Semua artikel
Gangguan Psikologi

Jangan Dibiarkan! Ini Dia Bahaya Dari Munchausen Syndrome

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Berpura-pura sakit umumnya dilakukan oleh anak-anak untuk menghindari situasi tertentu, misalnya sebagai alasan agar tidak ke sekolah. Selain anak-anak, beberapa orang dewasa sebenarnya sering melakukan hal yang sama sebagai alasan tidak masuk bekerja. Namun jika berpura-pura sakit dilakukan untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari orang lain, bisa jadi tindakan tersebut merupakan munchausen syndrome.

Munchausen syndrome merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perilaku memalsukan penyakit untuk mendapatkan perhatian dari orang-orang disekitarnya. Penderita munchausen syndrome bahkan rela melukai diri sendiri atau mengkonsumsi zat-zat berbahaya agar dapat menimbulkan suatu gejala penyakit tertentu.

Berbeda dengan gangguan hipokondria yang tidak sadar bahwa dirinya sebenarnya tidak mengalami penyakit apapun, penderita munchausen syndrome justru sadar akan kondisinya yang tidak memiliki penyakit tersebut. Hal ini membuat penderita munchausen syndrome tidak mengakui dirinya mengidap kondisi tersebut. Akibatnya penderita munchausen syndrome akan kesulitan mendapatkan penanganan terhadap kondisinya tersebut.

Penderita munchausen syndrome umumnya memiliki pengetahuan yang luas mengenai berbagai macam penyakit. Hal ini dikarenakan mereka cenderung mencari informasi mengenai penyakit-penyakit yang hendak mereka akui. Dengan demikian, penderita munchausen syndrome dapat menimbulkan gejala senatural mungkin. Bahkan mereka mampu meyakinkan dokter atau tenaga medis lainnya bahwa dirinya benar-benar sakit.

Karena kebiasaan mereka dalam berpura-pura sakit, penderita munchausen syndrome memiliki banyak sekali luka bekas perawatan medis di tubuhnya. Hal ini dikarenakan mereka tidak ragu untuk meminta dan mendapatkan beberapa prosedur medis yang sebenarnya tidak mereka butuhkan.

Dampak Munchausen Syndrome

Munchausen syndrome umumnya dialami oleh anak-anak. Namun kondisi ini tidak menuntut kemungkinan dibawa hingga usia dewasa. Untuk itu, munchausen syndrome sebaiknya ditangani sedini mungkin. Pasalnya kondisi ini tidak hanya sekedar berbohong, namun juga memiliki komplikasi dengan beberapa kondisi lainnya. Berikut beberapa dampak dari kondisi munchausen syndrome:

Cedera

Penderita munchausen syndrome akan melakukan berbagai macam cara agar dapat meyakinkan orang lain bahwa dirinya mengalami penyakit tertentu. Hal ini membuat mereka tidak ragu untuk mencelakai dirinya sendiri. Sayangnya beberapa tindakan tersebut bisa jadi mengakibatkan cedera yang cukup serius.

Bukannya berhenti dan tidak melakukannya lagi, penderita munchausen syndrome justru merasa puas karena bisa tampak menyedihkan di hadapan orang lain. Tentu saja mereka mengharapkan rasa kasihan dan simpati dari orang lain.

Baca juga: Anak Sering Memalsukan Penyakit? Waspada Gejala Munchausen Syndrome

Masalah kesehatan

Tidak hanya cedera, penderita munchausen syndrome juga seringkali benar-benar mengalami masalah kesehatan akibat perbuatannya demi mendapatkan penyakit tertentu. Hal ini dikarenakan mereka tidak ragu untuk mengkonsumsi zat-zat berbahaya demi mendapatkan gejala dari suatu kondisi kesehatan tertentu.

Selain itu, penderita munchausen syndrome juga tidak ragu untuk mengikuti serangkaian prosedur medis seperti mengkonsumsi obat-obatan, operasi, dan lain sebagainya yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh tubuhnya. Tindakan tersebut tentu bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan.

Melakukan self harm

Penderita munchausen syndrome erat kaitannya dengan self harm atau upaya melukai diri sendiri. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penderita munchausen syndrome melakukan hal ini untuk mendapatkan gejala penyakit tertentu. Dalam beberapa kasus yang cukup berat, penderita munchausen syndrome juga cenderung melakukan percobaan bunuh diri.

Gangguan pada kehidupan

Penderita munchausen syndrome memalsukan penyakitnya untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Awalnya mungkin akan berhasil, namun jika terus dilakukan tentu orang-orang akan merasa curiga dan mulai muak dengan tingkah laku mereka. Hal ini bisa berdampak pada hubungan sosial mereka.

karena terlalu sering berpura-pura sakit, penderita munchausen syndrome yang sudah bekerja juga jadi sering ijin untuk tidak bekerja. Tentu hal ini cukup mempengaruhi performa kerja dan produktivitas di kantor.

Penanganan Pada Penderita Munchausen Syndrome

Sayangnya tidak banyak penderita munchausen syndrome yang sadar bahwa apa yang dilakukannya bukanlah hal yang benar. Dengan demikian, banyak dari mereka yang tidak melakukan upaya untuk terhindar dari kondisi tersebut. Bahkan mereka cenderung menolak jika diminta untuk berkonsultasi dengan Psikolog, Psikiater, Konselor, dan tenaga kesehatan mental lainnya.

Meski demikian, sebagai orang terdekat penderita, sudah sepatutnya untuk memberikan pengertian terhadap kondisi mereka dan membuat mereka bersedia untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, baik Psikolog maupun Psikiater akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan memberikan diagnosis yang tepat. Dari diagnosis yang didapatkan, barulah akan diberikan penanganan sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang dirasakan oleh penderita.

Psikolog akan memberikan penanganan berupa psikoterapi. Jenis psikoterapi yang sering digunakan untuk kasus ini adalah cognitive behavioral therapy (CBT) yang bertujuan untuk merubah cara pandang penderita mengenai apa kesalahan yang telah Ia yakini. Selain CBT, terapi keluarga juga cukup penting agar orang terdekat tidak membenarkan tindakan penderita.

Sedangkan Psikiater umumnya akan memberikan penanganan dengan meresepkan beberapa obat-obatan untuk meminimalisir gejala yang dirasakan.

Seperti itulah penjelasan singkat mengenai bahaya dan penanganan pada kasus munchausen syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Komplikasi dan Penanganan Williams Beuren Syndrome

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Jangan Dibiarkan! Ini Dia Bahaya Dari Munchausen Syndrome — DeepTalk