Semua artikel
Masalah Mental

Inner Child Memiliki Beberapa Bentuk, Apa Saja Itu?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pola dasar inner child setiap manusia datang dari tujuh jenis yang berbeda. Masing-masing diantaranya tentu memiliki kualitasnya sendiri entah itu baik atau buruk yang muncul selama manusia hidup dari rahim hingga meninggal.

Pola dasar anak yang paling beresonansi dengan Anda sepanjang keberadaan Anda mewakili inner child Anda yang sebenarnya. Meskipun setiap orang telah mengalami beberapa karakteristik dari setiap pola dasar anak pada saat tertentu. Berikut ke tujuh jenis berbeda dari inner child yang dimiliki oleh setiap manusia, yakni :

1. The Wounded Child

Tipe the wounded child atau anak yang terluka membawa ingatan akan latar belakang yang tragis atau keras. Selama hidup, mereka yang memiliki jenis inner child ini mungkin telah mengalami tingkat kekerasan fisik dan psikologis yang luar biasa, yang seringkali dilakukan oleh banyak orang.

Setelah arketipe ini diselaraskan dan dianut, itu mungkin membuat mereka menjadi lebih berbelas kasih terhadap mereka yang mengalami pelecehan serupa. Perhatian mereka beralih ke belas kasih dan kecerahan, dengan membantu anak-anak lain yang memiliki pengalaman yang sama sebagai cara untuk mengatasi luka mereka.

Namun dalam artian negatif, the wounded child ini dapat terus berperilaku kasar terhadap orang lain, seperti pasangan, kolega atau sahabat. Mereka telah terbiasa berperan sebagai korban dan mengaitkan masalah mereka saat ini dengan latar belakang atau masa lalu mereka yang kacau.

Baca juga: Trauma Dumping : Saat Terlalu Berlebihan Berbagi Perasaan

2. The Orphaned Child

Pola dasar dari the orphaned child atau anak yatim piatu, yang juga sering dikenal sebagai anak terlantar, merepresentasikan seseorang dengan kecenderungan kemandirian sepanjang hidup. The orphaned child yang sering mengalami perasaan kesepian, pengabaian emosional atau pengalaman di panti asuhan yang sebenarnya, memilih untuk mencari tahu sendiri dengan menghindari pertemuan dan memilih untuk mengatasi fobia mereka sendiri.

Ini mungkin nampak seperti hal yang negatif sebagai seseorang yang mendorong orang lain untuk menyakiti dirinya sendiri, mengasingkan diri dan menolak untuk membiarkan orang lain mendekat. Untuk mengkompensasi kekosongan emosional yang mereka hadapi, mereka justru terus mencari keluarga kedua.

3. The Magical Child

Jenis inner child “anak ajaib” mengerti bahwa tidak ada yang mustahil, dan mereka menjadi sosok yang sangat berbakat dan imajinatif. Pola dasar the magical child ini dapat melihat yang luhur atau ilahi dalam segala hal selain jaringan energi yang menghubungkan segalanya. Mereka seringkali luar biasa cerdas dan berani, mampu membuat perubahan di dunia dengan cara yang biasanya tampak menantang.

Namun buruknya, anak ajaib bisa memiliki kepercayaan secara intrinsik pada kemungkinan akan segala sesuatu pada dirinya dicemooh atau diejek sebagai penglihatan yang aneh, kebodohan atau khayalan. Sehingga ketika mereka dewasa nantinya akan berhenti percaya bahwa tujuan dan aspirasi seumur hidup mereka dapat menjadi kenyataan. Bahkan depresi dapat terjadi saat kepercayaan mereka pada keajaiban memudar.

4. The Nature Child

Pola dasar the nature child secara tradisional memiliki ikatan yang kuat dengan flora fauna dan lingkungan sekitarnya. Mereka mungkin dapat berbicara dengan alam dan paling bahagia saat ditemani oleh “makhluk” lainnya. Pola dasar ini memiliki kedekatan yang besar dengan hewan roh liar dan mereka sering memikirkannya.

Sisi buruk dari anak alam ini yakni mereka dengan keras dapat menyakiti orang-orang yang dekat dengan mereka. Mereka mungkin mulai memperlakukan individu, tumbuhan, dan hewan dengan buruk. Terlepas dari hubungan dekat mereka, the nature childe yang memburuk memperlakukan alam lebih sebagai hukuman daripada sumber kebahagiaan.

5. The Eternal Child

The eternal child atau anak kekal menikmati masa kanak-kanak mereka dan menjaga antusiasme serta rasa ingin tahu mereka seiring bertambahnya usia. Mereka memancarkan rasa kemurnian dan kepedulian. Selain itu, pemilik jenis inner child ini sering menghargai kesenangan sederhana, sering menikmati waktu sendiri, kemampuan untuk bersantai dan istirahat dari kerasnya kehidupan sehari-hari.

Namun buruknya, mereka cenderung melawan kedewasaan dan enggan menerima tanggung jawab orang dewasa. Pola dasar ini mungkin menentang norma sosial dan menjalani kehidupan yang jauh dari aturan dunia nyata. Mereka bisa jadi terlalu bergantung dan tidak mau menerima atau menjalankan suatu tugas.

The eternal child dapat terhenti atau menjadi tidak berlabuh jika mereka terjebak pada tahap awal kehidupan mereka. Mereka akhirnya harus mengembara, mengingat diri mereka yang bukan lagi anak-anak. Meskipun mereka masih merasa tidak mampu menjadi dewasa dan tampil baik di dunia orang dewasa yang mereka benci dan hindari.

6. The Needy Child

Jenis the needy child adalah tipe yang mirip dengan the wounded dan the orphaned child. Anak yang membutuhkan ini memiliki pengalaman diabaikan saat masih kanak-kanak. Meskipun tidak selalu jelas apa yang disembunyikan atau tidak, banyak yang menghabiskan hidupnya untuk mencarinya.

Akibatnya, the needy child tidak pernah merasa puas sepenuhnya karena tidak ada yang pernah sepenuhnya menghilangkan kekosongan atau rasa sakit batin mereka. Kecemasan, rendah diri atau pikiran merendahkan diri sering menjadi bentuk manifestasi dari sisi gelap the needy child.

Mereka juga cenderung menjadi mementingkan diri sendiri, sepenuhnya berfokus pada kebutuhan mereka sendiri yang tidak terpenuhi dan buta terhadap kebutuhan orang lain. Koneksi yang sehat sulit dibangun karena pola dasar the needy child ini. 

7. The Divine Child

The divine child atau anak ilahi terkait dengan atribut yang hampir ilahi dalam kemurnian dan kepolosannya. Selain itu, mereka percaya pada penebusan dosa dan seringkali memiliki ikatan spiritual yang kuat.

Karakter dari jenis inner child ini bisa terlihat misterius sekaligus fantastik. Hanya sedikit orang yang mengadopsi arketipe ini karena mereka merasa tidak memiliki keterampilan ini, tetapi Anda mungkin memiliki “anak dewa” yang sedang tidur yang mendambakan keseimbangan sempurna untuk membantu menyadari potensi penuh Anda.

Akan tetapi, buruknya ialah mereka merasa seringkali tidak berdaya untuk membela diri karena energi beracun yang mengelilinginya. Ketika dihadapkan dengan perbuatan salah, mereka mungkin menjadi mudah marah dan tidak mampu mengelola emosi mereka, lalu kehilangan kendali diri dan menakuti diri sendiri.

Baca juga: Rejection Sensitivity Dysphoria : Sakit Hati Intens Saat Terjadi Penolakan

 

Sumber:

Roggero, Vivien. (2022, August 27). 7 Types Of Inner Child: Which Archetype Are You?. Vivien Roggero – Executive & Empowerment Coach. https://vivienroggero.com/blog/types-of-inner-child

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Inner Child Memiliki Beberapa Bentuk, Apa Saja Itu? — DeepTalk