiah terkait, dan menggali implikasi yang lebih luas terhadap pemahaman kita tentang warisan genetik dan potensi kecerdasan manusia.

Dengan demikian Anda akan memperoleh wawasan baru tentang bagaimana interaksi genetik antara ibu dan anak dapat membentuk landasan penting dalam memahami kecerdasan manusia secara menyeluruh.

Kecerdasan Dari Genetika Ibu

Para peneliti telah mengemukakan bahwa genetika seorang ibu menentukan seberapa pintar anak-anaknya dibandingkan ayah. Wanita lebih mungkin untuk meneruskan gen kecerdasan kepada anak-anak mereka dikarenakan adanya gen yang dibawa oleh kromosom X dan wanita memiliki dua kromosom tersebut (XX), sementara pria hanya 1 (XY).

Fakta tersebut didasarkan pada studi laboratorium menggunakan tikus yang dimodifikasi secara genetik. Peneliti menemukan bahwa mereka yang memiliki dosis ekstra gen ibu mengembangkan kepala dan otak yang lebih besar tetapi memiliki tubuh yang kecil. Sementara tikus-tikus yang memiliki dosis ekstra gen ayah memiliki otak yang kecil dan tubuh yang besar. Kemudian peneliti mengidentifikasi sel-sel yang hanya mengandung gen ibu atau ayah di enam otak tikus yang berbeda yang mengendalikan fungsi kognitif yang berbeda, mulai dari kebiasaan makan hingga memori.

Sehingga ditemukan bahwa sel-sel dengan gen ayah terakumulasi di bagian sistem limbik, yang terlibat dalam fungsi-fungsi seperti seks, makanan, dan agresi. Namun, para peneliti tidak menemukan sel paternal di korteks serebral, yang merupakan tempat berlangsungnya fungsi kognitif yang paling maju, seperti penalaran, pemikiran, bahasa, dan perencanaan.

Mengingat bahwa manusia mungkin tidak sama dengan tikus, peneliti lainnya pun mengambil pendekatan yang lebih manusiawi untuk mengeksplorasi kecerdasan dari gen orang tua. Peneliti di Gasglow menemukan bahwa teori-teori yang diekstrapolasi dari penelitian pada tikus terbukti pada kenyataannya.

Mereka telah mewawancarai 12.686 anak muda berusia antara 14 dan 22 tahun setiap tahun sejak tahun 1994. Meskipun telah mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari pendidikan partisipan hingga ras dan status sosial-ekonomi mereka, tim masih menemukan bahwa prediktor terbaik untuk kecerdasan adalah IQ ibu.

Hingga saat sekarang ini para ilmuwan percaya bahwa gen untuk fungsi kognitif lanjut yang diwarisi ayah mungkin secara otomatis dinonaktifkan. Sebuah kategori gen yang dikenal sebagai “gen terkondisi” dianggap hanya berfungsi jika berasal dari ibu dalam beberapa kasus dan ayah dalam kasus lain. Kecerdasan diyakini sebagai salah satu gen terkondisi yang harus berasal dari ibu.

Baca juga: 16 Tipe Kepribadian Dalam MBTI

Genetika Bukan Faktor Satu-Satunya

Mungkin memang benar bahwa genetika ibu membawa kecerdasan bagi anak yang kemudian terbawa hingga mereka dewasa. Namun tentu hal tersebut bukanlah satu-satunya penentu kecerdasan. Diperkirakan bahwa kecerdasan berkisar antara 40-60% yang berasal dari faktor kecerdasan, sedangkan presentase sisanya bergantung pada lingkungan, stimulasi dan karakteristik pribadi.

Meskipun demikian, diketahui juga bahwa ibu memainkan peran sangat penting dalam bagian non-genetik dari kecerdasan ini. Beberapa penelitian mengungkapkan ikatan yang aman antara ibu dan anak terkait erat dengan kecerdasan. Salah satunya penelitian dari University of Washington yang menemukan bahwa ikatan emosional yang aman antara ibu dan anak sangat penting untuk pertumbuhan beberapa bagian otak.

Setelah menganalisis cara sekelompok ibu berhubungan dengan anak-anak mereka selama tujuh tahun, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang didukung secara emosional dan kebutuhan intelektualnya terpenuhi memiliki hipokampus 10 persen lebih besar pada usia 13 tahun dibandingkan dengan anak-anak yang ibunya memiliki hubungan yang jauh secara emosional. Hippocampus adalah area otak yang berhubungan dengan memori, pembelajaran, dan respons terhadap stres.

Ikatan yang kuat dengan ibu dianggap dapat memberikan rasa aman pada anak yang memungkinkan mereka untuk menjelajahi dunia, dan kepercayaan diri untuk memecahkan masalah. Selain itu, ibu yang penuh kasih sayang dan perhatian cenderung membantu anak memecahkan masalah, sehingga membantu mereka mencapai potensi mereka.

Secara umum kecerdasan diartikan tidak lebih dari kemampuan untuk memecahkan masalah. Untuk memecahkan masalah ini pun sistem limbik ikut berperan dikarenakan otak manusia akan bekerja secara keseluruhan. Sehingga jika dikatakan bahwa kecerdasan terkait erat dengan fungsi berpikir rasional, kecerdasan manusia juga dipengaruhi oleh intuisi dan emosi yang erat dengan genetis. Ini juga dipengaruhi oleh kontribusi ayah yang ikut membantu dalam tumbuh kembang anak.

Selain itu, meskipun seorang anak memiliki IQ yang tinggi, harus tetap ada stimulasi untuk kecerdasannya dan memeliharanya sepanjang hidup dengan tantangan baru yang terus meningkat. Jika tidak, kecerdasan akan menyebar atau memudar.

Di luar apa yang dinyatakan oleh genetika, para ayah tidak boleh berkecil hati, karena mereka juga memiliki banyak hal yang dapat disumbangkan untuk perkembangan anak-anak mereka, terutama secara emosional. IQ yang manusia bawa sejak lahir memang penting, namun ini tidak sepenuhnya menentukan kecerdasan secara keseluruhan.

Baca juga: Sedih Berkepanjangan Setelah Berduka Dianggap Sebagai Kondisi Medis

 

Sumber:

England, C. (2019, December 23). Children inherit their intelligence from their mother not their father, say scientists | The Independent. The Independent. https://www.independent.co.uk/news/science/children-intelligence-iq-mother-inherit-inheritance-genetics-genes-a7345596.html

U. (2021, May 3). How Intelligence is Inherited from Mothers | UPLIFT. UPLIFT. https://uplift.love/how-intelligence-is-inherited-from-mothers/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kecerdasan Seorang Anak Menurun dari Ibu, Benarkah? — DeepTalk