Semua artikel
Emosi

Kalau Kamu Capek Tapi Nggak Kelihatan: Ini Bisa Jadi Tanda Smiling Depression

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu familiar dengan istilah smiling depression? Istilah smiling depression pertama kali muncul di awal abad ke-21. Sayangnya, kondisi ini kembali hangat diperbincangkan karena banyak anak muda yang saat ini mengalami smiling depression. Tentu banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah tuntutan untuk selalu tampil sempurna, khususnya di media sosia.

Smiling depression merupakan kondisi dimana seseorang tampak tersenyum, bahagia, dan tidak memiliki masalah dalam hidupnya. Namun pada kenyataannya, orang tersebut justru mengalami depresi secara internal. Penderita smiling depression cenderung tidak menampakan gejala depresi. Sehingga, akan sulit bagi orang terdekatnya untuk menyadari hal tersebut. Bahkan dalam beberapa kasus para ahli juga kesulitan untuk mengenali adanya kondisi tersebut.

Terlepas dari semua itu, kondisi smiling depression tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Kondisi tersebut tidak tercantum dalam DSM-5 yang merupakan buku pedoman diagnosis psikologis. Meski demikian, bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, tidak sedikit dampak yang bisa didapatkan dengan mengabaikan smiling depression.

Lantas, bagaimana cara mengenali ciri-ciri dan apa dampak dari smiling depression itu sendiri? Artikel kali ini akan secara khusus membahas terkait topik tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini. Cobalah untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Ciri-Ciri Smiling Depression

Full shot woman dealing with imposter syndrome

Pada dasarnya, sosok yang paling mengenali kondisi mental kita adalah diri kita sendiri. Namun, beberapa orang terlalu tidak peka akan kondisi mentalnya. Sedangkan beberapa lainnya tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk mengenali kondisi mentalnya. Maka dari itu, penting untuk kita mengenali beberapa ciri-ciri dari smiling depression berikut:

Terlihat bahagia hanya di depan umum

Ciri utama dari penderita smiling depression adalah mereka selalu tampak bahagia seakan tidak memiliki beban jika berada di depan umum. Namun dibalik semua itu, mereka menyimpan banyak sekali rasa sakit dan kesedihan. Jika sedang sendiri, penderita akan mulai merasakan kesedihan mendalam, perasaan hampa, kecemasan berlebih, dan emosi-emosi negatif lainnya.

Demotivasi

Gejala lain dari smiling depression adalah mengalami demotivasi. Demotivasi sendiri merupakan kondisi dimana seseorang kehilangan motivasi, semangat, dan juga minat akan hal-hal yang dulunya disenangi. Kondisi demotivasi ini juga akan membuat seseorang tertinggal, dan cukup mempengaruhi pendidikan maupun karir seseorang.

Kelelahan emosional

Penderita smiling depression juga mengalami kelelahan secara emosional. Meski demikian, berbeda dengan orang pada umumnya. Walaupun mengalami kelelahan emosional, penderita smiling depression akan tampak baik-baik saja. Mereka bahkan bisa berfungsi dengan baik secara sosial maupun profesional.

Sering meremehkan perasaan negatif

Penderita smiling depression umumnya memiliki kecenderungan mengabaikan, bahkan meremehkan perasaan negatif yang dirasakan. Hal tersebut secara sadar/tidak dilakukan untuk bisa tampak selalu baik-baik saja di segala kondisi yang sedang dihadapi. Sampai pada akhirnya, mereka mengalami kesulitan untuk mengenali dan mengendalikan emosi negatifnya.

Timbulnya pikiran untuk bunuh diri

Sama halnya dengan penderita depresi, orang dengan smiling depression juga sering kali memunculkan pikiran untuk bunuh diri. Namun, mereka tidak secara langsung menampakan gejala-gejala depresi kepada orang-orang yang ada disekitarnya.

Baca juga: Tersenyum Tapi Terluka: Fenomena Smiling Depression di Kalangan Gen Z

Dampak Smiling Depression

Side view woman dealing with imposter syndrome

Setelah mengetahui ciri-ciri dari smiling depression, harapannya kita bisa semakin peka dan mengenali kondisi mental kita secara pribadi. Walaupun smiling depression tidak termasuk dalam kategori gangguan mental, bukan berarti kondisi tersebut bisa abaikan begitu saja. Pasalnya, membiarkan diri mengalami smiling depression dalam waktu lama akan menimbulkan berbagai dampak, diantaranya:

Diagnosis yang terlambat

Seperti yang diungkapkan pada poin sebelumnya, gejala smiling depression sering kali tidak terdeteksi oleh orang-orang sekitar, bahkan para profesional sekalipun. Hal ini bisa memicu keterlambatan diagnosis. Terutama jika penderita tidak terbuka akan kondisinya. Keterlambatan diagnosis ini akan memperburuk kondisi mental, dan mengharuskan penderita melalui proses pemulihan yang lebih rumit.

Resiko bunuh diri

Salah satu gejala smiling depression adalah timbulnya pikiran untuk bunuh diri. Jika kondisi smiling depression tidak segera mendapatkan penanganan. Tidak menuntut kemungkinan pikiran tersebut akan direalisasikan dalam sebuah tindakan.

Penurunan kesehatan fisik dan mental

Walaupun tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Namun kondisi smiling depression juga berhubungan dengan stress, kecemasan, depresi, dan masalah mental lainnya. Kondisi semacam itu juga bisa memicu masalah fisik, seperti gangguan tidur, gangguan pencernaan, migrain, penurunan sistem imun, dan masih banyak lagi.

Itu dia penjelasan singkat terkait kondisi smiling depression. Jika kamu mengalami beberapa gejala diatas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi psikologis. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog yang ada disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Efek Love Bombing terhadap Kesehatan Mental Gen Z dan Cara Mengatasinya

 

Sumber:

Psychology Today. (2021). Smiling Depression: When You're Depressed But Look Happy. Retrieved from: https://www.psychologytoday.com.

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today’s Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy. Atria Books.

World Health Organization. (2023). Depression. Retrieved from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression.

Mental Health Foundation. (2020). Mental Health in the Digital World – Generation Z Report. Retrieved from: https://www.mentalhealth.org.uk.

Cherry, Kendra. (2022). What Is Smiling Depression? Verywell Mind. Retrieved from: https://www.verywellmind.com.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kalau Kamu Capek Tapi Nggak Kelihatan: Ini Bisa Jadi Tanda Smiling Depression — DeepTalk