Deeptalk.co.id – Beragam jenis gadget seperti smartphone dan internet kini menjadi bagian penting dari lanskap sosial masyarakat, termasuk pada kalangan anak dan remaja. Bahkan kini terdapat peningkatan penggunaan gadget pada anak-anak dan remaja yang bisa mendorong terjadinya kecanduan gadget. Artikel kali ini akan membahas lebih lengkap mengenai fenomena kecanduan gadget pada anak dan remaja ini beserta tanda atau gejalanya.
Penggunaan gadget kini kian masif pada kalangan anak dan remaja. Disebutkan bahwa sekitar 95% anak remaja memiliki akses terhadap gadget smartphone. Selain itu, penelitian tahun 2017 yang melibatkan mahasiswa di Korea menemukan rata-rata penggunaan gadget smartphone adalah sekitar 15,79 jam per minggu.
Banyak yang menggunakan gadget ini untuk mengikuti perkembangan sosial mereka, seperti di media sosial, berbagi pesan di grup chat, hingga persyaratan untuk menggunakan aplikasi yang berhubungan dengan sekolah, seperti fungsi kalkulator dll, yang membuat anak remaja tampaknya tidak dapat melepaskan diri dari perangkat mereka.
Tingginya tingkat penggunaan gadget smartphone pada anak dan remaja tersebut juga selaras dengan adanya risiko dan konsekuensi negatif dari fenomena yang terjadi. Penelitian menunjukkan remaja lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda depresi jika mereka kecanduan gadget. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui dan memahami lebih lanjut gangguan kecanduan gadget ini beserta tanda-tandanya untuk dapat membantu.
Tentang Kecanduan Gadget

Kecanduan gadget dapat merujuk pada kondisi ketergantungan kompulsif dan berlebihan pada perangkat seluler yang menimbulkan konsekuensi negatif dalam berbagai aspek kehidupan. Dokter tidak secara formal mengakui kecanduan gadget sebagai kondisi kesehatan mental. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja mungkin mengalami keasyikan yang berlebihan dengan gadget ponselnya.
Keasyikan ini dapat menyebabkan ketidakmampuan mengendalikan atau membatasi penggunaan gadget, bahkan dalam situasi di mana penggunaannya tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan mereka mengabaikan tanggung jawab dan hubungan mereka serta menunjukkan kegelisahan dan kecemasan ketika tidak dapat mengakses gadget mereka.
Kecanduan gadget yang juga dapat dianggap sebagai rasa takut tidak tersambung ke internet atau layanan seluler telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan mental. Hingga kini banyak ahli yang berpendapat bahwa kecanduan gadget memiliki hubungan yang kuat dengan depresi, kecemasan dan kesepian.
Sebuah studi baru dari para peneliti di Universitas Arizona mengeksplorasi hubungan antara penggunaan ponsel cerdas dan kesehatan mental pada sekelompok anak berusia 18 hingga 20 tahun. Kelompok usia ini, yang oleh para peneliti disebut sebagai “remaja yang lebih tua”, penting karena mereka termasuk kelompok pertama yang tumbuh dengan teknologi pintar yang tersedia.
Saat melakukan penelitian, tim peneliti berfokus pada ketergantungan, atau ketergantungan psikologis seseorang terhadap perangkat tersebut, bukan penggunaan umum. Subyek menjawab pertanyaan seperti “Saya panik ketika saya tidak dapat menggunakan ponsel cerdas saya,” serta pertanyaan yang dirancang untuk mengukur kesepian dan depresi pada skala empat poin. Dari situ, para peneliti dapat menentukan bahwa kecanduan gadget memang merupakan prediktor gejala depresi.
Baca juga: Ketika Cinta Berujung Pada Obsesi, Apa Saja Cirinya?
Tanda Anak Telah Mengalami Kecanduan Gadget

Konsekuensi dari adanya kecanduan gadget sudah nampak dengan jelas. Namun ini mungkin sulit bagi orang tua untuk menentukan apakah anak mereka biasa menggunakan telepon biasa atau apakah mereka telah mengembangkan ketergantungan psikologis pada telepon mereka. Jika anak atau remaja menunjukkan beberapa perilaku berikut ini secara konsisten, hal ini mungkin menunjukkan adanya masalah kecanduan gadget yang berlebihan.
1) Penggunaan berlebihan
Penggunaan perangkat yang berlebihan melibatkan pola menghabiskan banyak waktu di depan ponsel cerdas. Hal ini mungkin merugikan aktivitas atau tanggung jawab lainnya.
2) Terdapat gejala fisik yang terlihat
Beberapa anak dan remaja mungkin mengalami gejala fisik akibat penggunaan ponsel yang berlebihan, yang sering kali mencakup posisi yang tidak baik untuk postur tubuh mereka dalam waktu lama. Gejala fisik ini dapat meliputi ketegangan mata, sakit kepala, sakit leher, hingga sakit punggung.
3) Mengabaikan aktivitas lain
Seorang anak atau remaja mungkin mengabaikan hobi, olahraga, atau interaksi sosial untuk menghabiskan waktu menggunakan ponselnya, meskipun aktivitas tersebut sebelumnya mereka sukai. Hal ini mungkin melibatkan pemeriksaan dan pembaruan terus-menerus pada akun media sosial mereka dan memprioritaskan interaksi online dibandingkan interaksi tatap muka.
Mereka mungkin juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah, pekerjaan rumah, atau kewajiban lainnya karena penggunaan telepon yang berlebihan. Di sekolah, ketergantungan yang berlebihan pada ponsel pintar dapat menyebabkan penurunan nilai, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi yang kemudian menurunkan produktivitas akademik.
4) Gejala penarikan
Seorang anak atau remaja mungkin merasa terdorong untuk segera merespons notifikasi dan mengalami kesusahan ketika tidak dapat berinteraksi dengan media sosial. Akibatnya, mereka mungkin memperlihatkan hal berikut saat ponselnya tidak tersedia, yakni kegelisahan, sifat lekas marah, hingga kecemasan. Mereka bahkan mungkin mengalami gangguan pola tidur karena merasa perlu memeriksa ponsel untuk mengetahui kabar terbaru.
5) Perilaku rahasia
Seorang anak atau remaja mungkin menjadi tertutup mengenai aktivitas telepon. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat mencakup menyembunyikan penggunaan telepon atau bersikap defensif ketika ditanya berapa banyak waktu yang mereka habiskan di telepon.
Baca juga: Tips Mengendalikan Intrusive Thought yang Sudah Sangat Mengganggu
Sumber:
https://www.parents.com/kids/teens/phone-addiction-signs-and-risks/
https://www.medicalnewstoday.com/articles/signs-of-smartphone-addiction-in-children#effects
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



