Semua artikel
Gangguan Psikologi

Jenis-Jenis Masalah Kesehatan Mental Akibat Sosial Media

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Hidup di era modern membuat kita dimajakan dengan segala kemajuan teknologi yang ada. Salah satunya dengan adanya sosial media, kita bisa dengan mudah mengetahui info terbaru dari keluarga, teman, kerabat, bahkan artis yang mereka tidak tahu keberadaan kita di dunia ini. Dalam banyak kasus, sosial media juga membuat pikiran kita lebih terbuka akan isu-isu sosial, dan berbagai jenis pengetahuan lainnya. Uniknya, semua itu sering kita dapatkan bahkan tanpa niat untuk mencarinya terlebih dahulu.

Pada dasarnya, sosial media diciptakan dengan niat untuk membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satunya untuk menjadi sumber informasi tadi. Namun, seiring dengan berjalannya waktu sosial media ternyata menunjukan sisi negatifnya. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi-informasi hoax yang tersebar di media sosial. Tidak hanya itu saja, rupanya sosial media juga bisa mendatangkan dampak buruk untuk kesehatan mental penggunanya.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai jenis-jenis masalah kesehatan mental akibat sosial media. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sosial media mempengaruhi kondisi mental seseorang. Untuk itu, berikut jenis-jenis masalah kesehatan mental akibat sosial media:

Kecanduan Sosial Media

Sharing content on social media theme

Seseorang yang terlalu terkait akan sosial media tidak menutup kemungkinan akan mengalami kecanduan sosial media. Jika selama ini kita mengetahui bahwa kecanduan disebabkan oleh zat-zat adiktif yang terkandung dalam rokok, obat-obatan tertentu, dan minuman beralkohol, rupanya kegiatan seperti bermain sosial media juga bisa mengakibatkan kecanduan.

Sama halnya dengan kecanduan akan hal-hal lain, penderita kecanduan sosial media juga mengalami kesulitan untuk berhenti atau mengurangi intensitas mereka dalam bermain sosial media. Hal tersebut membuat dirinya kehilangan produktivitas, dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Adapun gejala penderita kecanduan sosial media bisa berupa selalu memeriksa sosial kapanpun itu, sebisa mungkin untuk online setiap saat, tidak merasa jenuh saat bermain sosial media, sering mengunggah kehidupan di sosial media, merasa gelisah saat kehilangan jaringan internet, dan masih banyak lagi.

Cyberbullying

Cyber bullying concept

Penggunaan sosial media juga bisa memicu cyberbullying, yaitu perilaku perundungan di internet. Dalam hal ini, pengguna sosial media bisa saja menjadi pelaku cyberbullying dan juga bisa menjadi korban cyberbullying.

Jika selama ini kita mengenal bullying yang dilakukan secara langsung, dengan adanya sosial media bullying bahkan bisa dilakukan secara online. Walaupun tidak dengan kekerasan secara fisik, namun bentuk kekerasan secara mental dan emosional itulah yang bisa membuat korban sangat terpukul. Beberapa kasus cyberbullying bahkan memicu trauma, kecemasan berlebih, depresi, bahkan keinginan bunuh diri pada korbannya. Sedangkan pada pelaku, cyberbullying menimbulkan perilaku menyimpang, pola pikir negatif, dan lain sebagainya.

Baca juga: Komplikasi dan Perawatan Pada Penderita Sindrom Diogenes 

FOMO (Fear of Missing Out)

Flat design fomo vs jomo

Jenis masalah kesehatan mental yang juga dipicu oleh penggunaan sosial media yang tidak sehat adalah bisa memicu FOMO atau fear of missing out. FOMO adalah kondisi mental dimana seseorang berkeinginan untuk selalu mengikuti trend yang ada. Mereka memiliki rasa takut akan ketinggalan jaman atau hal-hal sejenisnya.

Penderita FOMO ini sangat mudah mengalami kecemasan atau rasa takut berlebih, stress, bahkan depresi. Tentu saja kondisi semacam itu membuat mereka mengalami berbagai jenis hambatan dalam kehidupannya. Mirisnya lagi, penderita FOMO cenderung meningkatkan intensitas bermain sosial media karena rasa takut akan ketinggalan informasi. Hal tersebut justru bisa memperparah kondisi mental mereka.

Depresi dan Kecemasan Berlebih

Cyber bullying concept

Dari beberapa jenis masalah kesehatan mental akibat sosial media di atas, sudah dipaparkan bahwa kondisi-kondisi tersebut bisa memicu berbagai gangguan mental, diantaranya depresi dan juga kecemasan berlebih atau gangguan kecemasan.

Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa sedih mendalam, dan membuat penderitanya kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari. Tidak jarang penggunaan sosial media yang tidak sehat justru memicu depresi. Misalnya saat menyaksikan kesuksesan atau pencapaian orang lain, tidak mampu mengikuti trend yang ada, menjadi korban cyberbullying, dan masih banyak lagi.

Sedangkan gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa takut, kecemasan, atau kekhawatiran berlebih akan suatu objek atau kondisi tertentu. Sama halnya dengan depresi, gangguan kecemasan juga sangat mungkin dialami akibat penggunaan sosial media yang tidak sehat. Misalnya merasa cemas akan kepopuleran, cemas karena tidak bisa menjadi sempurna, cemas akan komentar buruk orang lain, bahkan cemas karena ancaman yang didapatkan di sosial media.

Itu dia beberapa jenis masalah kesehatan mental akibat penggunaan sosial media yang tidak sehat. Untuk itu, penting bagi kita untuk menggunakan sosial media dengan bijak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Gejala dan Diagnosa Sindrome Diogenes

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Jenis-Jenis Masalah Kesehatan Mental Akibat Sosial Media — DeepTalk