Deeptalk.co.id – Gangguan skizoafektif merupakan salah satu gangguan mental kronis yang ditandai dengan adanya gejala skizofrenia yaitu delusi dan halusinasi, serta adanya gangguan suasana hati yaitu episode depresi dan manik. Jika kamu pernah melihat orang yang sering disebut “gila”, maka kurang lebih seperti itulah kondisi dari penderita gangguan skizoafektif.
Meski gangguan ini dianggap cukup serius baik menurut pendangan orang awam, maupun para ahli, namun penderita gangguan skizoafektif tetap bisa menjalani kehidupan normal selama mereka mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk itulah mengapa mereka yang menunjukkan gejala gangguan skizoafektif perlu segera dibawa ke Psikolog atau Psikiater agar dapat meminimalisir dan menghambat perkembangan gejala yang dialami.
Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, penderita gangguan skizoafektif memiliki gejala skizofrenia dan gangguan suasana hati. Karena adanya gangguan suasana hati inilah penderita gangguan skizoafektif sering disalah artikan sebagai bipolar atau kepribadian ganda. Pada beberapa penderita gangguan skizoafektif memang menunjukkan perubahan diri yang signifikan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan demikian, untuk memastikan kondisi kesehatan mental seseorang, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog maupun Psikiater.
Sayangnya penyebab dari gangguan skizoafektif ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, struktur otak, dan penyalahgunaan narkoba, dianggap dapat meningkatkan resiko gangguan tersebut. Gangguan ini juga dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan, namun perempuan memang beresiko lebih besar dibandingkan dengan laki-laki.
Dampak Gangguan Skizoafektif

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, saat seseorang menunjukkan gejala dari gangguan skizoafektif tentu perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Hal tersebut dilakukan selain untuk mengetahui kondisi mental penderita, juga untuk mengetahui penanganan apa yang hendak diberikan untuk mengatasi gejala yang ada. Pasalnya, kondisi penderita gangguan skizoafektif dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi penderitanya. Berikut beberapa dampak dari gangguan skizoafektif:
Pengangguran
Tidak sedikit dari penderita gangguan skizoafektif yang akhirnya berhenti sekolah atau berhenti dari pekerjaan mereka. Pasalnya kondisi kesehatan mental mereka memang tidak stabil mengingat adanya delusi, halusinasi, dan perubahan suasana hati yang signifikan. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita gangguan skizoafektif menjadi seorang pengangguran.
Kemiskinan dan tunawisma
Akibat menjadi pengangguran, sebagian besar penderita gangguan skizoafektif tidak memiliki sumber penghasilan. Bagi mereka yang masih tertolong oleh keluarga atau lembaga sosial, maka hal ini bisa jadi tidak dialami. Namun kamu sendiri mungkin pernah menyaksikan ODGJ yang terlantar di jalanan. Bisa jadi mereka merupakan salah satu dari penderita gangguan skizoafektif. Pasalnya memang kondisi ODGJ seringkali cocok dengan diagnosis dari gangguan skizoafektif.
Baca juga : Mengenal Gangguan Skizoafektif
Gangguan sosial
Penderita gangguan skizoafektif erat kaitannya dengan gejala delusi dan halusinasi. Delusi merupakan kondisi dimana seseorang meyakini sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Sedangkan halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, dan mencium sesuatu yang tidak nyata. Hal inilah yang sering kali membuat penderita dianggap aneh dan cenderung diabaikan oleh lingkungannya.
Penderita gangguan skizoafektif juga memiliki kemampuan komunikasi yang cukup minim. Beberapa dari mereka tidak menjawab pertanyaan secara keseluruhan, dan beberapa lainnya justru menjawab pertanyaan diluar konteks.
Kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang
Awalnya alkohol dan obat-obatan terlarang digunakan untuk menghilangkan suara-suara atau wujud-wujud tak nyata yang mereka rasakan. Disis lain, alkohol dan obat-obatan terlarang juga menjadi media pelarian untuk mengatasi kondisi depresi. Sayangnya sifat alkohol dan obat-obatan terlarang yang mengakibatkan kecanduan ini justru membuat kondisi mental menjadi lebih buruk.
Keinginan untuk bunuh diri
Seperti yang telah diketahui, penderita gangguan skizoafektif juga mengalami episode depresi yang terkadang menghadirkan pikiran untuk mengakhiri hidup. Selain itu, adanya bisikkan dan wujud-wujud yang tidak nyata sering kali membuat penderita terdorong untuk melakukan hal-hal yang tidak benar. Salah satunya adalah untuk bunuh diri.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Skizoafektif

Setelah mengetahui betapa berbahayanya kondisi penderita gangguan skizoafektif ini, maka bukan berarti kamu takut dan tidak ingin ikut campur dengan mereka. Justru penderita gangguan skizoafektif terkadang tidak menyadari kondisi mereka. Karena itulah mereka membutuhkan perhatian orang lain untuk menuntunnya mendapatkan penanganan yang tepat. Langkah pertama yang harus dilakukan sudah jelas untuk mengunjungi Psikolog atau Psikiater.
Dari hasil pemeriksaan barulah akan diberikan diagnosis dan penanganan apa yang cocok sesuai dengan gejala yang dirasakan penderita. Penanganan pada kasus gangguan skizoafektif ini bisa berupa mengkonsumsi obat-obatan, psikoterapi, atau gabungan dari keduanya.
Obat yang sering diberikan untuk kasus gangguan skizoafektif ini adalah antipsikotik yang dapat mengatasi delusi, halusinasi, serta gangguan berpikir. Tentu saja obat ini dikonsumsi sesuai dengan anjuran dari Psikiater. Sedangkan psikoterapi biasanya bisa dengan Psikolog atau terapis. Psikoterapi yang umum digunakan untuk kasus ini adalah CBT, terapi keluarga, atau group therapy.
Seperti itulah pembahasan mengenai dampak dan penanganan pada gangguan skizoafektif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Gejala dan Penanganan Pada Penderita Skizofrenia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



